Kahutla Tinggi Demi Ekonomi

Kahutla Tinggi Demi Ekonomi

Oleh Lina Marlina

(Ummahat Peduli Umat)

 

Kebakaran besar pada hutan kembali terjadi. Pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana (PUSDALOPS-PB) BPBD kalimantan selatan melaporkan luas total sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mencapai 163.15 hektare hingga sabtu (24/6).

Sementara itu manager Pusdalops PB BPBD Kalsel Ricky Ferdyanto memaparkan wilayah yang telah dilandasi karhutla yakni kota Banjar Baru dan 6 kabupaten lainnya. Wilayah tersebut adalah Tanah Laut, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

Di kaltim sendiri, Badan Meteorologi, Klimatologi dn Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan medektasi ada 20 titik panas. Sebanyak 2.168 titik api yang menyebar di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan selatan. Karhutla pada sabtu kemarin telah memperkirakan angka kebakaran terluas terjadi pada tahun 2023 ini. Wilayah terluas karhutla yaitu Kota Banjar Baru dan Kabupaten Tanah Laut mencapai 150 hektar dan belum termasuk data yang diliput.

Selain kebakaran hutan di Kalimantan, karhutla juga terjadi di Sumatera, Riau. Kebakaran terjadi di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Habitat gajah sumatera yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektar.

Pembakaran hutan yg dilakukan manusia karena kurangnya kesadaran dalam menjaga kelestarian hutan. Kebakaran juga dipicu oleh aksi pembukaan lahan dengan cara membakar untuk perkebunan kelapa sawit. Ini terjadi karena faktor ekonomi. Sangat sulit mencari pekerjaan sementara pemerintah tidak menjamin kesejahteraaan warga.

Belum lagi kebijakan pemerintah yang mudah memberikan hutan untuk dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit yang justru merusak lingkungan hingga menjadi karhutla.

Karhutla sangat membahayakan khususnya pada manusia karena bisa mengalami infeksi saluran pernapasan gejala batuk dan sesak nafas. Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu penerbangan dengan jarak pandang yang terbatas. Juga merusak habitat hewan-hewan yang menyebabkan kematian.

Kebijakan ini merupakan buah dari sistem ekonomi kapitalis yang menghalalkan segala cara walaupun terjadi kerusakan bumi demi mencapai pertumbuhan ekonomi. Maka yang harus dilakukan adalah hutan tidak boleh dikelola dan dimiliki oleh individu/sekelompok golongan tertentu. Yang berhak mengelola hutan adalah negara dan digunakan utk kepentingan dn kemaslahatan umat.

Negara juga wajib memberikan sanksi tegas kepada para pembakar hutan dengan memberikan efek jera. Untuk mengatasi semua permasalahan umat saat ini adalah dengan menerapkan aturan Islam yg berasal dari Allah dalam segala aspek kehidupan. Hanya dengan menerapkan Islam secara sempurna semua permasalahan dapat terselesaikan. Karena semua aturan dan hukum-hukumnya berasal dari Allah. Untuk mengatasi semua permasalahan umat saat ini adalah dengan menerapkan aturan islam yang berasal dari Allah dalam segala aspek kehidupan.

Wallahu’alam bishawab