K-POP ANCAMAN GENERASI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Ummu Nadya

 

Setiap publik figur mesti memiliki penggemar, dan sebagian diantara mereka memiliki rasa cinta yang di luar batas atau bisa disebut juga fans fanatik.Begitu pula yang terjadi pada saat ini yaitu fenomena K-POP . K-POP adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan yang anggotanya terdiri dari beberapa orang pria atau wanita, disini penggemar K-POP di sebut K-POPERS. Yang menjadi permasalahan saat ini adalah K-POPERS karena kebanyakan mereka seorang perempuan, kalau di Indonesia sudah jelas yang menjadi fansnya adalah perempuan-perempuan muslim bahkan ibu rumah tangga banyak juga yang menggandrungi serial dramanya atau di sebut juga Drakor.

Remaja-remaja muslim atau perempuan muslim yang sudah menikah pun banyak yang mengidolakan artis-artis Korea tersebut.Mereka rela mengeluarkan budget yang tidak sedikit hanya untuk bisa bertemu dan membeli album idolanya tersebut. Ketika bertatap muka dengan idolanya mereka juga tak segan dan tak malu untuk memeluk bahkan mencium artis tersebut, mereka merasa bangga ketika bisa memeluk dan mencium idolanya tersebut.

Para fans ini juga rela merubah gaya hidupnya hanya ingin terlihat sama dengan idolanya.Mereka tau segala sesuatu yang menyangkut idolanya tersebut dan tidak segan-segan akan melakukan bullying kepada orang-orang yang tidak sepaham dengan idolanya, mereka menganggap idolanya yang terbaik diatas segala-galanya.

Gaya hidup seperti inilah yang dapat mengancam generasi jauh dari pemahaman Islam,inilah salah satu agenda paham liberalisme dan kapitalisme yang menjauhkan para generasi muda dari aturan-aturan Islam.Paham liberalisme dan kapitalisme hanya menitik beratkan pada keuntungan semata dan kesenangan duniawi yang menjerumuskan tanpa menghiraukan rusak atau tidaknya generasi ini,menjauhkan umat muslim dari akidahnya,memberikan pemikiran yang jauh dari islam.

Dampaknya adalah hilangnya rasa malu terhadap diri kaum muslimin,mereka menganggap pergaulan dengan lawan jenis suatu hal yang lumrah di saat ini,mereka bebas memeluk dan mencium orang yang bukan muhrimnya di depan umum tanpa rasa malu sedikitpun. Memuja-muja  kepada sesama manusia hanya di karenakan kelebihan fisiknya semata. Astaghfirullah…

Namun dari sudut pandang psikologi, kegandrungan para K-Popers ini menimbulkan ketertarikan sekaligus kecemasan.

Hal itu diakui oleh praktisi dan akademisi psikologi Vierra Adella. Dosen Universitas Atma Jaya Jakarta tersebut bahkan menyebut bahwa kegandrungan para K-Popers yang jumlahnya bisa dibilang masif sebagai sebuah “fenomena” dan jadi lahan baru bagi sebagian orang mendulang cuan.

“[Hiburan] Korea ini fenomenanya dipoles sedemikian [rupa] sehingga didukung semua [aspek]: media mendukung, bisnis dukung. terus sosial media enggak berhenti. Mereka [industri hiburan Korea] juga produktif,” kata Adella kala berbincang dengan CNNIndonesia.com, baru-baru ini.

Jika di fikirkan dengan akal sehat tidak ada gunanya mencintai dan berharap sesuatu kepada selain Allah dan Rasul-nya, karena kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka, segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah bersifat sementara,semua akan musnah dan semua makhluk yang bernyawa akan mati. Tetapi Allah SWT Tuhan semesta alam berdiri sendiri dan Dialah yang awal dan akhir (kekal) dan hanya kepada Allah semua urusan atau makhluk akan kembali kepadaNya di hari kiamat nanti.

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala

” Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman i

 

tu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS.Al-Hadiid 20)

 

Islam sangat  tegas mengatur hubungan atau interaksi dengan lawan jenis,dalam Islam kita dilarang berkhalwat atau berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram,Islam juga tidak menganjurkan berikhtilat atau campur bawur dengan laki-laki atau perempuan dalam satu ruangan tanda didasari alasan yang syar’i.

Beginilah yang terjadi jika hidup tidak di atur dan tidak berdasarkan aturan Islam, maka manusia akan bertindak semaunya.

Banyak dalil yang menyatakan larangan berkhalwat atau berduaan dengan lawan jenis salah satunya

“Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Janganlah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kacuali jika bersama dengan mahrom sang wanita tersebut.’ Lalu berdirilah seseorang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, istriku keluar untuk berhaji, dan aku telah mendaftarkan diriku untuk berjihad pada perang ini dan itu,’ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Kembalilah!, dan berhajilah bersama istrimu.’” (HR. Al-Bukhari no. 5233 dan Muslim 2/975)

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa ikhtilat di larang dalam Islam,hal ini berdasarkan firman Allah SWT.

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 53).

Ibnu Katsir yang menafsirkan tentang ayat ini berkata, “Yaitu, sebagaimana aku larang kalian memasuki tempat kaum perempuan, demikian pula janganlah kalian melihatnya secara keseluruhan. Jika di antara kalian memiliki keperluan yang ingin diambil dari mereka, maka jangan lihat mereka dan jangan tanya keperluan mereka kecuali dari balik tabir”.

Ayat tersebut menyatakan bahwa jika laki-laki memiliki suatu kepentingan yang mengharuskannya menemui perempuan, ia harus melakukannya dari balik kain tabir penutup.

Itulah beberapa dalil keharaman berkhalwat dan berikhtilat, dari sini kita mulai menggunakan logika kita jika hal itu saja dilarang (khalwat dan ikhtilat) apalagi sampai berinteraksi dengan memeluk dan mencium orang asing, sudah jelas hukumnya haram.Inilah agenda dari sistem sekulerisme, menjauhkan umat dari akidah Islam.

Nah, sekarang bagaimana hukum mengidolakan artis-artis atau publik figur bahkan orang tersebut termasuk orang-orang kafir?

Lihatlah bagaimana perbedaan antara yang mengidolakan aktor, aktris, selebriti dan olahragawan dengan yang mengidolakan Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam, tentunya sama-sama mengikuti dan meneladani. Akan tetapi perbedaannya pada akhir kehidupan seseorang.

Dalam riwayat Thobroni dalam Mu’jamnya, dari ‘Aisyah secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam),

“Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.” (Lihat ‘Aunul Ma’bud, 11/164, Asy Syamilah).

Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang pelaku maksiat atau orang-orang kafir?

Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallan bersabda :

“Didiklah anak-anak kalian tiga hal ; cinta kepada nabi, cinta kepada keluarga nabi, dan membaca Al-Qur’an. Karena sesungguhnya para pembawa Al-Qur’an akan berada di bawah naungan Allah bersama para nabi pada hari tiada naunganlain selain naungan Allah bersama para Nabi dan Piliha-Nya”.

(Hadits ini diriwayatkan oleh Ad-Dailami (1/1/24) dari Ja’far bin Muhammad Al-Husain)

Marilah kita mendidik dan membentengi anak-anak kita dengan menanamkan akidah Islam kaffah,menanamkan keimanan dan ketaqwaan kepada seluruh anggota keluarga, akan tetapi secara keseluruhan permasalahan ini hanya dapat terselesaikan dengan sebuah sistem yang melindungi umat dari bahaya sekulerisme, kapitalisme, liberalisme, yang bahaya kerusakannya sudah jelas di depan mata.

Mengapa harus dengan sistem,  “Ya” karena munculnya fenomena seperti K-Pop ini adalah agenda yang di gencarkan secara sistemik, terstruktur, dan masif oleh penganut paham sekulerisme , jadi penyelesaiannya juga harus sistematis dan terstruktur yaitu dengan Islam dalam sistem Khilafah, karena hanya dengan sistem khilafah lah jiwa-jiwa umat akan terlindungi dari hal-hal yang merusak moral. Sistem Khilafah benar-benar akan melindungi umat dari ancaman paham sekulerisme karena dalam sistem Khilafah umat akan diatur oleh hukum Syara’ yakni hukum yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, hukum yang diciptakan langsung oleh Allah SWT tanpa mengenal adanya kompromi. Allah bukan hanya sang pencipta tetapi Allah juga sang pengatur, dengan demikian manusia akan paham bahwa dia tidak hanya di ciptakan tetapi juga harus mengikuti aturan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Wallahu a’lam bisshawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.