Kebijakan New Normal, Bukti Negara Abai pada Rakyat

Oleh : Siti Solehati S.E., (Aktivis Muslimah Cimahi)

Miris! Kasus covid-19 semakin hari semakin bertambah. Kini kasus baru covid-19 tembus di atas seribu per hari. Pada Sabtu (20/6/2020) pemerintah mencatat ada penambahan 1.226 kasus berdasarkan data yang dihimpun dalam 24 jam terakhir. (Sumber: Kompas.com)
Ditengah pamdemi covid-19 yang belum mereda, pemerintah menetapkan new normal sebagai solusi perbaikan ekonomi tanpa mempertimbangkan kesehatan rakyatnya.

Sejumlah pakar dan praktisi kesehatan menduga pembukaan sembilan sektor ekonomi dan wacana adaptasi kebiasaan baru atau AKB di tengah masyarakat menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 di atas seribu per hari pada sepekan terakhir. (Sumber: Bisnis.com)

Tampak kegagalan Negara Kapitalis dalam menangani wabah covid-19. Nampak jelas bahwasannya Negara Kapitalis tidak pernah memperdulikan kesehatan masyarakat. Alih-alih mencabut kebijakan New Normal, meningkatnya kasus covid-19 malah dituding karena alasan tes masif dan pelacakan agresif yg dilakukan oleh pemerintah. Padahal kebijakan new normal inilah penyebab meningkatnya penyebaran covid-19. Lesunya roda perekonomian yang dialami para jajaran kapitalis mendorong Negara memberlakukan kebijakan New Normal yang nyatanya beresiko mengorbankan keselamatan jiwa masyarakat. Hal ini semakin membuktikan bahwasanya Negara abai akan nasib rakyatnya. Negara abai akan tanggung jawab memenuhi kebutuhan rakyat secara mutlak dikarenakan Negara hanya memikirkan roda perekonomian Kapitalis semata. Dimana dengan kebijakan new normal rakyat dijadikan tumbal perputaran ekonomi sedangkan segelintir orang yang berkepentingan lah yang diuntungkan.

Kini saat nya umat membuka mata dan menyadari bahwasanya sistem Kapitalisme yang diterapkan oleh Negara tidak bisa memberikan solusi apapun. Saat nya umat berjuang dalam penerapan Islam secara kaffah. Karena hanya aturan Islam yang mampu menyelamatkan umat dari berbagai problematika kehidupan termasuk kasus yang tengah terjadi saat ini.

Dalam sistem Islam sudah menjadi tanggung jawab Negara memperhatikan kesehatan rakyatnya baik pada kondisi normal maupun saat terjadi wabah.

Dalam Islam, Negara bertanggung jawab melakukan test serta pelacakan masal untuk memastikan individu yang terinfeksi tidak menularkan virus pada individu lain yang sehat. Dalam sistem Islam, Negara berkewajiban mencari solusi dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa karantina berlangsung.

Wallahu’alam bishawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *