Khilafah yang Dirindukan

Oleh : Widya Tantina (Aktivis Muslimah)

Hari ini, hampir tidak ada kalangan yang tak membicarakan bahkan meperdebatkan soal Khilafah. Tak hanya dari kalangan biasa, kalangan akademisi bahkan penguasapun tak luput dari menyoal topik panas tersebut.

Namun sayangnya, kebanyakan mereka berpandangan bahwa Khilafah adalah ideologi sesat dan terlarang di Indonesia. Karena itu, banyak cara penguasa untuk menghentikan dakwah tentangnya, apalagi ketika mereka merasa terancam kekuasaannya seperti saat ini. Stigma negatif dan fitnah keji dilempar ke publik untuk menjerat jamaah dan personal yang memperjuangkannya.

Sebenarnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan adanya dakwah Khilafah hari ini. Karena ia adalah sistem pemerintahan ideal yang memberikan solusi terhadap segala persoalan umat sesuai syariat Islam. Terlebih saat Pandemi seperti hari ini, islam punya solusinya. Lockdown Syar’i atau karantina lokal.

Ketika mendengar ada wabah, seketika itu juga segera tutup akses masuk dan keluar wilayah yang terjangkit wabah. Dan terpisahlah antara yang sakit dan yang sehat. Yang sakit diobati dan dilakukan upaya-upaya untuk mengembalikan keadaan hingga kembali sehat. Sementara itu, yang sehat bisa beraktivitas seperti biasa. Tidak ada penghentian aktivitas perekonomian di tengah masyarkat.

Langkah ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan ketika masa Khalifah Umar bin Khaththab ni sebagaimana pernah diterapkan oleh Rasulullah SAW dan Khalifah Umar bin Khaththab r.a.. Hingga tidak ditemui sepanjang sejarah Khilafah penanganan wabah yang berkepanjangan seperti saat ini.

Demikian juga, ketika daulah mengalami krisis ekonomi, khilafah memiliki seperangkat alur mekanisme untuk mengatasinya. Dan seolah ingin mengajarkan dan menggambarkan pada kita yang hidup hari ini, Allah mentaqdirkan kondisi krisis ketika Umar bin al-Khaththab menjabat sebagai Khalifah.

Ketika itu, rakyat mengalami kelaparan massal, ribuan orang sakit. Roda ekonomi berjalan terseok-seok, bahkan sudah sampai level membahayakan, dan ada yang berani menghalalkan segala macam cara untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya. Bahkan binatang buas pun sampai masuk ke perkotaan. Binatang ternakpun banyak yang mati, kemarau menghebat, jarang ada makanan. Orang pedalaman pergi ke perkotaan. Mereka mengadu dan meminta solusi dari Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab. Lalu, Iapun segera mengambil langkah-langkah penyelesaian yang cepat dan tuntas.

Karena kepekaannya, beliau sering berpuasa dan rela manahan lapar demi rakyatnya. Hidup sederhana dan apa adanya. Serta dengan sigap, langsung menugaskan beberapa orang di berbagai penjuru Madinah untuk memantau kondisi rakyat dan segera memberi pertolongan.

Kemudian memberi makanan kepada orang-orang dari Dar ad-Daqiq, sebuah lembaga perekonomian yang berada pada masa pemerintahan Umar.

Lembaga ini bertugas membagi tepung, mentega, kurma dan anggur yang berada di gudang kepada orang-orang yang datang ke Madinah sebelum bantuan dari Mesir, Syam dan Irak datang. Dar ad-Daqiq kian diperbesar agar bisa membagi makanan kepada puluhan ribu orang yang datang ke Madinah selama sembilan bulan, sebelum hujan tiba dan memberi penghidupan.

Apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar ra. di atas menunjukkan kecerdasan beliau  dalam membuat keputusan, mengatur dan mengelola seluruh struktur pemerintahan, sehingga bisa cepat, sigap dan tuntas dalam melayani krisis ekonomi. Lembaga-lembaga pemerintahan yang langsung berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan rakyat, baik yang bergerak dalam bidang finansial atau yang lainnya, langsung diminta bergerak cepat. Khalifah sendiri yang bekerja dalam posko-posko tersebut, memastikan semua berjalan optimal.
Sungguh, sebuah sistem yang teruji dan solutif. Sistem yang terbukti sepanjang 1300 tahun lebih mampu mengelola urusan umat dengan sangat baik. Sistem seperti inilah yang harusnya dirindukan dan diperjuangkan kehadirannya di tengah umat, bukan malah dijauhkan bahkan dibenci. Terlebih di tengah terpuruknya perekonomian dan semua aspek kehidupan hari ini, harusnya menjadi momen penting untuk kembali melirik, mengambil dan menerapkan kembali sistem Khilafah Islamiyan ini sebagai solusi idealnya, supaya keberkahan melimpah pada negeri ini.

Quran Surat Al-A’raf Ayat 96 “Sekiranya penduduk negeri-negeri ini, yang Kami mengutus rasul-rasul Kami kepada mereka percaya pada ajaran yang dibawa oleh para rasul itu dan takut kepada Rabb mereka dengan meninggalkan kekafiran dan kemaksiatan serta menjalankan perintah-perintah-Nya niscaya Kami akan membukakan untuk mereka pintu-pintu kebaikan dari segala penjuru. Tetapi mereka tidak percaya dan tidak takut kepada Allah. Bahkan mendustakan ajaran yang dibawa oleh rasul-rasul mereka. Maka Kami hukum mereka dengan azab yang datang secara tiba-tiba akibat dosa-dosa yang telah mereka perbuat.”

Wallahua’lam bisshowab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *