Kemuliaan Perempuan Dalam Islam

Oleh : Ainiyatul Fatihah (Aktivis Dakwah)

 

Kondisi penindasan yang dialami oleh perempuan di Barat, memunculkan paham feminisme yang menginginkan bahwa perempuan bukan hanya sebagai pemuas laki-laki saja, melainkan menginginkan kesetaraan kedudukan antara perempuan dengan laki-laki dalam segala bidang. Gerakan ini menyatakan bahwa tubuh bukan lagi barang privat tetapi menganggap bahwa My Body is My Authority

Maka tidak heran banyak kita jumpai aksi-aksi protes kelompok feminisme di depan public tanpa busana. Jelas cara tersebut bukan malah menyelamatkan perempuan dari ketertindasan malah merendahkan martabat mereka sebagai seorang perempuan.

Feminisme adalah sebuah gerakan yang diusung kalangan perempuan atau laki-laki untuk menyamaratakan kedudukan antara laki-laki dan perempuan dalam segala bidang.

Dan secara ideologis cara yang dilakukan kaum feminisme mencakup tiga hal, yakni demokratis, ateis, dan seksualitas. Cara tersebut mereka gunakan untuk menyerang sistem yang dianggap tidak selajan dengan tujuan hidup bebas tanpa aturan agama yang mereka bawa.

Tuntutan yang dilakukan oleh kaum feminisme yaitu; Laki-laki dan perempuan harus setara dalam kedudukannya, jika laki-laki boleh, maka perempuan juga harus boleh; Jika laki-laki bisa, maka perempuan juga bisa.

Para kaum feminisme berasumsi bahwa aturan Allah yaitu Islam membuat perempuan menjadi tertekan dan tidak berkembang. Perempuan seakan terkekang dan terbelakang dalam Islam. Maka kaum feminisme berupaya menyamaratakan perempuan harus mempunyai hak dan kebebasan yang sama dengan laki-laki.

Sistem kapitalisme materialistis saat ini justru memaksakan kaum perempuan untuk menjadikan kedudukan, uang, dan gaya hidup sebagai standar kebahagiaan mereka. Mereka terkungkung oleh standar yang mereka buat sendiri bahwa kesuksesan yang mereka pahami hanya sebatas cantik, kaya, dan terkenal saja.

Tak bisa dipungkiri bahwa faham tersebut justru menjadikan perempuan bebas tanpa batas (liberal) karena mentiadakan aturan agama dalam bertindak.

Maka feminisme terbukti telah gagal menyelamatkan perempuan karena menjadikan ide kapitalis materialistik sebagai pijakan. Ide tersebut menganggap bahwa persoalan perempuan akan terselesaikan dengan membebaskan perempuan dan membiarkan mereka berkembang secara bebas.

Ide ini pun justru telah berhasil menjerumuskan perempuan ke dalam jurang kejahiliahan dan kegelapan. Karena kondisi kaum perempuan saat ini tak ubahnya seperti perempuan-perempuan pada masa ketika sebelum Islam datang (Masa Jahiliyah).

Islam datang sebagai solusi tunggal dari berbagai permasalahan. Laki-laki dan perempuan diciptakan oleh Allah SWT dengan perbedaan yang sejatinya bukan untuk saling bersaing, tapi untuk saling melengkapi.

Dalam Islam, laki-laki dan perempuan dipandang sama sebagai hamba Allah Swt. Dengan tujuan beribadah kepada Allah.

Di dalam Al-Qu’ran Surat An-Nisa: 32 Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Jelas dalam ayat tersebut bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai porsi sendiri-sendiri. Islam telah terbukti memuliakan dan menjaga perempuan, dalam Islam perempuan shalihah lebih baik dari dunia dan seisinya.

Karena siapa saja yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka Allah akan memberikan balasan yang sama.

Perempuan dalam islam bertanggung jawab besar sebagai ibu dan pengatur rumah tangga (ummun wa rabbatul-bait). Tidak hanya mengasuh, seorang ibu juga mendidik anak-anaknya menjadi anak yang sholeh/sholehah sehingga mulia di hadapan Allah SWT.

Maka sesungguhnya perempuan dipandang telah memberikan sumbangan besar kepada peradaban. Bahkan kegemilangan peradaban Islam dulu tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan peran perempuan.

Islam telah memberikan hak terhadap perempuan yang jauh lebih besar dari tuntutan kaum feminisme. Dan Islam tidak terbukti atas penindasan yang menimpa kaum perempuan sebagaimana tuduhan kaum feminisme.

Wallahua’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *