Korban Kekerasan Aparat, Faisal Harus Jalani Hidup Tanpa Batok Kepala Selama 6 Bulan

SuaraInqilabi– Faisal Amir, Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) harus menjalani rawat inap selama 6 bulan di Rumah Sakit setelah mejadi korban kekerasan aparat saat demonstrasi didepan DPR. Dia harus menunggu batok kepala buatan karena tengkoraknya mengalami retak.

“Dia dirawat sambil menunggu batok kepala buatan selesai dibuat,” terang ibu Faisal, Ratu Agung pada Selasa, (1/10).

Ibunya mengatakan bahwa putranya harus hidup tanpa tempurung kepala dalam 6 bulan. Dia juga harus menjalani operasi pelepasan pen di pundak pada bulan pekan depan.

“Alhamdulillah kondisinya sekarang sudah membaik. Sudah bisa diajak bercerita, bahkan nyanyi. Tapi belum bisa jalan,” kata Ratu dilansir dari Tempo

Faisal, Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia ini menjadi korban dalam demonstrasi mahasiswa di DPR RI, ketika akan menjemput kawan-kawannya yang masih berada di Palmerah. Dia menjadi koordinator aksi dari UAI yang bertanggungjawab terhadap teman-temannya. Saat pamit menjemput rekannya, Faisal tak kunjung kembali di titik kumpul mahasiswa di Hotel Sultan.

Faisal akhirnya ditemukan sudah tak sadarkan diri dan bersimbah darah di lahan proyek antara Gedung DPR setelah selesai melakukan demonstrasi. Dia langsung dilarikan ke RS Pelni, Jakarta Pusat oleh rekan-rekannya. [] Nilufar Babayigit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *