Kerajaan Fiktif; kompleksitas Persoalan Hidup

Oleh: Mia El Karimah

Kasus penipuan berkedok Keraton Agung Sejagat atau KAS terus didalami polisi. Terungkap tidak hanya di Purworejo (detikNews.com 14/01/2020).

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian DI Yogyakarta Komisaris Besar Burkan Rudi Satria, mengatakan bahwa Totok Santoso Hadiningrat punya perkumpulan di Yogyakarta yang beberapa kali berubah bentuk dan tenggelam dengan sendirinya, sampai muncul gegernya Keraton Agung Sejagat, (tempo.co, 17/01/2020).

Setelah penipuan ala KAS yang sudah diamankan polisi, kini Sunda Empire membuat resah masyarakat juga, sederet pernyataan yang irrasional, dari mulai klaim seluruh negara di dunia berada di bawah kekuasaannya, bisa menghentikan perang nuklir, hingga PBB dan Pentagon lahir di Bandung. Pernyataan sekretaris jenderal Sunda Empire terus membuat Peserta ILC tercengang lucu, Selasa malam (21/1/2020).

Menurut Dedi, Sunda Empire terobsesi dengan kepangkatan dan baju ala militer (kompas.com 17/01/2020). Memang muncul kelompok ini selalu menggunakan pakaian mirip seragam TNI.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Sunda Empire adalah orang-orang stres.(CNN Indonesia
Jumat, 17/01/2020).

Bagaimana tidak, pernyataannya membuat kita menggelengkan kepala “Pemerintahan dunia itu dikendalikan dari koordinat 0.0 di Bandung sebagai Mercusuar Dunia. ???

Masa pemerintahan Dunia akan segera berakhir 15 Agustus 2020”???

Pernyataan yang irrasional ini bermuara pada angan-angan kesejahteraan hidup yang layak.

Seperti ditegaskan oleh salah satu petinggi mereka
“Agar kita tidak menjadi budak di negara sendiri dan hidup hanya untuk membayar tagihan yg terus naik dan biaya hidup yg terus melambung tinggi”.

Sebuah obsesi kehidupan yang menjadi idaman setiap orang tapi kurang realisitis.

Menciptakan realitas sendiri dari sebuah obsesi.

Guru Besar Sosiologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Sunyoto Usman menyebut semua itu berangkat atas dasar motifasi penipuan semata. memanfaatkan ikatan emosional berbasis adat. (Korban) Dijanjikan memperoleh keuntungan materi,” kata Usman saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/1/2020).

Optimis itu harus didunia nyata dan dibarengin dengan usaha yang nyata pula.

Pertanyaannya adalah kenapa masih ada orang yang mau ikut??
Korban penipuan itu juga jumlahnya tidak sedikit, korban itu belum bisa menyadari bahwa sebenarnya sudah ada pertentangan dalam diri dan keluarga.

Kehidupan dunia itu terlihat begitu indah menawan di mata siapa saja yang melihat dan memandangnya. Tahta, jabatan, nampak begitu menggoda dan membuai normalnya jiwa manusia dan berhasrat untuk menggapai dan menikmatinya. Akan tetapi sungguh semua itu butuh usaha.

Jangan terlena dan tergoda ketika ada tawaran untuk menaikkan derajat hidup secara instan.

Kita semua tahu doa bagi seorang musmin adalah senjata yang paling ampuh untuk menyelesaikan berbagai masalah, namun apa artinya doa tanpa usaha.

Berusahalah agar kesejahteraan hidup ada ditangan kita, karena logika Alquran tidak pernah mengajarkan berdoa saja tanpa usaha. Buktinya, Rasulullah saw harus berdarah-darah keluar masuk medan peperangan untuk berjuang. Rasulallah harus mendapatkan perlakuan tidak manusiawi. Padahal dengan mengangkat tangan saja, semua musuh dapat terkalahkan.

Allah Mengajarkan para nabi untuk berusaha semaksimal mungkin, padahal mereka adalah para kekasih Allah swt. Lalu siapa kita yang berhayal mendapatkan sesuatu tanpa usaha? Apakah kita merasa di atas para nabi?.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *