Kapitalisme Merusak, Sistem Islam Menjaga

Oleh : Ummul Asminingrum

Tudingan miring terhadap ide khilafah kembali dilontarkan oleh Menkopolhukam Mahfud MD. Ia mengatakan bahwa “Sistem khilafah yang sekarang yang ditawarkan yang sebenarnya itu agendanya merusak” ujar Mahfud di kantornya, Jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat (03/01). “Merusak bangsa kita ini yang secara saat ini sudah sah berdiri sesuai dengan Islam” sambungnya. https:m.kumparan.com (03/01/2020)

Ini bukan kali pertamanya ia menyampaikan tudingan miring terhadap ide khilafah. Dulu pada tahun 2013 saat masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Kontitusi ia mengatakan bahwa “Khalifah Islam tidak ada dan tidak akan pernah ada, sistem yang digagas HTI sama gagalnya dan sama sulitnya dengan demokrasi….”. www.mediaumat.com (01/02/2020)

Apa yang melatarbelakangi pak Menteri menyatakan hal demikian? Apakah hanya kebencian pribadi terhadap Islam dan ajarannya? Ataukan ia bagian dari rezim yang sengaja terus menggoreng isu khilafah sebagai monster yang menakutkan dan mengancam NKRI. Kalau memang Indonesia sudah sesuai Islam, mengapa ketika syariah diusulkan dalam kontitusi hukum malah ditolak?

Sepertinya memang ada satu kesatuan paket antara kebencian terhadap Islam dan ajarannya, dengan proyek deradikalisasi yang sedang dilakukan oleh pemerintah. Karena bila orang yang mencintai dan benar-benar mengimani Islam sebagai dien yang hak tidak akan melakukan fitnah keji seperti itu. Hal seperti ini hanya dilakukan oleh orang-orang yang cinta dunia dan takut mati. Karena yang akan terusik bila khilafah berdiri adalah mereka para penguasa zalim dan para kapitalis yang rakus menguasai kekayaan umat demi kepentingan sendiri.

Benarkah gagasan khilafah yang kian hari semakin menggema diseluruh dunia adalah ajaran yang merusak dan mengancam Indonesia. Atau justru sebaliknya, dengan diterapkannya sistem khilafah akan membawa Indonesia menjadi lebih sejahtera dan bermartabat. Bukankah kerusakan yang terjadi dimuka bumi ini justru sebab diterapkannya sistem kapitalisme!

Allah Swt telah mengutus Nabi Muhammad Saw dengan membawa Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Seluruh interaksi manusia diataur sedemikian rupa oleh syariat Islam sehingga bisa mewujudkan kebahagiaan dan harmoni seluruh alam.

Wujud kerahmatan Islam bisa tampak ketika diterapkan dalam sebuah institusi negara. Umat baik individu maupun kelompok akan terlindungi oleh Islam. Diantara penjagaan yang dilakukan oleh Islam
adalah:
Menjaga agama, Islam adalah agama yang luar biasa dalam hal toleransi terhadap pemeluk agama lain. Ini terjadi sejak masa Nabi Saw mendirikan Daulah pertama di Madinah, disana ada komunitas Islam, Yahudi dan orang-orang musryrik. Orang non muslim tetap bebas beribadah sesuai agamanya. Namun bagi muslim bila ada yang murtad maka hukumannya adalah dibunuh. “Siapa saja yang murtad dari agamanya, maka bunuhlah dia.”( HR.at-Tirmidzi). Beda dengan Kapitalisme, pemurtadan dan aliran sesat tumbuh sumbur dalam sistem ini. MUI Pusat mencatat bahwa di Indonesia ada sekitar 300 lebih aliran sesat.

Menjaga akal, Khilafah mencegah rakyatnya dari kerusakn akal akibat khamer, narkoba, pornografi/pornoaksi dan film yang merusak. Beda dengan sistem kehidupan kita saat ini begitu mudah orang mendapatkan barang-barang haram tersebut. Bahkan salah satu pabrik bir besar ada di Jakarta, sebagian sahamnya adalah milik pemerintah.

Menjaga jiwa, Khilafah akan menjaga setiap jiwa dari tindakan penganiayaan bahkan pembunuhan oleh sesama manusia. “Bahwa siapa saja yang membunuh manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan – akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan siapa saja yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”( QS. Al Maidah : 32) . Bila ada yang melanggar ketentuan ini akan dijatuhkan sanksi dalam bentuk diyat (tebusan darah) atau qishash (dibunuh).

Menjaga Harta, Pada tahun 2015 Polda Metro Jaya mencatat 3.000 kasus kejahatan dalam bentuk kejahatan konvensional, kejahatan jalanan, dan berbagai jenis pencurian. Belum lagi pencurian kelas kakap yang dilakukan oleh para koruptor. Pelakunya birokrat di daerah hingga pejabat di pusat sampai level menteri. Bagi orang yang mencuri baik Muslim maupun non muslim akan dikenai sanksi potong tangan. “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya ( sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Maidah :38)

Menjaga Keturunan, Islam menganjurkan untuk segera menikah bagi yang mampu, larangan zina, sodomi dan homoseksual. Bagi pezina yang pernah menikah hukumanya dibunuh sedangkan yang belum dicambuk 100 kali. Sedangkan untuk para pelaku homoseks hukumanya dibunuh. Dengan begitu keturunan manusia terjaga dan masyarakat bebas dari penyimpangan yang membahayakan. Dalam sistem Kapitalisme seks bebas selama tidak merugikan orang lain boleh dilakukan. Jangan heran bila lesbian dan gay semakin tumbuh subur. Jumlah populasi LGBT di Indonesia menempati urutan ke-5 terbesar setelah Cina, India, Eropa dan Amerika.

Menjaga Negara, Islam tidak memberikan celah sedikpun bagi kelompok tertentu untuk memisahkan diri dari negara Islam. Khilafah akan memerangi mereka yang memberontak kepada khalifah dan mempertahankan wilayah daulah dengan senjata.

Kasus Timor Leste lepas dari Indonesia tahun 1999 menjadi catatan bahwa negara sekuler kapitalis tidak memiliki prinsip untuk mempertahankan kesatuan wilayahnya. Rezim pengusa saat itu lebih takut mepada asing dari pada menjaga kedaulatan negaranya.

Inilah sebagian bentuk- bentuk kemaslahatan yang akan diraih manusia sebagai hasil dari penerapan syariat Islam dalam naungan khilafah.

Wallahu a’lam bishshawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *