Inspiratif, SDIT Muhammadiyah Bireuen Bagikan Rapor Siswa Setelah Shalat Subuh Berjamaah

Bireun—Mungkin ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia, pembagian rapor siswa dilakuakn sesudah shalat subuh berjamaah. Hal ini terjadi di SDIT Muhammadiyah Bireun, Aceh, Sabtu (2/11/2019).

Seperti dikutip dari Lamuri Online, sebelum pembagian rapor dimulai, pihak sekolah mengajak para wali siswa dan siswa untuk melakukan shalat subuh berjamaah di sekolah.

“Anak saya sangat bersemangat, dari semalam sudah sibuk untuk mengingatkan ayah besok shalat subuh disekolah, sepertinya hal serupa juga dialami oleh wali murid yang lain,” ungkapnya ungkap pembina SDIT Muhammadiyah Bireuen, dr. Athaillah A lathif, S.poG saat memberi sambutan.

‌Sementara itu, kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen, Rizki Dasilva, S. Pdi. MA mengatakan,  kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendekatan antara ayah dan anak, ibu dan anak.

“Kegiatan ini sama seperti pembagian rapor pada umumnya. Hanya saja sebelum pembagian rapor, diawali dengan kegiatan shalat subuh berjamaah dan tausyiah dari ustad Adnan Yahya,” jelasnya.

Setelah itu pembacaan puisi dari siswa SDIT Muhammadiyah Bireuen yaitu Farah Nitia dan Zahwa Akila Riva.

‌”Pembacaan puisi mereka sebagai ungkapan perasaan seorang anak atas hasil pembelajaran mereka. Anak anak pun luar biasa semangat untuk datang ke sekolah mengajak ayah bunda mereka untuk melakukan shalat subuh berjamaah,” sebut Rizki.

Kegiatan selanjutnya adalah tausyiah dari ustad Adnan Yahya, yang antara lain betpesan agar oang tua sekarang haruslah siap mengahadapi perkembangan anak jaman milenial saat ini.

“Jadilah orang tua yang bijak, ikut serta dalam berbagai kegiatan positif bersama anak. Semoga kegiatan shalat subuh berjamaah ini tidak hanya berhenti sampai hari ini. Tetapi menjadi kegiatan rutin ayah dan bunda di rumah bersama buah hatinya,” harapnya.

Dia berharap semoga kegiatan ini memberi pengaruh positif untuk orang tua khusus. Pembagian rapor adalah salah satu momen yang menggembirakan.

“Alangkah bahagia seorang anak ketika mengambil hasil belajar mereka bersama ayah atau bunda. Lalu diakhiri dengan pelukan hangat dari ayah bundanya,” pungkasnya. [Syaf/VoI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *