Islam Kaffah Solusi Hakiki

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Desi Novitasari (Aktivis Muslimah Babel)

 

Permasalahan bangsa Indonesia dan dunia di tengah tantangan globalisasi dan ideologi barat menjadi semakin pelik. Permasalahan-permasalahan tersebut hampir mencakup di segala lini kehidupan. Keadaan ekonomi Indonesia pun sudah masuk pada resesi ekonomi. Hal ini menyebabkan peningkatan angka pengangguran Indonesia. Permasalahan di dunia pendidikan pun menyesakkan dada. Selain Indonesia, krisis juga dialami global. Krisis dunia seperti pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, hilangnya jaminan keamanan atas perempuan dan anak dan lain sebagainya. Selain masalah ekonomi, masalah pendidikan dan kesehatan, masih banyak PR permasalahan bangsa bahkan dunia yang harus segera diselesaikan.

Telah terbukti solusi yang selama ini diterapkan, yaitu solusi dari kapitalisme, liberalisme, dan sosialisme, telah gagal dan tidak mampu menyelesaikan masalah, bahkan menimbulkan masalah lain. Bahkan sistem ini malah mengusung ide moderasi beragama yang sejatinya bertujuan untuk menjauhkan umat muslim dari Islam sebenarnya.

Moderasi beragama justru memalingkan perjuangan umat muslim untuk menerapkan Islam kaffah. Moderasi beragama akan semakin menancapkan paham sekulerisme dan liberalisme di benak kaum Muslim, menjadikan karakter Islam moderat yang mendukung segala bentuk pemikiran dan ide yang berasal dari Barat seperti Hak Asasi Manusia (HAM), kebebasan beragama, kesetaraan gender, terorisme dan kekerasan sesuai dengan penafsiran Barat.

Hal ini mengharuskan umat Islam Indonesia dan dunia untuk mencari akar masalah dari segala permasalahan tadi sehingga bisa mendapatkan solusi yang tepat. Sebagai seorang muslim tentu kita meyakini bahwa Allah SWT adalah Pencipta sekaligus Pengatur Kehidupan kita. Oleh karenanya Allah SWT memberikan seperangkat aturan kepada kaum muslimin untuk menuntun kehidupannya di dunia ini, yakni Al Qur’an dan As Sunnah. Sehingga suatu kewajiban umat muslim untuk kembali menjalankan ajaran Islam berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah.

14 abad lalu Al Qur’an diwahyukan Allah SWT kepada teladan kita, Nabi Muhammad SAW. Al Qur’an diturunkan di tanah Arab pada masa kejahiliyahan begitu merajalela. Rasulullaah SAW mendakwahkan Islam kepada Bangsa Arab untuk mengubah kebiasaan- kebiasaan buruk kafir Quraisy yang bertentangan dengan ajaran Islam. Setelah melalui 13 tahun fase dakwah di Mekkah dengan begitu banyak tantangan dan hambatan beliau lalu hijrah ke Yatsrib atas perintah Allah SWT. Di sanalah kemudian Rasulullah SAW mendirikan Daulah Islam pertama sekaligus menjadikan Islam aturan dalam seluruh aspek kehidupan.

Setelah beliau wafat, kepemimpinan Islam ini dilanjutkan oleh para sahabat yang kita kenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin dan negaranya bernama khilafah. Sejarah mencatat bahwa khilafah mampu menaungi kaum muslimin selama 13 abad lamanya dengan luas wilayah 2/3 dunia. Penerapan aturan Islam secara kaffah dalam khilafah menciptakan peradaban Islam yang sangat maju. Kaum muslimin dengan kesadaran dan ketaatannya menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tujuan hidup. Maka tidak heran khilafah mampu mencetak para ulama-ulama sekaligus menjadi para intelektual yang sangat cerdas. Tidak hanya menguasai ilmu Islam, mereka juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka menjadi pelopor penemuan-penemuan baru yang belum pernah ada sebelumnya seperti Ibnu Sina, Al Khawarizmi, Ibnu Firnas, Maryam Al Asturlabi, dan masih banyak lagi. Dari segi ekonomi, khilafah mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya yang seluruh kebutuhannya tercukupi. Khilafah juga memberikan hak yang sama bagi rakyatnya (muslim maupun non muslim), seperti pendidikan, kesehatan, keamanan, dan lain sebagainya.

Secara historis, banyak bukti bisa dilihat dalam catatan sejarah, sebagaimana yang dibukukan oleh ahli sejarah, baik dalam sirah maupun tarikh, seperti Sirah Ibn Ishaq, Maghâzi al-Wâqidi, Tabaqât Ibn Sa’ad, Sirah Ibn Hisyâm, Tarikh al-Umam Wa al-Mulk, Tarikh Ibn al-Atsîr, Tarikh Ibn Katsîr dan sebagainya. Buku-buku sejarah ini memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana Islam diterapkan sepanjang berabad-abad. Sejarah telah mencatat kegemilangan Islam selama 1.300 tahun lebih ketika Islam diterapkan sebagai mabda yang memimpin dunia, di mana angka orang yang dipotong tangan akibat kasus pencurian dan dikenai sanksi hudud hanya 200 kasus. Rekor ini bisa diraih karena ketika mabda Islam diterapkan di tengah masyarakat, Islam akan membina masyarakat supaya menjadikan akidah Islam sebagai qiyadah fikriyyah atau kepemimpinan berpikir mereka. Dengan demikian, akan lahir ketakwaan dalam diri anggota masyarakat, di mana ketakwaan tersebut akan memancarkan sifat protektif, sehingga mampu mengendalikan diri setiap individu dan mendorong mereka untuk melaksanakan perintah Allah SWT serta meninggalkan larangan-Nya. Masyarakatnya juga akan membawa pemikiran dan perasaan Islam, sehingga manjadikan anggota masyarakatnya aktif dan peka dalam melakukan amar makruf dan nahi mungkar sebagai kontrol sosial agar senantiasa berada di jalan Islam yang lurus. Sementara yang memainkan peranan paling penting dalam konteks ini adalah pemikiran dan metode Islam yang diterapkan dalam sebuah negara.

Jika ingin mengatasi permasalahan dunia saat ini, tidak ada jalan lain selain kembali menerapkan Islam kaffah dalam bingkai khilafah. Karena sistem ini terbukti memberikan solusi tuntas terhadap semua permasalahan manusia serta menyejahterakan mereka selama berabad-abad. Penerapan Islam kaffah juga bagian dari mengakui Allah Sebagai satu-satunya Pembuat Hukum dan aturan Allah ini memang diturunkan sesuai dengan kebutuhan manusia. Penerapan Islam kaffah sebagai sebuah solusi permasalahan akan mendatangkan keselamatan/maslahat di dunia dan akhirat, serta menghindarkan dari siksa di dunia dan akhirat.

Namun saat ini tidak ada satu pun negara yang menerapkan Islam kaffah ini, maka diperlukan usaha dan dukungan dari semua kalangan agar sistem ini bisa kembali diterapkan di tengah-tengah ummat. Selalu ada mereka yang ikhlas berada di jalan dakwah, mendakwahkan kewajiban menegakkan kembali khilafah untuk mewujudkan bisyarah Rasulullaah SAW dan janji Allah bahwa Islam akan kembali memimpin peradaban dunia.

Atas usaha dakwah para pejuang khilafah inilah, khilafah semakin dikenal oleh ummat. Bahkan mereka merasa rindu dengan kehadirannya agar bisa hidup di bawah naungan Islam. Dukungan khilafah pun terus membanjir dari semua kalangan, baik dari kalangan tukang cor sampai profesor, dari tukang becak sampai pendidik, dari kalangan bawah sampai kalangan pejabat, dari kalangan rakyat biasa sampai praktisi hukum dan lain-lain.

Umat semakin muak dengan realita akibat sistem yang diterapkan saat ini. Karena mereka mengetahui bahwa hanya khilafah lah yang bisa mewujudkan kehidupan Islami, dan kehidupan Islami inilah yang dapat mewujudkan ketentraman, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Maka para pejuang dan pendukung khilafah akan selalu semangat berjuang hingga apa yang diperjuangkannya terwujud.

Wallahua’lam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.