Kerajaan Warteg Bahagia: Dukung Ekonomi Negara?

Oleh: Sherly Agustina M.Ag (Owner @tilah Bakery dan Member Revowriter Cilegon)

Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash bahwa Rasulullah bersabda,

“Tidak ada seorang nabi pun sebelumku kecuali pasti menerangkan seluruh kebaikan kepada umatnya dan memperingatkan umatnya dari seluruh keburukan. Sesungguhnya umat kalian ini, kesempatannya dijadikan berada pada generasi awal. Ada pun generasi-generasi di akhir zaman akan menghadapi ujian besar dan perkara-perkara yang kalian ingkari.” (H.R. Muslim, An Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Saat ini umat Islam berada di akhir zaman seperti banyak hadis menyampaikan bahwa akan ada banyak fitnah menimpa kaum muslim. Ajaran Islam, ulama dan para pejuang yang ingin menerapkan syariah Allah Swt dikriminalisasi dan dipersekusi. Selain itu kebijakan-kebijakan pemerintah yang ada, naiknya harga gas “melon” dan juga tarif biaya BPJS. Ditambah harga-harga lain yang melambung tinggi hal ini membuat umat Islam khususnya rakyat yang di bawah tambah kesulitan.

Perekonomian kian lemah dan sulit, hal ini dirasakan oleh rakyat bawah. Hal ini membuat manusia merasa lelah dan mungkin ada yang stress dengan kehidupan semakin sulit. Sementara pendapatan tidak mencukupi, akibatnya banyak sekali bayi stunting atau kurang gizi. Bahkan ada yang kelaparan tidak memiliki beras sedikitpun.

Di awal tahun 2020, di mana banyak orang yang memiliki resolusi yang lebih baik. Bagi seorang muslim resolusi itu adalah meninggalkan kehidupan yang penuh kegelapan yaitu tidak menerapkan aturan Allah menuju kehidupan yang bercahaya yaitu dengan adanya penerapan aturan Islam. Namun anehnya, sebagian kaum muslim ada yang mendirikan kerajaan, keraton atau apapun namanya yang sangat mengernyitkan dahi.

Misalnya saja tanggal 12 Januari 2020, berdiri Keraton Agung sejagat di Purworejo. Kemudian ada yang mengaku sebagai penguasa Sunda Empire di Bandung. Sekarang tersiar kabar yang cukup mencengangkan juga bahwa telah berdiri Kerajaan Warteg Bahagia di Depok.

Dilansir oleh Sindonews, setelah Keraton Agung Sejagat di Kabupaten Purworejo yang menghebohkan, kini sejumlah kerajaan lain ikut bermunculan. Selain Sunda Empire yang viral di media sosial, ada juga Kerajaan Warteg Bahagia yang berpusat di Jalan RTM Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Raja Warteg Bahagia, Raden Mas Bahagia Agus Riyadi mengatakan, kerajaan ini didirikan untuk mendukung ekonomi negara. Di kerajaan ini berkumpul para pelaku usaha kuliner yang akan menyuguhkan aneka makanan dengan harga terjangkau dan lezat. “Jadi kita sangat berpihak pada mereka yang memiliki budget minim, tetapi ingin menikmati makan enak.”

Kerajaan ini didirikan karena pihaknya ingin mengangkat anak bangsa. Semua anak bangsa dari segala lapisan dan jenjang pendidikan diberdayakan di Kerajaan Warteg Bahagia. Ide munculnya kerajaan ini dari hasil kolaborasi dan akhirnya diwujudkan dalam bentuk Kerajaan Warteg Bahagia. Di sini kita ingin mengangkat anak bangsa karena tidak semua merasakan pendidikan tinggi. Kita memberdayakan kalangan dari SD hingga S3.

Menteri Miss Komunikasi Kerajaan Warteg Bahagia, Ahmad Dwi Saputro menambahkan bahwa pendirian kerajaan ini sebagai bentuk keprihatinan karena tidak ada kerajaan yang mengangkat isu bangsa, tapi hanya memanfaatkan uang rakyat.

Dengan sistem yang telah dibangun, pihaknya optimistis dapat menggempur kekuatan besar di bisnis kuliner asalkan para pelaku usaha kecil dapat bersatu dan solid. Dengan kita bersatu kita bisa menurunkan harga. Misal harga beras yang langsung kita pesan ke petani, ayam potong yang bisa langsung ke peternak. Jika ini dijalankan akan menekan ongkos produksi dan harga yang kita jual bisa lebih murah.” ( 25/01/20).

Secara logika tidak mungkin ada suatu kekuasaan di dalam kekuasaan, jika negara ini sudah diakui secara de jure dan de facto sebagai negara Kesatuan Republik Indonesia, maka tidak boleh ada lagi bentuk kekuasaan apapun yang ada di dalamnya. Kalaupun tujuannya adalah mengangkat isu-isu bangsa terutama perekonomian, dan memudahkan mendapatkan barang-barang yang murah, tidak harus dalam bentuk sebuah kerajaan. Cukup dalam sebuah perkumpulan misalnya UMKM atau organisasi. Jika seperti itu boleh dalam sebuah negara atau kekuasaan yang ada.

Logika berpikir yang keliru ini menunjukkan, bahwa dalam sistem demokrasi saat ini bukan hal yang mustahil bermunculan orang-orang yang stress bahkan sampai pada tingkat halu menurut bahasa sekarang. Karena mereka sudah jenuh dengan kondisi yang ada terutama dalam hal ekonomi.

Jika mereka muslim harusnya mereka kembali kepada aturan Allah, bukan mendirikan sebuah kerajaan apa pun namanya. Di daalamnya berkumpul untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan solusi-solusi yang sangat parsial misalnya dalam hal ekonomi agar rakyat mudah mendapatkan harga yang murah dan sebagainya.

Islam agama yang sempurna, ketika diterapkan akan menebar rahmat bagi seluruh alam. Saat ini kenapa umat banyak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, karena aturan Allah Swt yang harusnya diterapkan belum bisa diterapkan. Umat harus yakin bahwa setiap masalah pasti ada solusi, bahwa setiap kerusakan pasti ada penyebabnya. Dan penyebab dari kerusakan saat ini adalah karena tidak diterapkannya aturan Allah Swt secara secara kaffah.

Sehingga menimbulkan kerusakan-kerusakan di berbagai bidang, tidak hanya perekonomian tapi juga pendidikan, hukum, pergaulan dan perpolitikan di mana kau Muslim selalu menjadi pihak terdzalimi bahkan tertindas.

PR bagi umat Islam, untuk segera menjemput janji Allah menegakkan khilafah yang kedua. Semakin semangat menyampaikan kepada umat, mendakwahkan bahwa Islam satu-satunya solusi atas semua permasalahan umat, termasuk permasalahan ekonomi sehingga kebutuhan dan kesejahteraan rakyat terpenuhi. Dan rakyat tidak akan berfikir sesat dan menyesatkan dengan mendirikan kerajaan, kraton, dan sebagainya yang halu.

Sabda Baginda Saw:
“…kemudian akan ada khilafah di atas manhaj kenabian…(H.R. Ahmad).

Allahu A’lam bi Ash Shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *