Kesempatan yang Terbatas

Oleh : Jumi Handayani

Setiap saat Allah SWT tidak henti-hentinya mencurahkan nikmatnya. Tanpa kita meminta Allah selalu menyempurnakan nikmatnya.
Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang engkau dustakan? Sering kali kita tidak bersyukur. Menuntut banyak hal padahal kita sendiri semau kita melaksanan perintah dan larangan-Nya.

Kesempurnaan hanyalah milik-Nya. Namun Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita sebagai makhluk yang paling sempurna dari semua ciptaan-Nya. Begitu baiknya Allah SWT, tetap saja kita durhaka-Nya. Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang menyenangkan.” (At Tin: 5).

Kita hanya manusia biasa yang lemah dan terbatas, tempat salah dan khilaf, “Karena manusia diciptakan (bersifat) lemah” (QS.An-Nisa’:28).

Namun Sebanyak apapun perintah yang kita abaikan, Allah SWT selalu membuka pintu ampunan-Nya. Sebanyak apapun larangan yang kita kerjakan, Allah SWT selalu membuka pintu ampunan-Nya. Sebanyak apapun dosa yang kita buat, Allah SWT akan selalu membuka pintu taubatnya. Allah SWT berfirman:

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa’: 110).

Kesempatan ada batasnya. Allah SWT memberikan kita berbagai cobaan hidup agar kita kembali kepada-Nya. Jangan sampai kita menyesal di akhirat kelak karena menyia-yiakan kesempatan yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Allah SWT berfirman:

“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54). []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *