Jas Merah: Jangan Suka Melecehkan Rasulullah

Oleh: Abu Mush’ab Al Fatih Bala (Blasteran Timor Alor)

Seorang “mak lampir” beraksi lagi. Setelah dulu minta maaf telah menistakan Cadar dan Syariah Adzan sekarang melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Membanding-bandingkan Beliau dengan jasa bapaknya. Seolah-olah Bapaknya yang paling berjasa bagi kemerdekaan negeri ini. Sedangkan Rasulullah tak punya peran langsung. Hanya “omdo”, “tokoh fiktif”, tokohnya bangsa Arab.

Padahal Bapaknya adalah pengangum berat Rasulullah SAW

Coba flashback kembali sejarah siapa yang membawa masuk Islam ke Indonesia? Ajaran Nabi Mana yang memberikan peran terbesar kemerdekaan Indonesia? Sejarah mencatat Islam telah hadir ke bumi Nusantara pada abad ke 7 Masehi.

Pada saat itu Raja Sriwijaya Jambi, yang terpana akan ajaran Islam, bersurat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Khalifah bani Ummayyah, yang merupakan Cucu Khalifah Umar bin Khattab ra. Sahabat dekat Rasulullah SAW. Raja ini meminta masuk Islam dan meminta utusan untuk mengajarinya Islam.

8 abad kemudian Islam yang dibawa wali Songo telah menjiwai kesultanan-kesultanan Nusantara. Atas semangat Islam dan Jihad, penjajah Portugis, Inggris, Belanda dan Jepang diusir dari negeri kepulauan ini.

Bahkan Khilafah Usmani yang hukum negaranya bersumber pada Al Qur’an dan Sunnah, demi ajaran Nabi Muhammad SAW untuk melindungi setiap jengkal negeri kaum Muslimin, mengirimkan kapal-kapal induk perangnya ke Aceh guna mengusir penjajah Portugis dari Sumatera.

Pada abad ke 20 pun Bung Tomo tidak sowan ke tokoh-tokoh nasionalis untuk melibas Inggris. Beliau lebih memilih meminta fatwa dan petunjuk kepada Rais Akbar NU, KH Hasyim Asy’ari. Ulama yang begitu mencintai Rasulullah SAW daripada dirinya sendiri. Atas Resolusi jihad yang dicetuskan, Bung Tomo membakar semangat arek-arek Surabaya dengan pidato dan gelora takbir yang membakar semangat para Pemuda. Mereka bangkit melawan imperialisme Inggris.

Kurang apalagi sumbangsih ajaran Rasulullah SAW jika kita ingin melihatnya dari sisi Sejarah.

Jadi jangan pernah melecehkan Rasulullah SAW. Pada zaman fase Makkah atau Madinah, para Sahabat Rasulullah SAW tak pernah ragu mencabut pedang dan menebas leher siapa saja yang menghina Rasulullah SAW. Namun, kasih sayang Beliau kepada Umat manusia begitu tingginya. Beliau melarang para Sahabat mengangkat senjata memerangi orang yang melecehkan dirinya. Beliau hanya ingin manusia masuk Islam. Rasulullah SAW hanya ingin manusia bebas dari penghambaan ke sesama manusia ke penghambaan hanya kepada ALLAH SWT semata.

Beliau tidak peduli jika dirinya dihina namun jika agama Allah dihina Beliau siap berjihad. Tapi kita sebagai Kaum Muslim wajib membela Rasulullah SAW.

Ingat kontribusinya bukan untuk Indonesia saja. Tapi bagi 1,7 Milyar kaum Muslimin di dunia. Beliau Rasul dan pemimpin peradaban terbesar di dunia. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *