Kekerasan Terhadap Perempuan Akibat Tidak diterapkannya Aturan Allah SWT

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh Nina Matelda (Aktivis Muslimah Bangka Belitung)

 

Kian hari kian marak kasus-kasus kriminal. Tak pernah sepi menghiasi layar kaca. Berita yang bertebaran tak pernah lepas dari kejahatan yang menimpa kaum hawa. Apa yang sebenarnya ada di benak individu-individu yang selalu saja menjadikan wanita sebagai tumbal dalam setiap permasalahan yang terjadi. Apa karena wanita adalah makhluk yang lemah sehingga dengan seenaknya mereka memperlakukan wanita selayaknya bukan seorang manusia.

Banyak sekali fakta yang terjadi ,bahkan disekitar kehidupan kita juga kerap terjadi misalnya saja pertengkaran dalam rumah tangga, banyak yang menjadi korbannya adalah istri ataupun anak-anak. Mereka kerap dipukuli, dibentak dengan kata-kata yang tidak pantas, bahkan sering kali terjadi pembunuhan. Ada juga kasus para wanita yang dijadikan budak seks oleh lelaki hidung belang, bahkan dijual untuk dijadikan pekerja seks komersil. Dengan alasan demi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ini semua adalah buah dari sistem yang menjadikan segalanya serba uang seakan-akan  uang adalah segalanya, sehingga cara apapun akan mereka tempuh bahkan sampai menjual harga diri mereka sekalipun demi mendapatkan uang..

Kasus-kasus yang terjadi pada kaum perempuan sebenarnya lebih diakibatkan penerapan sistem kehidupan liberal yang berbasis sekuler. Kebebasan berperilaku membuat perempuan kerap menjadi objek kekerasan. Tak ada kekerasan seksual yang menimpa perempuan, bukan semata salah laki-laki yang tidak mampu menjaga hawa nafsu atau perempuan yang tidak pandai menjaga harga diri. Namun lebih ke sistem  kehidupan saat ini dimana laki-laki dan perempuan hidup tanpa aturan yang jelas. Bebas dan bablas.

Islam sangat melindungi perempuan. Islam sebagai sistem yang sempurna sudah memberikan seperangkat aturan dalam rangka memuliakan kaum perempuan. Dalam Islam, perempuan benar-benar terjaga dan terjamin. Adapun larangan yang berlaku semata-mata untuk menjaga perempuan dari kehinaan. Dihadapan Allah SWT, laki-laki dan perempuan sama yaitu mereka adalah Hamba Allah yang wajib taat kepada-Nya. Sebagai manusia dan seorang hamba, ketakwaanlah yang menjadi pengukur tingkat ketinggian derajat seseorang baik laki-laki maupun perempuan. Tingginya derajat seseorang bukan karena ia kaya atau tingginya jabatan tetapi tingkat ketakwaannya di sisi Allah SWT, sebagaimana firman Allah:

” Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh,baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam Surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun..” (Qs.An-Nisa:124).

Oleh karena itu, untuk menuntaskan problem kekerasan pada perempuan, harus ada upaya penegakkan dan penindakan, yaitu berupa sistem pergaulan Islam. Sistem ini meliputi kewajiban menutup aurat dengan pakaian syar’i (jilbab dan kerudung), larangan berkhalwat, tabbaruj dan ikhtilat. Kebolehan interaksi laki-laki dan perempuan hanya dalam perkara muamalah yang dibenarkan dalam syariat Islam, larangan berzina dan sebagainya.

Peran negara juga dibutuhkan yaitu untuk menutup rapat pintu-pintu yang memicu konten-konten pornografi yang membangkitkan naluri seksual. Jika masih ada pelanggaran, negara akan melakukan penindakan secara adil dan tegas. Tentu  dengan menegakkan sistem sanksi tegas seperti di cambuk 100 kali bagi pezina dan jika sudah menikah akan dirajam sampai mati dan sebagainya. Dengan penerapan Islam secara kaffah, baik laki-laki dan perempuan akan terjaga  dan terlindungi. Semua itu hanya bisa di capai dengan tegaknya Daulah Khilafah ala Minhajin Nubuwwah.

Wallahua’lam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.