Jadikan Nabi Teladan, Ayo Terapkan Syariah Islam

Oleh: Abu Mush’ab Al-Fatih Bala (Blasteran Timor Alor)

Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang paling sempurna yang Allah SWT ciptakan. Beliau diutus pada zaman ketika kehidupan manusia terpuruk.

Berbagai kezhaliman terjadi di tengah masyarakat seperti mabuk-mabukan, mengubur bayi perempuan hidup-hidup, riba, curang dalam timbangan dan lain-lain. Ini lah kehidupan barbar alias radikal jahiliyah.

Rasulullah SAW mulai menunjukkan akhlaqnya yang mulia dalam kehidupan sehari-hari. Pada usianya yang ke 25 Beliau digelari al Amin (yang terpercaya) karena berhasil memecahkan kasus terlepasnya Hajar Aswad dari Ka’bah akibat air bah.

Dan mengembalikannya ke tempat asalnya tanpa pertumpahan darah dan perang saudara antar kabilah. karena kasus ini Beliau menjadi solusi yang cemerlang bagi setiap problematika keumatan saat itu. Beliau menemukan jalan keluar yang tidak ditemukan orang lain.

Beliau makin dicinta berbagai kalangan. Sifatnya yang amanah, shiddiq, fathonah dan cerdas dalam berdagang semakin dikagumi tua maupun muda.

Namun, pada usia nya yang ke 40, ketika Beliau menjadi Nabi dan Rasul, mulai mendakwahkan Islam secara terang-terangan mulai nampak permusuhan oleh kaum kafir Quraisy.

Hanya 40 pemuda yang beriman kepadanya di fase Makkah. Dakwah Beliau ditolak dimana-mana tetapi tidak menghentikan dakwah Beliau dan para sahabatnya.

Tawaran harta, tahta dan wanita ditolaknya mentah-mentah. Semua dilakukannya demi dakwah.

Karena keistiqomahan Rasulullah SAW dan para sahabatnya, kaum Quraisy gusar melihat perkembangan dakwah Rasulullah yang mengancam tatanan sistem jahiliyah saat itu. Dan demi menjaga kepentingannya mereka pun membuat beragam makar termasuk ingin membunuh Rasullullah.

Rasulullah SAW terus melakukan kontak dengan berbagai kepala kabilah meyakinkan mereka agar memberikan kekuasaannya demi Islam. Namun semua gagal karena mereka tidak ingin dipimpin oleh orang yang lemah atau ada pamrih atas jasa yang ingin mereka berikan.

Dakwah Rasulullah SAW, setelah habis-habisan ditolak , akhirnya diterima oleh kabilah Aus dan Khajraj. Di luar dugaan, bantuan Allah SWT pun turun dari langit memberikan kekuatan baru bagi kaum Muslimin.

Ketika rencana pembunuhan gagal, Rasulullah SAW dan Abu Bakar As-Shiddiq berhasil hijrah ke Madinah. Di sanalah Beliau SAW menjadi kepala negara (Daulah) dan menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Berbagai kemenangan diraih Beliau dan futuhat Kota Makkah terjadi tanpa tumpah darah. Rasulullah memaafkan kaum kafir yang memusuhi Islam dan berhala pun dihancurkan.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, keimanan dan ketakwaan selalu dilaksanakan oleh kaum Muslimin dengan berpegang kepada Warisan Rasulullah SAW, yakni Kitabullah dan Sunnatullah. Khalifah dan Khilafah yang dipimpinnya, terus menyebarkan Islam hingga berkuasa di 2/3 dunia selama 14 abadnya. Di dalamnya berbagai agama dan suku bangsa hidup tentram dalam sistem Islam.

Inilah teladan Rasulullah SAW yang harus kita amalkan. Kegigihannya dalam mendakwahkan Islam dan berpegang kepada Risalah Tauhid harus dicontoh, bukan pada aspek akhlaknya saja.

Bahkan non Muslim pun kagum kepadanya. Michael J. Heart, pakar non Muslim, dalam bukunya 100 most profound men in the history (100 tokoh berpengaruh sepanjang masa) menempatkan Beliau SAW sebagai orang nomer 1 di dunia.

Michael melalukan penelitiannya selama 26 tahun. Dan ketika mendapatkan banyak cemoohan dan interupsi atas karyanya, Michael mengatakan bahwa di awal dakwahnya banyak orang menolak Rasulullah dan hanya 4 beriman kepadanya (istrinya, sahabatnya, dan dua orang anak kecil). Kini Islam tersebar ke seluruh dunia.

Kalau non Muslim saja begitu mengakui Beliau apalagi yang Muslim. Non Muslim Seperti Paus di Vatikan merekomendasikan Syariah Ekonomi Islam sebagai solusi krisis ekonomi global. Mestinya lebih beriman dan berpegang teguh pada pedomannya.

Beliau bukan saja Al Qur’an yang berjalan. Tetapi juga rahmat bagi alam semesta. Sesuai dengan firman Allah SWT,
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam [Al-Anbiyâ’/21:107].

Kini jika masa jahiliyah terulang kembali, seperti aborsi, korupsi, miras, itu karena kaum Muslimin yang meninggalkan ajaran Rasulullah SAW. Dan solusinya adalah mengembalikan kejayaan umat Islam dengan menerapkan Islam secara Kaffah (totalitas).

Biidznillah dengan izin Allah SWT, jika kita tetap istiqomah dengan metode Dakwah Rasulullah, Islam akan mampu menyelamatkan umat manusia []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *