Komunisme Ideologi Setan, Khilafah Bagian dari Ideologi Islam

Oleh: Abu Mush’ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Komunisme awalnya lahir dari sikap anti kapitalisme yang dianggap menindas masyarakat. Komunisme memandang Kapitalisme sebagai penindas rakyat lemah.

Komunisme diharapkan mampu membubarkan Kapitalisme dan mensejahterakan masyarakat. Ideologi ini sangat anti agama karena agama dipandang sebagai pemecah persatuan dan kesatuan rakyat.

Agama dipandang sebagai candu yang menghalangi kebangkitan. Sebagian kalangan masyarakat kala itu sempat meyakini komunisme akan mampu memberikan keadilan.

Namun sayang komunisme selalu memberikan solusi yang berdarah-darah. Revolusi terjadi jika ada pergesekan fisik antara kelas borjuis (penguasa) dan proletar (petani).

Kelas baru yang terbentuk itu masyarakat sosialis komunis. Maka tak heran bila banyak korban jiwa berjatuhan.

Jutaan jiwa hilang ketika Rusia dikudeta partai komunis. China pun demikian, pertarungan antara partai Komunis China melawan gerakan nasionalis kapitalis China berujung pada konflik yang dimenangkan Mao Tse Dong.

Sun Yat Sen yang pro kapitalis terpaksa menyingkir ke Taiwan. China menjadi negara Komunis, namun dalam sejarahnya jutaan rakyat China juga banyak meninggal karena kebijakan Mao yang sangat komunis.

Di Indonesia, langkah fisik PKI dilakukan sebanyak dua kali. Pemberontakan di Madiun 1948 dan pemberontakan G30S/PKI yang memakan banyak korban. Ajaran Komunis pun dilarang lewat TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966.

Sedangkan Khilafah adalah ajaran Islam. khilafah adalah sistem Kepemimpinan Islam yang akan menerapkan syariah Islam secara Kaffah.

Istilah Khilafah didukung oleh banyak dalil dalam agama Islam. Baik itu Al Qur’an, Hadis dan penjelasan para Ulama.

Khilafah adalah Sistem Kepemimpinan Islam dan bukan Ideologi. Khilafah adalah salahsatu bagian dari Ideologi Islam seperti Shalat, Zakat, Puasa, Haji dan lain-lain.

Mengingkari Khilafah sama seperti membenci ajaran Islam yang lain. Sama seperti memusuhi Shalat, Zakat, Puasa, Haji, dan lain-lain.

Khilafah periode pertama terus ada sejak Rasulullah SAW wafat kemudian diganti Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq hingga Khilafah Turki Ustmani runtuh pada tahun 1924. Khilafah pun diganti oleh sistem demokrasi dengan ideologi kapitalisme ala Barat.

Sistem Islam ini dalam melakukan perubahan di tengah masyarakat tidak membolehkan cara kekerasan. Semuanya dilakukan dengan cara pemikiran.

Sehingga banyak orang memeluk Islam karena keluhuran ajaran Islam. Bahkan orang sekeras Umar bin Khattab ra, Khalid bin Walid ra, Ikrimah bin Abu Jahal ra pun memeluk Islam bukan karena kekerasan namun karena tertarik dengan dakwah pemikiran.

Oleh karena itu, sungguh disayangkan jika misalnya ada orang yang menyamakan antara ajaran Khilafah dengan ajaran Komunisme. Lalu menyerang Khilafah dengan membuat istilah Khilafahisme.

Istilah itu secara langsung mau tak langsung menyerang kata Khilafah yang merupakan ajaran Islam yang luhur. Khilafah adalah hak milik seluruh kaum Muslimin.

Khilafah adalah sistem yang melindungi rakyatnya apa pun latar belakang pribadinya. Menurut Will Durrant dalam Story of Civilization, Khilafah mempunyai kontribusi yang besar untuk dunia. Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama beradab-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka”, ujarnya.

Dalam sistem Khilafah, banyak orang dengan suku, ras dan agama bisa hidup harmonis. Luas wilayahnya sebesar 2/3 dunia dengan jangka waktu 14 abad. Dalam Khilafah tidak ada kekerasan antar kelas seperti dalam komunisme.

Khilafah malah sempat dibela oleh warganya yang Non Muslim dari serangan tentara salib. Warga tersebut membela Khilafah karena menikmati keadilan dan kemakmuran yang tidak ditemukan dalam sistem kepemimpinan yang lain di dunia. []

Bumi Allah SWT, 15 Juni 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *