KORUPSI UNJUK GIGI LAGI

Oleh : Dinda Al Qarni (Member Pena Muslimah Cilacap)

 

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa, bahkan jika kekayaan alam ini dikelola langsung oleh pemerintah maka seluruh rakyat Indonesia pastilah tidak mengenal kata miskin. Namun sayang seribu sayang, nyatanya sumber daya alam yang begitu melimpah diserahkan kepada pihak asing untuk mengelolanya, walhasil rakyat Indonesia hanya bisa pasrah dan diam seribu bahasa.

Belum lagi masalah korupsi yang sudah sangat menggurita di negeri ini, semakin menambah penderitaan rakyat. Beginilah jadinya jika setiap masalah tidak dihukumi sesuai syariat, bukannya selesai malahan menjadi semakin rumit.

Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) mendapati bahwa mayoritas Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak mengetahui terjadinya perilaku korupsi di instansinya bekerja. Riset mendapat kalau 39,2 persen PNS sama sekali tidak mengetahui dan 30,4 persen kurang tahu terjadinya korupsi di instansinya. Sedangkan terdapat 25,5 persen PNS yang sangat atau cukup tahu adanya kemungkinan korupsi di instansinya. Rinciannya, sebanyak 3,1 persen sangat tahu dan 22,4 persen cukup tahu. ( Www.republika.co.id ,18/04/21)

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, tak menampik masih mendapati PNS atau ASN yang terjerat korupsi. Tjahjo menyebut setiap bulan Kemenpan RB memecat tidak hormat para PNS korup.

“Jujur kami tiap bulan rata-rata hampir 20 hingga 30 persen PNS yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, harus kami ambil keputusan untuk diberhentikan dengan tidak hormat,” kata Tjahjo Kumolo dalam acara rilis survei LSI virtual, Minggu (18/4). Www.merdeka.com (18/04/21)

Hampir di setiap lini kehidupan para pemegang kekuasaan tergiur dan akhirnya tersandung masalah korupsi. Hal semacam ini bisa terjadi dikarenakan tidak adanya pemahaman Islam yang sebenarnya di dalam benak penguasa. Wajar saja karena sistem hukum yang diambil oleh negara kita merupakan sistem hukum kapitalisme sekuler buatan kaum kafir ataupun negeri-negeri barat. Yang nyatanya tidak mampu menyejahterakan rakyatnya sampai saat ini.

Dalam sistem kapitalis liberal para pelaku koruptor tidak ada rasa takut untuk menjalankan aksinya, hal ini dikarenakan ketidaktegasan dalam menghukumi pelaku korupsi, walhasil tersangka korupsi semakin hari semakin banyak. Ditambah lagi dengan tidak adanya keimanan yang benar-benar mengakar di dalam dirinya, maka sangat mudah untuk terjebak bujuk rayu setan untuk meraih kesenangan dunia.

Sudah terlalu banyak penderitaan yang dialami oleh rakyat akibat diterapkannya hukum buatan manusia. Sudah saatnya bangkit dan ganti dengan sistem Islam, yang telah terbukti mampu menyejahterakan rakyatnya selama 13 abad lamanya sampai menguasai ⅔ dunia.

Wallahu’alam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *