Kajian Umum Muslimah Kota Probolinggo, “Cara Islam Memuliakan Wanita”

Probolinggo – Suarainqilabi– Kajian Umum Muslimah Kota Probolinggo kembali digelar pada hari Ahad, 16 Februari 2020 yang bertajuk “Cara Islam Memuliakan Wanita” bertempat di Rumah Inspirasi Probolinggo.

Kajian yang dihadiri puluhan muslimah baik dari kalangan ibu rumah tangga dan remaja sekitar Probolinggo di moderator oleh Ustadzah Dyah dengan penuh semangat. Dan tak lupa untuk menambah keberkahan acara pagi itu, Ustadzah Sulami melantunkan ayat suci alquran dengan merdu dan penuh kesyahduan.

Hadir Ustadzah Novi Hartanti sebagai Narasumber. Beliau menjelaskan bagaimana peradaban sebelum datangnya Islam memperlakukan wanita. Kaum wanita menjadi warga kelas dua yang boleh ditindas, sebagai objek pemuas nafsu, dan dijadikan persembahan oleh kaum laki-laki, termasuk oleh suami mereka.

Bagaimna saat ini ?
Dalam sistem kapitalisme saat ini perempuan diukur hanya asas manfaat, pendidikan hanya diorientasikan untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus. Sehingga tidak mengindahkan aturan-aturan Islam yang mengikat muslimah.

Padahal didalam Islam pendidikan
adalah hal yang sangat penting bagi wanita muslimah, terutama untuk memiliki pendidikan islami setinggi mungkin. Hal ini karena merekalah yang nantinya akan menjadi pendidik pertama bagi anak-anaknya. Sebab tugas dan peran utama seorang wanita adalah menjadi istri dan ibu. Dia tidak dibebani tugas untuk bekerja menghidupi dirinya sendiri atau mencari nafkah bagi keluarganya. Tugas tersebut dibebankan kepada laki-laki, baik itu laki-laki yang menjadi suaminya ataupun ayahnya, ataupun saudaranya.  Adapun kebolehan perempuan bekerja di luar rumah dan memainkan peran lain dalam kehidupan bermasyarakat, tidak boleh melalaikan peran mereka dalam keluarga.

Ustadzah Novi Hartanti, melanjutkan pemaparan. Dalam kehidupan masyarakat Islam khususnya ketika berada di luar rumah, perempuan diwajibkan mengenakan kerudung (khimar) dan pakaian panjang/gamis (jilbab). Mereka tidak diwajibkan menutupi wajah mereka.

Hijab bukanlah simbol penindasan terhadap perempuan, namun sebaliknya adalah bentuk Islam memuliakan mereka.  Karir terbaik seorang perempuan adalah menjalankan peran dan kewajiban yang melekat padanya sesuai dengan aturan Islam, apakah sebagai seorang anak, istri, ibu, atau bagian dari masyarakat.

Selepas pemaparan materi, peserta sangat semangat terbukti dengan antusias di sesi pertanyaan.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi penayangan video bagaimna sistem Islam ketika ditegakkan dan sangat melindungi kehormatan wanita. Dizaman Khalifah mu’tasim Billah, saat tersingkapnya jilbab seorang muslimah lalu Khalifah mengerahkan pasukannya untuk membela satu orang muslimah tersebut. Karena kaum wanita akan mulia hanya dengan penerapan syariat Islam secara Kaffah dalam naungan khilafah. Acara diakhiri dengan penutup dan doa yang dipimpin oleh Ustdzah Surya. Wallahu a’lam bi ash-shawab. [] Rep: Isti Qomariyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *