Kerajaan Agung Sejagat, Bukti Rakyat Rindu Sistem Baru

Oleh: Siti Mariyam, S.Pd (Anggota Komunitas Penulis “Setajam Pena”)

Baru-baru ini media sosial ramai membicarakan tentang kemunculan Kerajaan Agung Sejagat. Kerajaan Agung Sejagat ini dibuat oleh Totok Santoso Hadiningrat, yang dipanggil Sinuwun oleh para pengikutnya.Totok mengklaim bahwa dirinya merupakan Rangkai Mataram Agung yang menjadi juru damai dunia. (cnninconesia.com, 16/1/2020)

Munculnya fenomena ini sebenarnya bukanlah pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, pernah muncul kerajaan Lia Eden, Satria Piningit Weteng Buwono, Kerajaan Ubur-ubur serta Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Dan masing-masing mempunyai pengikut yang tidak sedikit dan sangat loyal kepada pemimpinnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kelompok-kelompok seperti ini bisa bermunculan dan mempunyai pengikut yang tidak sedikit? Padahal jika kita berpikir dengan akal sehat, kemunculan kerajaan-kerajaan ini bisa dikatakan tidak masuk akal. Namun, mengapa masih ada masyarakat yang mempercayainya?

Fenomena ini sebenarnya tidak terlepas dari kondisi masyarakat saat ini yang dihimpit oleh begitu banyak masalah. Masyarakat merasakan bahwa hidup di negeri ini menghadapi banyak beban dan tekanan. Beban ekonomi yang semakin menghimpit, biaya hidup yang semakin melangit, kriminalitas yang semakin hari semakin menjadi dan berbagai permasalahan lain yang mengkhawatirkan.

Sedangkan disisi lain, pemerintah yang diharapkan bisa mengayomi dan melindungi rakyat, nyatanya tidak mampu memberikan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Kegagalan penguasa dari waktu ke waktu dalam mengurusi urusan rakyat inilah yang akhirnya memunculkan kekecewaan dan keputusasaan dalam diri masyarakat. Kondisi ini akhirnya memunculkan ketidakpercayaan dari masyarakat terhadap penguasa saat ini dalam mengurusi urusan mereka. Maka wajar jika fenomena kerajaan ini muncul. Seharusnya hal ini menyadarkan kita semua, bahwa pemerintah telah gagal dalam mengurusi urusan rakyatnya. Berapa kali negeri ini sudah ganti pemimpin? Namun kenyataanya belum mampu mengeluarkan negeri ini dari permasalahan yang ada.

Maka, dengan kondisi yang mengkhawatirkan ini, wajar jika rakyat rindu dengan solusi atau sistem baru untuk negeri ini. Sebuah sistem kehidupan baru yang diharapkan bisa menyelamatkan kehidupan mereka. Hanya saja mereka belum mengerti, solusi apa yang bisa mengeluarkan mereka dari cobaan hidup yang terus menggunung tersebut. Akhirnya mereka membuat kerajaan dan mengajak pengikutnya berharap bisa lepas dari permasalahan negeri ini dan bisa mandiri menyelesaikan masalah yang ada. Namun hal itu tidaklah mendatangkan solusi selama sistem yang dipakai adalah kapitalisme-sekuler.

Karena kapitalisme-sekuler inilah penyebab segala permasalahan pelik yang melanda tidak hanya Indonesia tapi juga dunia. Karena sistem ini memisahkan agama dengan kehidupan. Mengesampingkan campur tangan Tuhan yaitu Allah swt dalam mengatur hidup mereka.

Untuk itu solusi tuntas bagi negeri ini adalah satu. Yaitu, tinggalkan sekulerime dan kembali kepada sistem kehidupan dari Allah swt Sang Maha Pengatur dan Maha Pencipta. Karena sistem kehidupan dari Allah swt sajalah yang bisa menyelematkan manusia. Allah swt telah berfirman:

“Jikalau penduduk suatu negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’raf: 96)

Wallohu’alam bishowab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *