Islamofobia Penyakit Akut

Oleh Ghazi Ar Rasyid (Member Pena Muslimah Cilacap)

 

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON — Protes atas gambar Nabi Muhammad yang ditampilkan oleh seorang guru di Batley Grammar School, West Yorkshire, Inggris, terjadi pada Kamis (25/3) pagi. Para demonstran yang termasuk para orang tua berkumpul di luar sekolah. Beberapa hari lalu, seorang guru menampilkan gambar Nabi Muhammad SAW kepada muridnya. Namun, kini dia mengakui bahwa gambar tersebut sangat tidak pantas. Penggambaran Nabi Muhammad SAW dianggap sangat ofensif dalam keyakinan Muslim. Salah seorang orang tua mengatakan kartun yang digunakan diambil dari majalah satir Prancis, Charlie Hebdo.

 

Juru Bicara Departemen Pendidikan dan Keterampilan (DFE) Inggris mengatakan, sekolah harus menyeimbangkan materi pelajaran dengan rasa hormat dan toleransi di antara orang-orang yang berbeda keyakinan. Hal ini termasuk dalam memutuskan materi apa yang akan dibahas. Menurut surat sekolah kepada orang tua, karikatur diperlihatkan pada Senin (22/3) lalu. Menanggapi ini, Kepala Sekolah Gary Kibble mengatakan, sekolah dengan tegas meminta maaf karena menggunakan gambar yang sama sekali tidak pantas dalam pelajaran agama.

 

“Seorang anggota staf juga telah menyampaikan permintaan maaf yang paling tulus. Kami segera menghentikan pengajaran pada bagian ini dan kami sedang meninjau bagaimana kami melangkah maju dengan dukungan dari semua komunitas di sekolah kami,” kata Kibble, dilansir Sky News, Jumat (26/3).

 

Kibble menambahkan, penting bagi anak-anak untuk belajar tentang keyakinan, tapi harus menggunakan cara yang hormat. Akan tetapi, para demonstran tidak puas dengan reaksi dari pihak sekolah. Mereka menuntut guru yang menampilkan karikatur agar mengundurkan diri. Untuk mengamankan situasi, para polisi berjaga seraya para pengunjuk rasa juga berteriak “dipecat”. Anggota Eksekutif Masyarakat Kesejahteraan Muslim India di Batley, Yunus Lunat, mengatakan, guru itu telah menyimpang cara belajar kepada murid dan mencoba memprovokasi murid.

 

“Mereka berbicara tentang kebebasan berekspresi, tapi saya mempertanyakan hubungan kebebasan berekspresi dengan pelajaran. Anda tidak akan pernah melihat gambar Nabi Muhammad di masjid kami, di masjid mana pun tidak di seluruh dunia,” kata Yunus.

 

Dalam ilmu kedokteran pasti tidak asing lagi dengan istilah akut. Penyakit akut mengacu pada kondisi medis yang berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.Tetapi ketika muncul, menimbulkan serangan dalam waktu cepat dan berbahaya. Penyakit akut juga dapat diartikan dengan penyakit yang terjadi secara mendadak, dalam waktu singkat, dan biasanya merupakan indikasi penyakit yang serius. Dan salah satu penyakit akut yang sedang menimpa masyarakat sekuler sekarang ini adalah Islamophobia. Pengertian islamophobia sendiri ialah ketakutan yang berlebih yang tidak memiliki dasar pemikiran yang kuat tentang islam, bahkan dapat disebut mengada-ada.

 

Kasus Islamophobia di negara-negara Barat, terutama Eropa – akhir-akhir ini mengalami peningkatan yang luar biasa. Sebut saja seorang guru di Batley Grammar School, West Yorkshire, Inggris, menggambar kartun Nabi Muhammad SAW yang diambil dari majalah satir Perancis, Charlie Hebdo kemudian menampilkan gambar Nabi Muhammad SAW kepada muridnya. Meskipun setelah itu dia mengakui bahwa gambar tersebut sangat tidak pantas. (Republika.co.id.London)

 

Maraknya islamophobia ini tentu sangat mengkhawatirkan karena akan memperkuat pandangan dan sikap buruk terhadap islam. Semua ini akan mendorong sikap saling curiga, kebencian, dendam dan kemarahan yang berujung pada menguatnya konflik horisontal di tengah masyarakat. Terbukti, tidak sedikit masjid yang dilempari dengan kotoran, para muslimah yang menggunakan hijab pun dilecehkan dan diludahi dinegara minoritas Islam.

 

Dalam negara mayoritas Islam pun, sikap anti Islam ini menjadikan kaum muslim takut dan enggan dalam mengkaji Islam. Karena takut akan sebutan radikal atau teroris. Kaum muslim sekarang ini hanya menjadikan islam sebagai agama ritual saja. Contoh sederhananya, ibadah jalan maksiat juga jalan. Terlebih dengan muslim hedonis dan materialis yang menjadikan dunia sebagai kesenangan dan melupakan akan akhirat

 

Penghinaan terhadap Islam sekarang ini makin marak. Sekulerisme telah menjadikan Islamophobia tumbuh dengan begitu subur, bagai tumbuhan jamur di musim hujan. Ketiadaan sanki keras bagi pelecehan Nabi pun membuat pelaku tak jera. Kesan kebal hukum terhadap para buzzer pihak berkuasa yang melakukan penghinaan kepada Nabi saw. dan ajaran Islam, juga menjadikan penghinaan demi penghinaan terhadap Islam terus berulang. Hal ini semakin diperparah dengan tidak adanya pembelaan dari umat Islam sendiri, hal ini pula yang membuat para penghina Islam semakin menjadi jadi.

 

Dalam kasus yang serupa, syariat Islam akan memberikan hukuman yang sangat tegas bagi penghina Nabi. Para Ulama telah sepakat bahwa seorang muslim yang menghina Nabi dianggap telah murtad, baik itu dilakukan dengan sengaja atau hanya sebatas candaan saja. Sanksi tegas bagi penghina Nabi adalah dibunuh, kecuali jika dia mau bertaubat. Hukuman ini pula berlaku bagi orang kafir yang menghina Nabi.

 

Demikianlah hukuman yang diterapkan dinegara yang menerapkan Islam sebagai aturan. Orang-orang yang beranu menghina Nabi akan mendapat hukuman mati. Dan hukuman mati ini pun akan mustahil diterapkani di negara sekuler, melainkan oleh negara yang menerapkan Syariat Islam secara kaffah. Oleh karena itu, eksistensi Khilafah adalah sebuah keniscayaan agar syariat Islam bisa diterapkan secara kaffah hingga penjuru negeri. Agar umat dapat merasakan kemaslahatan dari diterapkannya Syariat Islam.

 

Wallahu’alam bishowab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *