ISLAMFOBIA TERULANG BUKTI KEBENCIAN YANG MENDALAM

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Muna Rachman

 

Terlahir dari keluarga muslim sejak dalam rahim adalah anugerah terindah yang wajib disyukuri. Allah …. Allah… Allah …. Ucapan pertama yang terus dilantunkan ketika pertama belajar berbicara sebagai tanda bahwa Tuhanku adalah Allah SWT dan sebagai bentuk ketauhidan bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT. Tinggal di sebuah negara dengan penduduk yang mayoritas beragama muslim, merupakan nikmat yang luar biasa. Bisa menikmati indahnya beragama dengan rasa aman, nyaman dan damai. Khususnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama muslim.

Miris ketika mendengar kabar tentang saudara muslim dari belahan negara barat sana yang sangat diperlakukan secara kurang manusiawi sampai direnggut nyawanya karena agama minoritas yang dianutnya. Beragama muslim di tengah masyarakat mayoritas non muslim dianggap sebuah ancaman. Bahkan sampai dengan nyawa ancamannya.

Dirilis dari Bisnis.com, Polisi Ontario Kanada mengatakan, seorang pengemudi dengan sengaja menyerang satu keluarga dengan alasan karena mereka muslim, sehingga menewaskan empat orang dan melukai serius seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun. Serangan itu dikecam sebagai “tindakan kebencian yang tidak bisa diungkapkan”, selain bersikap islamofobia atau istilah kejiwaan untuk ketakutan dengan pemeluk agama islam. Ada bukti bahwa ini adalah tindakan terencana dan dimotivasi oleh kebencian.

Kasus kebencian ini bukan pertama kali terjadi di Kanada. Beberapa kasus sdh sering terjadi disana. Hampir disebagian negeri lain pun yang dimana muslimnya adalah minoritas, selalu muslim dijadikan sebagai ancaman. Apa salahnya menganut agama Allah yang mulia ini ? Doktrin-doktrin mengenai buruknya Islam di mata para pembenci berhasil mempengaruhi masyarakat barat khususnya. Islamfobia yang terus dideraskan adalah ketika peristiwa hancurnya gedung WTC di New York, Amerika Serikat. Sebuah rekayasa yang sengaja dibuat dengan menuduh umat Islam adalah pelakunya, sehingga mampu menciptakan kebencian pada masyarakat barat akan tuduhan-tuduhan yang tidak benar terhadap Islam. Dibuatlah pandangan yang salah, seakan-akan umat muslim adalah teroris, radikal, pembunuh dan sebagainya.

Sampai kapan islamfobia khususnya di negeri Barat akan berhenti ? Sekalipun peristiwa yang terjadi di Kanada mendapat kecaman dari pejabat negara terhadap tindak teror tidak cukup menghentikan kekerasan terhadap muslim akibat islamfobia. Butuh analisa yang tajam supaya mampu menembus pada titik tujuan dari penderasan islamofobia tersebut. Karena apa yang sebenarnya menjadi titik permasalahan mereka para musuh Islam, yang terus tanpa hentinya membuat tuduhan-tuduhan yang tidak jelas. Islam itu cinta damai, cinta kasih sayang ,paling toleransi, agama mulia yang sesuai dengan fitrah manusia. Lantas apa yang membuat mereka takut ? Pakaian muslimahnya yang dengan sopan menutup seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan bahkan ada yang sampai bercadar, ini menunjukkan bahwa harga diri sendiri harus dijaga. Ada kewajiban mulia perintah dari penciptanya. Haram menyakiti hewan apalagi sampai menyakiti dan menghilangkan nyawa sesama manusia. Inilah Islam. Ajarannya mulia dan agama yang patut diikuti oleh seluruh manusia, seharusnya.

Namun tidak hanya ajaran Islamnya saja yang harus disampaikan. Dalam masalah Islamfobia, umat harus disadarkan bahwa mereka para pembenci Islam sejatinya adalah ingin membendung ajaran Islam yang ideologis. Yang dimana terus memperjuangkan keutuhan Islam yang sesungguhnya. Musuh Islam memang tidak akan berhentinya menderaskan kemudharatan karena memang sudah tertuang pada QS. Ali Imran ayat 118 yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (TQS. Ali Imran ayat 118 )

Sungguh jelas apa yang sudah dikabarkan, mereka tidak akan pernah berhenti untuk menebar kebencian dan tidak akan berhenti menyulutkan api kemudharatan. Hanya kepemimpinan Islam yang mampu menghentikan kekerasan dan mengangkat kehormatan Islam di tengah bangsa di dunia. Pemerintahan Islam, akan menindak tegas kepada mereka yang menghina dan membunuh karakter Islam. Siapapun yang melukai warga negara yang dengan sengaja menghilangkan nyawa tanpa sebab apalagi karena agama maka akan dihukum dengan balasan yang setimpal. Islam yang sangat toleransi dengan agama lain tidak akan pernah melakukan hal-hal yang diluar hukum Islam. Hanya ada dalam penerapan Islam Kaffah di bawah pemerintahan Islam lah , sebuah kepercayaan akan suci murni tidak ternodai apalagi sampai dilukai.

Walohu’alam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.