Kajian Bulanan Sedekah Rombongan Malang: Cinta Nabi Cinta Syariah

Kota Malang (14/11). “Cinta kepada Rasul harus dibuktikan dengan menjadikannya sebagai model dalam kehidupan, tak hanya dalam urusan pribadi dan berkeluarga, namun juga dalam mengatur urusan masyarakat,” tutur Ust. Abdul Fattah, Pengasuh Majelis Muhasabah Tombo Ati (MAMUTA) Malang dalam pengajian bulanan momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H yang digelar di Rumah Singgah Sedekah Rombongan, Blimbing, Kota Malang, pada Kamis malam (14/11/2019).

Tema yang diangkat dalam pengajian bulanan kali ini adalah tema viral momen maulid; “Cinta Nabi Cinta Syariah”. Acara yang dihadiri oleh segenap pengurus Sedekah Rombongan Malang, termasuk pasien, keluarga pasien, perawat dan juga kurir ini mengambil momen maulid sebagai pengingat untuk meneladani Rasulullah Muhammad SAW dalam segenap aspek kehidupan.

Ust. Fattah menjelaskan pentingnya mengenal jejak kehidupan Rasulullah Muhammad SAW sebagai salah satu langkah nyata dalam membuktikan kecintaan kepada sosok Nabi terakhir ini.

“Tak kenal maka tak sayang, bagaimana mungkin kita mengaku mencintai nabi, sementara kita tidak pernah membaca sejarah hidup beliau SAW, keluarga, dan sahabat. Padahal dengan membaca sejarah itu semua, akan semakin meningkatkan kecintaan kita kepada beliau SAW, karena beliau sudah tidak lagi bersama dengan kita,” paparnya.

Ust. Fattah juga mengingatkan keadaan sekarang yang tidak mengindahkan perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya.

“Kita lebih takut dengan aturan manusia daripada aturan Allah SWT. Cadar dianggap radikal, rok mini dianggap biasa. Menjadi orang jujur lebih takut daripada menjadi pendusta. Padahal kalau aturan Islam tidak dipakai, yang terjadi pasti kedzhaliman,” terangnya.

Di akhir tausiyahnya, Ust. Fattah mengajak agar para hadirin mencintai syariah Islam sebagai bukti kecintaan yang hakiki kepada Nabi Muhammad SAW.

“Rasul tidak hanya mengajarkan hal yang kecil, seperti adab masuk kamar mandi, adab berpakaian, tetapi juga mengajarkan hal yang besar kepada kita. Apa itu? Mengurus umat, mengurus masyarakat. Kalau kita membatasi Islam hanya urusan ibadah pribadi, saya khawatir cinta kita bukan cinta yang hakiki, bukan cinta yang sebenarnya. Kita cinta kepada Nabi, artinya kita seharusnya mencintai seluruh apa yang diajarkan Nabi. Cinta Nabi, cinta syariah,” pungkasnya.

Acara yang dimulai usai shalat maghrib hingga pukul 19.15 ini berlangsung penuh khidmat. Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan shalat Isya berjamaah dan ditutup doa yang dipimpin oleh Ust. Fattah, doa untuk segenap kaum muslimin, khususnya di palestina yang terus mengalami penindasan hingga saat ini. Acara berakhir dengan saling bersalaman dan foto bersama. [] alf/ard

 

Photo Agenda:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *