JANGAN ADA DENDAM

Oleh : Widi Yanti

 

(Pengingat Diri 1)

Adalah manusiawi jika seseorang mempunyai keinginan untuk dihargai sesama. Berharap untuk selalu dimengerti orang lain. Saat orang lain melakukan kesalahan dan menyakiti hatinya maka sangat sulit untuk melupakan. Bahkan menyimpan rasa sakit hati sampai akhir hayat. Ada dendam yang tersimpan di hatinya. Seseorang yang menyimpan dendam terhadap orang lain biasanya menginginkan orang lain merasakan seperti apa yang ia rasakan.

Awalnya menjadi sahabat dekat. Namun karena suatu peristiwa dan membuat sakit hati serta dendam maka retaklah persahabatan. Bahkan antar saudara sekandung sampai putus tali silaturahmi karena sakit hati.

Jelas, Islam tidak menganjurkan umatnya untuk mempunyai sifat dendam. Karena sifat ini hanya akan membuat seseorang kehilangan akhlaknya dan membuat dirinya semakin jauh kepada Allah SWT. Sangat jelas bahwa Allah SWT dan Rasulullah ﷺ sangat benci orang-orang yang berperilaku dendam. Allah SWT menganjurkan untuk saling memaafkan.

Allah SWT berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan,” (QS. Ali Imran: 133-134).

Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seseorang memaafkan kedzaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya,” (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi).

__________________
Edisi mengingatkan diri sendiri sebagai insan biasa tempat salah dan lupa. Hanya berusaha untuk lebih baik ke depannya.

Malang, 3 Oktober 2019

#nubar
#nulisbareng
#level4
#berkreasilewataksara
#menulismengabadikankebaikan
#week1
#RNB6
#rumahmediagrup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *