Khilafah yang Ditawarkan Sekarang itu Solusi Tuntas Umat Manusia, Bukan Merusak

Oleh: M. Azzam Al Fatih (Pemerhati Politik)

Seorang ilmuwan menciptakan motor listrik hemat BBM dengan proses yang lama, butuh biaya banyak, dan membutuhkan pemikiran yang lama pula. Tentu dia pun mencatat kelebihan dan kekurangan selama proses pembuatan. Yang pada akhirnya catatan itulah yang menjadi rambu – rambu atau aturan motor listrik yang dibuatnya. Sebagai pegangan terpenting bagi pemakai motor listrik tersebut dalam rangka menjaga dan merawat motor tersebut. Selanjutnya sipemilik motor tentunya akan memakai panduan tersebut sebaik mungkin setelah memahami secara benar kelebihan dan kekurangan motor listriknya. Apalagi jika motor listrik tersebut di jadikan inventaris pada suatu instansi, tentu sang atasan instansi terkait membuat kebijakan dengan mewajibkan seluruh karyawan yang mendapatkan inventaris motor tersebut wajib merawat dan menjaganya dengan menggunakan panduan buku yang dibuat oleh pencipta motor listrik tersebut. Kemudian, karena sang pimpinan mempunyai amanah dan tanggung jawab penuh dari si empunya instansi. Maka ia pun mengawasi sebaik mungkin seluruh karyawan yang mendapatkan inventaris tersebut demi eksistensi sebuah instansi.

Apa yang saya tulis tersebut merupakan contoh sederhana yang mudah diterima oleh manusia yang berakal sehat. Logika sederhana atas peraturan – peraturan Haq kehidupan yaitu syar’iat Islam yang Allah SWT turunkan untuk mengatur kehidupan dunia agar tidak hancur bahkan memberi manfaat bagi para penghuni alam dunia ini. Begitu juga Allah SWT menciptakan sebuah sistem yang menjalankan aturan bakunya sebab tanpa sistem tersebut, mustahil aturan itu akan diterapkan secara kaffah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat An Nur ayat 55.

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًاۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـًٔاۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”.

Dalam ayat di atas Allah SWT menjanjikan akan memberikan kekuasaan kembali sebagaimana Allah SWT telah memberikan kekuasaan sebelumnya. Kekuasaan yang menjamin setiap manusia keselamatan, kesejahteraan, kedamaianya, keamanan, dan sebagainya, yang tentunya menjadikan kehidupan ini menghantarkan kebahagiaan dunia sampai Akhirat.

Sebuah sistem islam “Khilafah Islamiyyah” yang pernah dipraktekkan kanjeng Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya hingga kekhilafahan Turki ustmani. Dari sistem itu pula hampir seluruh dunia merasakan
Bagaimana kebaikan – kebaikan dari sistem khilafah Islamiyyah tersebut. Hampir sekitar 2/3 dunia yang pernah merasakan rahmat akibat diterapkanya syariat Islam secara kaffah dibawah naungan khilafah selama berabad – abad. Yang mana, sampai saat ini inipun belum ada yang menyamai kesuksesan dalam mengubah peradaban dunia.

Kembalinya khilafah Islamiyyah yang Allah SWT janjikan dalam Al Qur’an surat An Nuur ayat 55 tersebut dipertegas dengan kabar gembira yang datang dari kanjeng Nabi Muhammad SAW bahwa akan datang kembali khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Sebagaimana Hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya( no 184. .50) Abu Dawud At thoyalisi dalam musnadnya
( no 439) Al bazar dalam sunnahya (no 2796)

Dan kini, janji Allah SWT itu semakin dekat, seolah khilafah tinggal esuk hari. Lihatlah bagaimana bendara Al Liwa dan Ar Roya,’ bendera pemersatu umat Islam seluruh Dunia telah menjadi milik umat. begitu juga dengan khilafah semakin di hati umat. begitu kencengnya opini Khilafah ditengah – tengah negeri yang sedang carut marut masalah tak ada ujung penyelesaiannya. Opini khilafah terus mengalir deras bak air terjun yang tak bisa dihalang-halangi.

Khilafah, Khilafah, Khilafah yang dijanjikan semakin dekat membuat para pengusung kapitalisme, jongos penjajah dan para budak iblis menjadi gerah, marah yang bercampur dengan rasa kecemasan dan ketakutan, Manakala dirinya terancam tersingkir dari peradaban dunia. Terancam manakala kekuasaan yang demi kepentingan pribadi akan sirna dan terhina karena sejatinya Khilafah Islamiyyah itu untuk memunculkan kebaikan – kebaikan serta menjadikan Negeri yang membawa Rahmat semua manusia. Tentunya ketika hal – hal kebaikan yang muncul pasti segala keburukan akan sirna serta para pengusung keburukan akan terhina sendiri kecuali dia mau kembali ke jalan yang Allah kehendaki. Allah SWT berfirman dalam surat Al Isro’ ayat 81

وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا

“Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.”

Karena merasa terancam, maka para pengusung dan jongos kapitalisme selalu menghalangi dengan menebar ancaman para pengemban Khilafah. Menyebar opini buruk tentang khilafah, walau pemikirannya tidak masuk akal meski seorang prof. Dulu mengatakan khilafah itu tidak ada dalam Islam dan minta untuk ditunjukkan dalilnya. Akhirnya dia sendiri menjadi pecundang. Kini setelah khilafah tak terbendung lagi, opini pun disebar dengan mengatakan Khilafah Islamiyyah yang ditawarkan membawa masalah. Halloooo, masalah darimana? masalah dari cina dengan hutang yang menggunung.

Hadeech, perlu diketahui bahwa khilafah Islamiyyah yang ditawarkan saat ini adalah solusi tuntas bagi negeri ini bukan masalah. Khilafah yang mengikuti manhaji kenabian dan sesuai perintah Allah SWT adalah solusi, sebab apa yang akan diterapkan adalah Wahyu Allah SWT, dengan sumber hukum yang pasti yaitu Al Qur’an, Hadist Rosululloh, ijma sahabat dan qiyas. Sedangkan seorang Kholifah yang terpilih, dipastikan amanah karena terikat dengan syariat Islam.

Jadi, apa yang di katakan Prof Mahfud MD adalah gagasan yang berdasarkan nafsu saja. Demi menjaga dirinya, tuanya dan para jongos yang terlibat dalam mengukuhkan sekaligus mengokohkan ideologi kapitalisme yang sedang sekarat karena memnag tidak sesuai dengan Fitroh manusia.

Walhasil hanya Khilafah lah yang akan memenangi percaturan peradaban dunia di akhir zaman ini yang InsyaAllah semakin dekat. Karena semua ini sudah diqodlokan Allah SWT dengan janji yang tak pernah teringkari. Yang mana khilafah adalah solusi tuntas bagi umat manusia. Dan berbahagialah yang terlibat didalam peradaban gemilang ini, karena kalian tercatat sebagai pembela kebenaran dari pencipta sekaligus penguasa jagad raya.

Wallahu’Alam Bhishowwab.

Pegununganan seribu, 4 – 01 – 20.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *