Inkonsistensi Kebijakan Membingungkan Rakyat

Oleh : Anita

Bulan Ramadan sudah memasuki hari ke 21, sebentar lagi bulan Syawal tiba, akan tetapi wabah pandemi covid 19 pun belum juga ada penanganan yang serius. Hal tersebut menyebabkan pemerintah mengeluarkan larangan mudik.

Larangan mudik yang dikeluarkan beberapa pekan lalu, terdapat opini dari pemerintah yang membingungkan, yaitu, mudik dilarang tetapi pulang kampung diperbolehkan. Sehingga sebelum peraturan turun, banyak warga yang mencuri start di awal untuk dapat mudik ke kampung halaman mereka.

Pemerintah beranggapan yang mencuri start untuk pulang kampung justru berada dalam kondisi berbahaya jika tetap tinggal di ibukota. Ketika pulang kampung, pemerintah daerah setempat telah menyiapkan tempat isolasi bagi warga yang ingin masuk ke wilayah tersebut. Keputusan yang membingungkan inilah yang dapat menjadi boomerang dalam penyebaran virus covid 19.

Setelah pernyataan tersebut, lagi-lagi pemerintah kembali melontarkan diksi yang membingungkan dan menegaskan inkonsistensi kebijakannya yaitu seruan agar ‘hidup damai’ dengan corona sebelum ditemukan vaksin. Virus covid 19 bukanlah teman yang dapat diajak untuk berdamai, banyak nyawa yang akan terancam jika pemerintah tidak benar-benar segera mencari solusi atas masalah ini. Seharusnya pemerintah segera bekerjasama dengan kemenristek dan kemenkes serta lembaga lainnya untuk berkoordinasi agar segera menemukan vaksin virus covid 19 ini. Jika tidak segera dilakukan tindakan, tenaga medis terkesan dibiarkan maju ke medan perang dan rakyat dilepaskan ke rimba belantara tanpa perlindungan.

Sejauh ini langkah yang diambil oleh pemerintah adalah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bukan lockdown. Sehingga dengan PSBB masyarakat masih bisa beraktivitas secara terbatas, tetapi tetap harus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Dengan PSBB masyarakat masih tetap dapat menjalankan ekonomi kehidupannya. Namun siapa yang akan menjamin kesehatannya dengan tetap melakukan aktivitas ekonomi di luar rumah? Dengan tindakan PSBB ini, sudah membuktikan bahwa pemerintah kurang serius dalam menangani wabah covid 19 ini, tidak ada jaminan sosial, ekonomi bahkan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Pemerintah terkesan lepas tangan terhadap masalah yang dialami oleh masyarakat. Inilah bukti bahwa pemerintah abai terhadap rakyatnya. Dan begitulah potret pemimpin dalam sistem kapitalis sekuler. Sebuah sistem yang memisahkan antara agama dan kehidupan.

Di zaman Rasulullah SAW pernah terjadi wabah kusta yang menular dan dapat mematikan sebelum diketahui apa obatnya. Pada saat itu, Rasulullah SAW memerintahkan masyarakatnya untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami penyakit tersebut. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “ Jangan kamu terus menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta. “ (HR. Bukhari). Rasulullah SAW juga pernah memperingatkan masyarakatnya untuk tidak masuk ke wilayah yang sedang terkena wabah penyakit, dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk ke luar dari tempat tersebut. Hal ini berarti Rasulullah pernah melakukan lockdown.

Rasulullah pernah melakukan lockdown, akan tetapi Rasulullah selalu memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Dari baitul mal Rasulullah memenuhi kebutuhan rakyatnya, tanpa membedakan status ekonomi. Semua secara rata diperhatikan hingga tidak ada rakyatnya yang menderita akibat lockdown yang dilakukan. Begitulah potret pemimpin dalam sistem Islam. Islam menjadikan pemimpin sebagai pelindung bagi rakyatnya.

Maka dari itu, seharusnya pemerintah tidak memberikan pernyataan yang membingungkan namun memberikan ketegasan bahwa hidup damai dengan corona bukan berarti diam saja, namun diimbangi dengan usaha untuk segera menemukan vaksin covid 19. Dan kita tetaplah mendekatkan diri kepada Allah SWT agar segala wabah penyakit yang menimpa wilayah ini segera di angkat oleh Allah SWT. Karena sesungguhnya hanya Allah swt yang berhak membolak-balikkan kehidupan, dan hanya kepada Allah SWT kita meminta pertolongan.

Semoga umat muslim di seluruh Indonesia, dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan selalu senantiasa berada di jalan Allah untuk menerapkan syariat Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *