Keunggulan Ideologi Islam

Oleh: Irma Setyawati, S.Pd (penulis dan aktivis perempuan Pasuruan)

Ideologi atau pandangan hidup adalah pemikiran dasar yang memancar darinya sistem atau berbagai peraturan hidup . Ideologi memberikan solusi terhadap berbagai persoalan manusia, sebuah masyarakat dan sebuah bangsa. Ideologi ada yang muncul dari benak manusia untuk di aplikasikan di masyarakat seperti ideology kapitalisme dan sosialisme, ada juga ideology yang muncul dari benak manusia melalui wahyu Allah SWT seperti idelogi Islam. Sejauhmana kemampuan sebuah ideology menjawab persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat dengan solusi yang benar dan tidak menimbulkan persoalan baru adalah tergantung dari dasar lahirnya sebuah ideologi tersebut. Sebuah ideologi yang dari lahir dari benak manusia dengan akalnya yang terbatas dan tidak mampu memahami segala sesuatu yang ada di alam semesta ini tentunya ketika di realisasikan menimbulkan banyak persoalan. Seperti yang kita saksikan saat ini, tampak nyata ketika manusia mengorganisir masyarakat dengan ideology yang dirumuskannya sendiri sangat rentan dengan berbagai macam diskriminasi, perbedaan, kontradiksi, penderitaan dan sangat dipengaruhi oleh berbagai kepentingan.
Ideology buatan manusia seperti Kapitalisme atau Sosialisme baik dalam bentuk demokrasi parlementer, presidensial, kediktatoran, monarki atau kerajaan dan sebagainya selalu menunjukkan diskriminasi. Mengingat para penguasa yang membuat hukum selalu lebih mendahulukan kesejahteraan mereka sendiri sebelum berpikir kesejahteraan masyarakat dan negaranya. Dan mereka tidak akan membuat hukum yang bertentangan dengan kepentingan-kepentingan material mereka. Sedangkan ideology yang lahir dari wahyu Allah SWT seperti Islam, tidak mengakui keberadaan manusia sebagai pembuat hukum, karena al hakim adalah milik Allah SWT.

Salah satu indicator ideology itu unggul adalah dengan melihat bagaimana hasil dari diterapkannya ideology tersebut di tengah masyarakat. Apakah berhasil mencapai kemajuan masyarakat dan negaranya serta sejauhmana keseimbangan mereka dalam memenuhi kebutuhan individu dan masyarakatnya.
Menengok hasil ideology yang mempimpin dunia saat ini yaitu ideology Kapitalisme yang diterapkan saat ini, apakah telah mencapai keberhasilannya?

Kita lihat dari aspek ekonomi. Kita justru melihat hasil dari perdagangan bebas yang diterapkan Kapitalisme sejak tahun 1960 an hingga saat ini memang menciptakan sejumlah orang terkaya di dunia, akan tetapi sistem ekonominya menimbulkan kesenjangan yang lebar antara si kaya dan si miskin. Buktinya, menurut penelitian World Institute for Development Economics Research, tanggal 7 Desember 2006 yang sangat mengejutkan karena hasil riset mendapati 1% orang terkaya di dunia ternyata menguasai 40% dari seluruh kekayaan di bumi ini. Dan bahwa hanya 10% dari penduduk bumi ini yang menguasai 85% dari seluruh kekayaan dunia.
Dari aspek social pun Kapitalisme juga mengalami kegagalan. Kapitalisme berhasil mencetak skor pendapatan dari industry pornografi yang lebih besar daripada PDB 138 negara di dunia , 32% di antaranya berasal dari industry pornografi remaja. Inilah yang menunjukkan nilai kebinatangan dari konsep kebebasan. Masyarakat Kapitalisme di penuhi anak-anak haram, karena menjamin kebebasan seksual, bahkan hak bagi seseorang untuk menikah dengan sesama jenis di lindungi . Kapitalisme juga membolehkan berdirinya took-toko hewan maupun boneka untuk pemuas seks. Sehingga menghasilkan masyarakat yang amoral, liberal dan tidak beradab.

Belum kerusakan dari aspek lainnya. Kita bisa melihat dengan mata telanjang bagaimana kerusakan masyarakat dan negara yang di atur berdasarkan ideology buatan manusia. Disana sini terjadi krisis, dan sector ekonomi saat ini hanya jadi alat eksploitasi konglomerat. Sistem politikpun penuh dengan intrik dan korupsi. Sistem peradilan yang tidak adil, tidak tegas dan bertele-tele, serta pendidikan yang melahirkan generasi lemah iman dan rapuh kepribadiannya. Semuanya karena prinsip ideologinya memisahkan agama dari kehidupan bahkan negara, serta standart manfaat-mudharat yang menjadi tujuan. Kita melihat berbagai diskusi di media tentang kebijakan politik, ekonomi, hukum , dll semuanya tidak di bahas dari sudut pandang halal haram, tapi hanya dari sisi manfaat-mudharat.

Maka siapapun yang memiliki kedalaman dan kecemerlangan berpikir, pasti akan memilih hidup di atas bangunan ideology Islam. Karena bersumber dari wahyu Allah SWT yang menjadikan halal haram sebagai standar dalam menyelesaikan masalah kehidupan. Serta menyatukan agama dengan kehidupan dan negara.
Sejarah dan fakta-fakta di lapangan telah menjadi saksi atas keunggulan ideology Islam. Masyarakat yang menerapkan ideology Islam adalah masyarakat yang di jaga oleh berbagai lapisan pelindung baik dari dalam dan luar dengan ketakwaan. Ketika hukum Allah SWT yang diterapkan akan tercipta masyarakat yang bermartabat, penuh kesalihan, ketakwaan dan keadilan.

Sebagaimana yang ditulis oleh Dr.William draper, seorang sejarawan kelahiran Inggris amerika. Yang menyatakan “ Selama masa Khilafah, kalangan terpelajar dari kaum Nasrani dan Yahudi tidak hanya mendapatkan penghargaan tinggi, tetapi mereka di angkat utnuk menduduki jabatan-jabatan dengan tanggungjawab yang besar dan di promosikan di posisi yang tinggi di pemerintahahan…..Dia(Harun Ar Rasyid) tidak pernah memandang dariman orang terpelajar itu berasal , atau agama dan keyakinannya, melainkan dari kecakapannya dalam bidang keahliannya”.

Selain itu Arnold Joseph Toynbee, seorang sejarawan Inggris dalam dua belas jilid analisisnya tentang bangkit dan runtuhnya peradaban yang berjudul “ A Study of History” menyimpulkan bahwa, “ Punahnya kesadaran (sentiment) ras sebagaimana terjadi di antara muslim murupakan salah satu prestai Islam dan dalam dunia kontemporer ini ada kebutuhan yang mendesak untuk menyebarkan nilai-nilai Islam.”

H.G Wells seorang penulis Inggris termasyhur dan di kenal sebagai Bapak fiksi Ilmiyah telah berkomentar, “ Ajaran-ajaran Islam telah mewariskan tradisi-tradisi yang agung dalam hal hubungan dan perilaku yang adil dan terhormat serta menginspirasi manusi dengan kemuliaan dan toleransi. Ini adalah ajaran manusiawi dalam tataran yang paling tinggi, dan pada saat yang sama dapat di praktikkan manusia. Ajaran ini telah di praktikkan pada sebuah masyrakat dengan tingkat kekearsan hati, penindasan kolektif dan kedzaliman yang sama dengan masyarakat – masyarakat yang ada sebelumnya…dan Islam penuh dengan penghormatan, sopan santun dan persaudaraan”.

Berbeda dengan ideology Kapitalisme, seperti yang di ungkap oleh Samuel P.Huntington, “ Barat berhasil menguasai dunia bukan karena keunggulan pemikiran-pemikirannya, nilai-nilainya tau agamanya, melainkan karena keunggulan dalam mengaplikasikan kekerasan yang terorganisasi. Orang-orang barat sering kali melupakan fakta ini, tetapi bangsa-bangsa non barat tidak akan pernah lupa dengan fakta tersebut”
Sungguh, ideology Islam adalah satu-satunya obat atas kerusakan masyarakat saat ini yang penuh dengan sifat-sifat buruk, kebrutalan, kejahatan dan kedzaliman serta kehidupan social yang rendah. Maka tidak ada pilihan lain ketika kita ingin bangkit menuju peradaban yang mulia dan di ridloi oleh Allah SWT adalah kita buang ideology kapilalisme dan sosialisme yang rusak dan merusak dan kita ganti dengan ideology Islam.

Ibarat menanam rumput berharap tumbuh padi, sebuah peradaban hanya akan tumbuh di habitat alaminya. Demikianpun dengan peradaban Islam tentu tidak akan pernah lahir dari institusi demokrasi Kapitalisme yang habitatnya telah memisahkan agama dari negara. Perdaban Islam hanya akan tumbuh di habitat alaminya yaitu institusi Khilafah Islamiyah yang bangunan sistem kehidupannya berasal dari wahyu Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *