Khilafah dan Jihad: Ajaran Islam Solusi Problem Dunia

Oleh: Yuliani, S.I.P (Aktivis Muslimah  kaltim)

 

Khilafah dan jihad bukanlah satu hal yang asing untuk diperbincangkan hari ini, karena khilafah dan jihad adalah bagian dari islam namun tetap saja walaupun dari islam masih saja ada kalangan yang kontra dengan khilafah dan jihad. Menurut itjima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke-VII membahas makna jihad dan khilafah dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ijtima ulama yang digelar Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut merekomendasikan agar masyarakat dan pemerintah tidak memberikan stigma negatif terhadap makna jihad dan khilafah.(sumber: detiknews.com 11 november 2021)

Bukan tanpa maksud dari pernyataan MUI ini karena melihat bagaimana khilafah dan jihad di stigma negative sampai mengarah kepada terorisme. Jika diingat bagaimana sebuah ormas islam hizbut tahrir indonesia di cabut badan hukumnya untuk membungkam aktivitas dakwah syariah dan khilafah, para ulama dan para aktivisnya diperkusi dengan alasan memecah belah NKRI. Seperti Habib Rizieq Shihab, Felix Siauw, Ustad Abdul Somad, Syekh Ali Jaber,  KH Umar Basri. (sumber: jawapost.com Sabtu, 20 November 2021)

Namun  tak cukup hanya menghapus cap negatif terhadap jihad dan klhilafah, seyogyanya ulama mengurai bahwa khilafah adalah system pemerintahan yg dicatat sejarah mampu menjadi solusi problem ekonomi umat, mewujudkan persatuan-kekuatan muslim seluruh dunia dan membela muslim tertindas di penjuru mana pun dengan seruan jihad.

Sungguh miris jika mengingat perlakuan pemerintah bahkan masyarakat yang tidak paham terikut pada pemahaman bahwa dua kata ini sangat berbahaya. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi padahal Indonesia merupakan penduduk yang mayoritas kaum muslim?

Tentu hal itu terjadi disebabkan oleh sistem kapitalis-sekuler yang pasti akan memisahkan aturan agama dari kehidupan seperti pemerintahan, ekonomi, dan hukum yang akan mengancam hegemoni mereka. Maka tidak heran jika banyak ulama dan aktivis dakwah yang diperkusi karena dakwah yang dibawa bertentangan dengan kepentingan kapitalis-sekuler.

Bagian dari Ajaran Islam….

Yang harus dipahami oleh kaum muslimin di seluruh dunia bahwa khilafah dan jihad adalah bagian dari islam yang tidak terpisahkan dan penerapannya merupakan kewabajiban bukan standar yang dapat dipilih.

Islam adalah agama yang sempurna dari masuk toilet sampai masuk liang lahat  dan dari bangun tidur sampai bangun negara islam mempunyai aturannya. Maka tidak ada hal sekecilpun yang luput tidak diatur oleh islam. Oleh karenanya, jihad dan khilafah adalah bagian dari ajaran Islam yang tidak boleh hilang begitu saja.

Penerapan islam secara kaffah adalah bentuk penjagaan Allah SWT terhadap makhluknya. Kaum muslim di seluruh dunia wajib berada dalam satu negara dan wajib pula memiliki satu pemimpin (khalifah) bagi mereka. Secara syar’i, kaum muslim di seluruh dunia haram memiliki lebih dari satu negara dan lebih dari seorang khalifah. Begitu pula, wajib hukumnya menjadikan sistem pemerintahan Islam—Khilafah—sebagai sistem kesatuan dan haram menjadikan federasi sebagai sistem negara.

 

Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash yang mengatakan Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang telah membaiat seorang imam/khalifah, lalu ia telah memberinya genggaman tangannya dan buah hatinya, hendaklah ia menaatinya sesuai dengan kemampuannya. Kemudian jika datang orang lain yang hendak merebut kekuasaannya, maka penggallah orang itu.” (HR Muslim)

Di dalam Ajhizah Daulah al-Khilafah karya Syekh Abdul Qadim Zallum tertulis bahwa daulah Islam, yakni Khilafah, merupakan kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia. Khilafah tegak untuk melaksanakan syariat Islam dengan pemikiran Islam dan hukum-hukum yang terpancar darinya. Khilafah juga untuk mendakwahkan Islam sekaligus berjihad di jalan Allah. Istilah lain Khilafah adalah imamah dan imarah al-mu’minin. Jabatan khalifah adalah jabatan duniawi, bukan jabatan ukhrawi.

Khilafah ada untuk menerapkan dan menyebarkan agama Islam di tengah-tengah umat manusia. Khilafah secara pasti bukanlah kenabian. Khalifah atau Imam bisa saja berbuat salah karena mereka adalah manusia biasa, bukan nabi atau rasul. Adapun tentang jihad, ia adalah puncak keagungan Islam. Jihad merupakan metode mendasar yang telah Islam tetapkan untuk mengemban dakwah Islam ke luar negeri. Pengurusan jihad hanya menjadi wewenang Khalifah, bukan orang lain. Khalifah akan membentuk departemen yang mengurusi jihad. Mengemban dakwah Islam merupakan aktivitas pokok Daulah Islam setelah penerapan hukum-hukum Islam di dalam negeri.

Sehingga penerapan khilafah dan syariah adalah kewajiban dan bukan pilihanWajib untuk mengambil ajaran Islam secara menyeluruh. Ajaran Islam itu paripurna, lengkap, dan sesuai kebutuhan manusia karena Islam adalah agama Allah Swt. yang Maha Mengetahui segala kebutuhan manusia. Wallahua’lam bishawab.

 

*Isi tulisan sepenuhnya tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *