Jangan Lupakan Sejarah

Oleh: Ummu Fillah (Aktivis Muslimah dari Jember)

Kendatipun kita sudah Allah ijinkan berada di 2020, bukan berarti kita melupakan sejarah yang terjadi di tahun 2019, karena sejarah mengajari kita muhasabah, sejarah mengajari kita langkah apa yang perlu diperbaiki dari masa lalu, sejarah mengajarkan arti dari perubahan.

Banyak persoalan ummat yang tidak terselesaikan di tahun 2019 , di antaranya krisis air bersih, 20.000 ton beras membusuk di Bulog saat 22 Juta rakyat masih dalam kelaparan, radikalisme yang disematkan kepada umat islam, dihapusnya materi khilafah dan jihad dari kurikulum pendidikan agama islam di sekolah dan banyak hal lagi.

Kenapa problematika umat ini tidak kunjung usai? Tidak lain dan tidak bukan karena diterapkannya sistem kapitalisme dalam negeri kita tercinta ini. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, yang menempatkan kepentingan sebagai asas memperoleh manfaat.

Sesungguhnya tidak ada cara lain bagi orang yang berfikir sehat, dan tidak ada pilihan lain bagi orang mukmin, bahwa satu – satunya solusi bagi seluruh problematika ummat saat ini adalah dengan solusi Islam.

Penyelesaian dengan solusi islam tentu bukan hanya berharap aspek maslahat dan diambil secara parsial(sebagian) di satu aspek. Misalnya, di bidang Ekonomi dengan meninggalkan praktik Bancassurance agar tidak terulang kasus Jiwasraya, atau melakukan dedolarisasi dan menggunakan dinar agar nilai tukar uang kita stabil dan seterusnya.

Solusi Islam harus diambil total mulai akar hingga daun, dari asas dan seluruh sistemnya.Penerapan hukum Al-Qur’an dan As-Sunnah seharusnya menjadi harga mati bagi orang – orang yang memahami aqidah dan syariat islam. Halal dan Haram sebagai tolak ukur untuk meraih keridhoan kepada Allah. Hingga keterikatan pada hukum – hukum Allah menjasad di setiap insan yang telah bersyahadat yaitu menjalani hidup sesuai dengan perintah Allah semata, mengelola bumi sesuai perintah Allah. Dengan logika ini, maka setiap kerusakan yang kita lihat didunia ini, pastilah ulah tangan manusia yang enggan menjalankan perintah Allah dalam setiap sendi kehidupan.

Allah berfirman:

“ظَهَرَ الفَسَادُ فِي البَرِّ وَ البَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِ النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لُعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ”

Yang artinya:
“Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” (Ar-rum:41).

Sistem Islam dengan penerapan syariat kaffah akan terwujud dalam bingkai khilafah. Sudah terbukti secara historis dan empiris mampu mengatasi semua problematika ummat dan krisis yang sampai saat ini belum teratasi.

Kita bisa mengambil contoh sejarah khalifah Umar dalam mengatasi kemiskinan dengan membuat rumah tepung. Khalifah Umar bin Abdul aziz yang dalam pemerintahannya tidak ditemukan seorangpun yang pantas menerima zakat. Dan masih banyak sejarah kekhilafahan dengan penerapan syariat Islam Kaffah, telah mampu menciptakan hasil kehidupan sejahtera, mulia dan jaya hingga 13 abad lamanya.

Allahu a’lam bish showab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *