Komunis Bengis Harus Ditepis

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Ummu Alkhalifi (Anggota Komunitas Setajam Pena)

Bahaya Komunis yang semakin bengis, terus saja membuat umat semakin menangis. Perlu diketahui, karena mereka para kaum yang berideologi komunis sejatinya tidak sesuai dengan fitrah manusia. Bagaimana tidak, jika peran Allah sebagai pencipta alam dan kehidupan saja mereka nafikkan begitu saja.

Padahal, ancaman Kapitalisme yang didepan mata belum juga berakhir. Kini umat islam nampak begitu nyata akan kepungan antara ideologi yang merusak dan berbahaya. Yaitu ideologi sistem kufur yang dibuat oleh manusia, yang hanya mengandalkan akal dan hawa nafsu semata. Namun, sangat disayangkan, aksi umat untuk melawan komunis hanya dilihat dari sudut pandang kecil saja.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah kembali menemukan pelibatan anak-anak dalam aksi yang digelar dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan seperti, Front Pembela Islam(FPI), PA 212, hingga Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Apel Siaga yang bertajuk “Ganyang Komunis” banyak dihadir oleh ribuan masa, dengan berikrarkan siap jihad qital untuk memerangi kaum komunis dan pihak – pihak yang berusaha ingin mengubah dasar negara(Pancasila) mereka. Diketahui ko 15 hingga 20 persen peserta tersebut adalah anak- anak, padahal disitu banyak terlontarkan ujaran kebencian. Seperti kata-kata yang menghalalkan sembelih orang, sembelih komunis. Sehingga menurut Komisioner KPAI bidang Hak sipil dan Partisipasi Jasra Putra kekerasan berbentuk verbal yang tak terhindarkan akan menjadi santapan anak-anak. Sehingga akan nerdampak buruk terhadap perkembangan jiwa anak-anak menurutnya (liputan6.com, 5/7/2020).

Sangat tidak adil, ketika anak terlibat pada aksi yang haq, KPAI bersuara dengan lantang. Namun bagaimana dengan bahaya game-game perkelahian yang di gandrungi anak-anak? Pun video-video di youtube yang juga bebas menampilkan adegan perkelahian, penyiksaan dll.?

Sesungguhnya aksi yang ditunjukkan umat dalam menolak komunis hingga resolusi jihad qital adalah bentuk dari semangat untuk memperjuangkan yang haq yaitu Islam. Dengan kobaran semangat mereka siapkan jiwa, raga, dan juga nyawa mereka. Karena umat Islam itu harus sadar dengan ancaman bahaya ideologi, mampu menghadapi dan menghancurkannya.

Untuk saat ini kita tahu bahwa kapitalisme adalah satu-satunya ideologi yang paling dominan dalam perpolitikkan. Sedangkan sosialisme telah lama hancur ditingkat internasional, disaat Uni Soviet runtuh pada tahun 1991. Namun sampai saat ini idenya masih menjelma dan diemban oleh partai-partai komunis di China, Vietnam, Korea Utara juga Kuba. Sehingga ancaman yang nampak begitu nyata di dunia walaupun kapitalisme yang juga keji masih saja menguasai.

Maka dari itu perlu diwaspadai bagi umat Islam, atas adanya bahaya dan ancaman dari ideologi-ideologi tersebut. Sebagai umat Islam kewaspadaan haruslah utuh. Dengan berbekal ilmu dan pemikiran Islam, umat harus meningkatan kewaspadaan ideologis. Kita harus menjadi umat yang terbaik, yang akan memenangkan ideologi Islam diatas ideologi bathil, yang hanya merusak yaitu kapitalisme maupun sosialisme komunisme.

Karena semua itu adalah ideologi yang dengan jelas menolak semua syariat Islam. Untuk itu sudah saatnya kita perjuangkan kembali sistem Islam. Kita jayakan kembali kehidupan Islam dengan menerapkan seperangkat aturan yang ada di dalamnya dengan sistem khilafah.

Dan yang terpenting jangan bersikap pragmatis. Sehingga, melalaikan akan kewajiban yang hakiki yaitu memperjuangkan tegaknya kembali sistem Islam dibawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Harus kita yakini bahwa dengan tersampaikannya kepada umat dengan diterapkannya syariat Islam, justru inilah yang akan menjadikan ideologi-ideologi bathil itu sirna.
Wallahu a’lam bish-shawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.