Kaum Muslim Kab. Bekasi Tuntut Proses Hukum Sukmawati dan Muwafiq

Cikarang – Para tokoh agama dan aktivis muslim dari berbagai pondok pesantren, majelis taklim, dan ormas Islam di Kabupaten Bekasi mendesak kepolisian untuk memproses penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri dan Gus Muwafiq.

Desakan itu disampaikan dengan mendatangi Mapolresta Metro Bekasi, dan memberikan pernyataan atas dugaan atas Penistaan kepada Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh Sukmawati dan Gus Muwafiq.

Jubir Persaudaraan Alumni 212 Kabupaten Bekasi, Ustadz Fery Muzaki mengatakan aksi ini juga dilakukan di sejumlah daerah agar penistaan agama yang sudah dilaporkan oleh berbagai pihak diproses dan diadili.

“Sejauh ini, polisi lamban dalam memproses penistaan itu, kami meminta agar hukum tidak hanya tajam ke bawah dan malah tumpul ke atas,” ujarnya di Cikarang, Senin (16/12).

Ustadz Fery menambahkan, sebagai perkumpulan keumatan, pihaknya akan terus mendesak supaya penistaan yang dilakukan oleh Sukmawati dan Gus Muwafiq diproses hukum.

Menurutnya, hukum saat ini tidak adil, jika pelanggaran dilakukan oleh orang yang dekat dengan penguasa tidak diproses, sedangkan jika pelanggaran hukum melibatkan orang yang berbeda pandangan dengan penguasa maka cepat ditangkap.

Seperti diketahui, Sukmawati diduga melakukan penistaan terhadap agama akibat ucapannya dalam diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme, Bersama Kita Tangkal Radikalisme, dan Berantas Terorisme’ pada November 2019.

Ujaran yang dianggap menodai agama itu saat Sukmawati bertanya dan membandingkan soal siapa sosok yang paling berjasa dalam kemerdekaan Indonesia di antara Nabi Muhammad dan Presiden Soekarno.

Sedangkan Gus Muwafiq diduga melakukan penistaan agama saat berceramah dan mengisahkan tentang kelahiran Nabi Muhammad dan kehidupannya di masa kecil. Ia menyebut Nabi lahir biasa saja. Sebab, jika terlihat bersinar maka ketahuan oleh bala tentara Abrahah. Muwafiq dalam ceramahnya juga menyebut Nabi saat kecil rembes karena ikut kakeknya.

Sumber: dakta.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *