Karakter Ala Pendidikan Kapitalisme Vs Islam

Oleh: Reni Asmara (Aktivis Muslimah dari Kab. Sumedang)

Sistem Kapitalisme yang diterapkan di negeri ini sudah merambah. Bahkan, telah mendarah daging di berbagai sektor kehidupan, termasuk pada sektor pendidikan. Di sektor pendidikan, sistem kapitalis telah meramu kegiatan-kegiatan yang dirasa positif. Salah satunya adalah kegiatan perlombaan, baik perlombaan yang berkaitan dengan agama maupun kreatifitas. Sehingga banyak masyarakat tidak menyadari bahayanya bahkan menyambutnya dengan tangan terbuka.
Dilansir Republika.co.id, (15/11/2019), Sumedang menjadi tuan rumah Galaksi (Gelar Aksi Karakter Siswa Indonesia).

Galaksi merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi para siswa se-Jawa Barat. Bupati Sumedang berharap dengan adanya galaksi pelajar, khususnya peserta galaksi agar mampu mengaktualisasikan dan mengembangkan minat serta bakat dalam membentuk karakter. Sehingga menghasilkan generasi penerus yang akan mengharumkan dan melestarikan nilai seni dan budaya melalui kompetisi sehat dan jujur. Jenis kegiatan yang dilombakan antara lain : Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Kaulinan Barudak, Stand Up Comedy, Lomba Melukis, Seni Budaya, dll.

Orientasi pendidikan kapitalisme mengarahkan manusia untuk mencapai suatu materi dengan berbagai cara tanpa memandang halal dan haram. Sehingga sistem ini tidak akan mampu mencetak generasi manusia dengan kepribadian utuh dan berkarakter. Bahkan, bahaya sistem ini dapat membentuk pribadi materialistik dalam pencapaian hidup, hedonistik dalam masyarakat, individualistik dalam lingkungan sosial dan tidak sejalan dengan agamanya.

Berbeda dengan sistem pendidikan Islam. Kegiatan pendidikan Islam tidak diperlombakan. Setiap ilmu yang didapat dipergunakan hanya untuk mendapat rido Allah SWT. Dalam Islam, sistem pendidikan yang diterapkan berdasarkan aqidah Islam. Konsep pendidikan Islam berasal dari Alquran, sunnah dan Ijtihad para ulama. Tolak ukurnya untuk mencapai kehidupan bahagia dunia dan akhirat adalah halal haram. Orientasi pendidikan sistem Islam untuk membentuk karakter manusia yang mampu menyesuaikan setiap amal perbuatannya dengan perintah dan larangan Allah SWT atas dasar kesadaran akan hubungannya dengan Allah SWT. Dan memahami bahwa manusia sebagai khalifah dimuka bumi.

Pendidikan Islam mengarahkan manusia untuk mencapai pola pikir dan pola sikap islamiyah, memiliki tsaqafah Islam yang luas, serta membekali dirinya dengan berbagai ilmu dan pengetahuan yang berkaitan dengan kehidupan. Sehingga mampu menghadapi era baru revolusi industri 4.00 dengan mudah. Wallahu a’lam bishawwab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *