KEKERASAN MERENGGUT NYAWA GENERASI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh Puji Yuli

 

Muhammad Diaz (20) tewas setelah jadi korban tawuran di Jalan Sanip , kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah Jakarta Barat. Diaz tewas dalam insiden tawuran pada Sabtu (9/4/2022) dini hari . Remaja kelahiran tahun 2002 itu meregang nyawa di lokasi tawuran setelah mendapat luka sabetan senjata tajam di dada sebelah kiri. Selain Diaz, ada dua rekannya yang ikut terluka akibat sabetan celurit di bagian punggung belakang. Diaz dikenal warga sekitar adalah anak yang baik. Kebetulan Diaz adalah warga Kota Bambu Selatan dan ikut membangunkan sahur bersama pemuda di Kota Bambu Utara. (https://aceh.tribunnews.com/2022/04/10).

Sungguh ironis, adanya tawuran antar pemuda terjadi dalam membangunkan sahur di bulan Ramadhan yang menimbulkan korban jiwa. Kekerasan dalam tawuran itu merenggut nyawa generasi muda yang merupakan aset bangsa dan agama. Mengapa Sahur On The Road ( SOTR) masih terus terjadi terutama di malam hari bulan Ramadhan? . Mengapa bukan justru menghidupkan malam Ramadhan dengan amal istimewa?.

Adanya fakta tentang tawuran yang menewaskan generasi di bulan Ramadhan saat membangunkan sahur ini terjadi di era modern yang terpengaruh dengan liberalisme dan hedonisme. Dimana, adanya kebebasan dalam bersikap dan bertingkah laku tanpa batasan norma agama yang dilakukan oleh generasi muda. Padahal generasi muda itu adalah aset berharga bagi bangsa dan agama untuk membangun peradaban yang maju. Apa jadinya bangsa dan agama ini kalau generasi mudanya banyak yang tawuran dan melakukan kekerasan yang bisa merenggut nyawa generasi?

Padahal bulan Ramadhan itu bulan Mubarak yang membawa rahmat dan barokah bagi manusia. Apabila manusia terutama kaum muslimin mau mengisi nya dengan amal sholih. Seharusnya generasi muda bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh generasi muda di masa Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin dalam mengisi bulan Ramadhan. Sehingga generasi muda saat ini bisa melakukan perbuatan produktif seperti belajar Islam kaffah, tadarus Alquran, berakhlak mulia saat sahur maupun buka puasa, saling berbagi dan berdakwah. Hal ini dilakukan agar bisa meraih buah ketakwaan di bulan Ramadhan yang berkah ini.

Selain itu, butuh adanya kontrol masyarakat dan peran negara dalam melakukan edukasi kepada para generasi muda. Utamanya peran negara itu penting dalam melakukan edukasi dan fasilitasi amal sholih bagi generasi muda untuk mengisi bulan Ramadhan yang Mubarak ini. Dengan harapan agar generasi muda tidak melakukan tawuran dan bisa fokus untuk belajar Islam dan Alquran dengan tujuan meraih derajat ketakwaan di bulan Ramadhan ini.

Wallahua’lam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.