Kajian Al Hikmah, Bersama Menuju Masa Depan Gemilang Dalam Naungan Khilafah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 15 Desember 2019 pagi menjadi istimewa. Lebih dari Delapan puluh jamaah memadati tempat berlangsungnya Kajian Al Hikmah edisi akhir tahun ini, yang dihadiri oleh banyak pembicara.

Bertempat di kediaman Ustad Hari Subagyo, tokoh masyarkat Lidah Kulon, Surabaya.Kajian Al-Hikmah kali ini benar-benar spesial di akhir tahun 2019. Semua pembicara menyampaikan tentang kondisi negeri Indonesia saat ini yang mengalami keterpurukan dalam berbagai bidang, baik di ekonomi, politik, hukum dan masih banyak lagi. Kerusakan banyak terjadi pada banyak kalangan termasuk para alim ulama yang cinta dunia.

“Saat ini banyak umat tidak bisa atau tidak tahu meletakkan rasa cinta pada Nabi Muhammad SAW. Sehingga banyak orang dan termasuk orang yang sudah disebut kyai masih melakukan penghinaan terhadap Nabi. Dan sayangnya tidak merasa bersalah bahkan pendukungnya malah membela membabi buta”, ujar Ust Abu Zaky Sholahuddin, salah satu pembicara.
“Islam itu nikmat terbesar bagi manusia karena merupakan dinul haq. Ada juga keyakinan dan strategi dalam perjuangan untuk mewujudkan kemenangan yang gemilang” ujar Abah Darul salah seorang ulama yang hadir.Seiring dengan apa yang sampaikan Abah Darul, Abah Kholik, Ketua FUIB Surabaya
menyatakan dengan gaya khasnya “Kita sudah bersyahadat maka agungkan Allah, jangan takut kalau kita berani dan benar.”Pembicara berikutnya, Rifan Wahyuni, Kontributor Media Umat Jawa Timur. Beliau menyatakan, “Dalam rangka memerangi Islam, Rezim membentuk dari 5 Kementrian dan 6 Badan yang akan melakukan deradikalisasi. Namun, kita harus yakin dengan fase kemenangan yang telah dijanjikan Allah SWT. Fajar kemenangan akan tampak setelah melewati kegelapan”, ungkapnya.

Selanjutnya, Drs. Muhammad Ismail, Praktisi Ekonomi Syariah. Beliau menyampaikan, “Demikian juga problem ekonomi, saat ini seluruh dunia menerapkan sistem ekonomi kapitalis liberal, yang menghilang peran negara dalam mengatur dan melayani masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya”

Sesi terakhir pemaparan tentang kondisi politik, hanya Islam yang bisa mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur di bumi Indonesia. Hal ini akan terwujud dalam naungan khilafah Islamiyah yang sebentar lagi akan tegak dengan izin Allah.

Lalu acara diakhiri dengan sholat dhuhur berjamaah serta makan bersama. Sungguh majelis yang penuh Hikmah. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *