Ketika Khilafah Tiada, Umat Bisa Apa?

Oleh : Anita Sya’ban S.TP

 

“induk ayam dikejar musang…anak ayam cari induknya…induk ayam berlari terus lari dan ditangkap musang…anak ayam mencari terus cari induknya yang hilang~~~ oh kasihan.. oh kasihan…aduh kasihan…”

Kita semua tentu familiar dengan lagu dari tayangan televisi yang digemari oleh semua usia tersebut. Seperti itulah gambaran kondisi umat saat ini. Kehilangan pelindungnya, junnahnya, pembela dan tempat mengadunya, sejak keruntuhan Khilafah 100 tahun yang lalu.

Hal itu menghadapkan kaum muslimin dalam keadaan yang susah payah lagi penuh derita diberbagai belahan dunia. Sebut saja Palestina, Turkistan Timur, Syiria, Yaman, Afghanistan dan Rakhine. Sungguh benarlah sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, tentang keadaan umat akhir zaman dimana umat islam sangat banyak jumlahnya namun rapuh seperti buih.

Perlulah kita menyadari karut marutnya keadaan umat saat ini sangat erat kaitannya dengan kemunduran berpikir umat. Perkara yang sifatnya wajib secara syariat justru dipertentangkan, kemudian dinyatakan sebagai sesuatu yang dapat diterjemahkan secara bebas oleh beberapa kalangan, misalnya perkara jilbab hingga pelegalisasian miras.

Segala kegaduhan ini membingungkan bagi yang tak paham, pun bagi yang mengerti tak tahu harus bagaimana. Lalu apakah umat harus diam saja? apa yang dapat dilakukan saat ini?

Allah telah menyatakan dalam Al Qur’an surah Ali Imran ayat 110 : “Kuntum Khaira Ummah” bahwa kaum muslimin adalah umat terbaik. Seyogyanya umat bangkit dan tersadar untuk segera bersatu. Mengingat bahwa sejarah telah mencatat bahwa umat yang begitu luar biasa kekuataan dan kesabarannya. Para pendahulu kita pernah terpuruk juga pernah menjadi korban namun akhirnya kembali bangkit. Baghdad, Spanyol dan Syam menjadi saksi akan kenyataan itu.

Sudah sepatutnya kita belajar dari sejarah bahwa umat harus memiliki keyakinan bahwa mereka adalah yang terbaik yang akan kembali memimpin dunia. Harus disyukuri apabila kita diberikan kecondongan untuk bisa belajar memahami kemudian menyampaikan ajaran agama islam, karena tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Apalagi menuntut ilmu wajib hukumnya bagi kaum muslimin.

Kemudian yang juga harus dimiliki umat adalah tekad sekuat baja dan effort yang paling serius dalam belajar guna kembali menjadikan umat ini sebagai yang terbaik, ditambah saat ini dunia sangat membutuhkan kehadiran mereka. Dengan ilmu dan tsaqafah islam itulah jalan menuju tujuan utama kita yakni meraih keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Wallahu’alam bish showab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *