Indo Pasifik Menjadi Arena Rebutan Kapitalis Barat dan Timur

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh Titien Khadijah (Muslimah Peduli Umat)

 

Seruan Quad untuk kawasan Indo Pasifik yang bebas terbuka, inklusif dan sehat selama KTT, telah mengguncang China.
Quad berpotensi menjadi salah satu instrumen untuk memastikan Indo Pasifik berbasis aturan yang bebas dan terbuka, perlu kegigihan agar peran Quad itu bisa berjalan efektif.

Presiden Amerika yang baru, Biden akan mengadakan pembicaraan bersama untuk pertama kalinya pada hari Jumat 12 Maret 2021 dengan para pemimpin dari Australia, Jepang dan India. Pertemuan tersebut mempunyai tujuan untuk meningkatkan aliansi empat arah yang muncul yang sering dijadikan benteng untuk melawan China seperti dikutip dari laman Channel News Asia Rabu, 10/3/2021. (Liputan6.com).

Ini akan menjadi salah satu KTT pertama, walaupun dalam format virtual, Biden yang telah berjanji untuk menghidupkan kembali aliansi Amerika Serikat setelah kekacauan selama pemerintahan Donald Trump. Pertemuan empat arah pertama antara Biden (Presiden Amerika Serikat) dengan para pemimpin Australia, Jepang dan India, tujuannya untuk meningkatkan upaya memperkuat aliansi karena kekhawatiran akan kebangkitan China.

Aliansi ini telah berkembang pesat setelah India dan Australia ikut andil. India sebenarnya secara historis bersikeras untuk tidak berpihak dalam kebijakan luar negerinya, tapi ketegangan dengan China telah meningkat sejak tahun lalu ketika pertempuran sengit di Himalaya yang menewaskan sedikitnya 20 tentara. Australia yang dipimpin oleh Scott Morrison saat ini bersitegang dengan Beijing pasca dirinya meminta investigasi ketat akan asal Covid-19 yang berujung pada perang dagang. Jepang dan China tetap berselisih mengenai Kepulauan Senkaku yang disengketakan, China menamai pulau ini Diaoyus, dan telah meningkatkan kehadiran kapal penjaga pantainya di sana. Sementara Amerika Serikat meningkatkan kehadiran misi angkatan laut dan udaranya di Laut China dan mendorong klaim Beijing atas perairan itu.

Tidak bisa dipungkiri, Amerika sampai saat ini masih menjadi negara super power dengan kekuatan di berbagai sektor dan Amerika Serikat masih mempunyai pengaruh besar di setiap negara yang melakukan kerja sama. Hegemoni Amerika Serikat terasa hampir di seluruh kawasan termasuk di kawasan Indo-Pasifik. Di Asia Timur sendiri hampir setiap negara mempunyai hubungan dengan Amerika Serikat, yang berarti Amerika Serikat mempunyai kekuasaannya di sana.

Pada saat ini, kekuatan dunia tidak hanya tertuju kepada Amerika Serikat. Kebangkitan China diperhitungkan dunia untuk menjadi negara super power yang membuat hegemoni Amerika Serikat di Asia Pasifik sedikit luntur, karena China akan menjadi saingan buat Amerika dan China menantang Amerika untuk menjadi kekuatan dunia. China sekarang ini menjadi salah satu negara di Asia yang memiliki tingkat perekonomian yang cukup tinggi, hal tersebut terjadi karena pasar dunia telah didominasi oleh produk-produk dari China. Perekonomian dan militer China mengalami kemajuan yang sangat pesat di bawah kepemimpinan Xjinping. Hal tersebut menjadi ancaman bagi negara-negara maju termasuk Amerika.

Indo Pasifik menjadi rebutan kapitalis barat dan kapitalis timur, kemana saja para penjaganya selama ini. Padahal dalam Al-Qur’an jelas dikatakan.

“Kamu (umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kamu) menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah yang mungkar dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali ‘Imran: 110).

Ayat ini mengandung arti, bahwa umat Islam terlahir ke dunia adalah sebagai umat terunggul dan terdepan dalam segala aspek kehidupan baik dalam bidang politik, kualitas sumber daya manusia, kesehatan, kebersihan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dan di bidang kesejahteraan ekonominya.

Ini terbukti secara empiris fakta historis menunjukkan kejayaan umat Islam hanya berselang 6 dekade setelah Islam pertama kali didakwahkan oleh Rasulullah saw., bangsa Arab dengan agama Islamnya yang saat itu tidak diperhitungkan dalam kancah geopolitik dan geoekonomis tampil menjadi kekuatan baru di pentas dunia dalam waktu amat singkat umat Islam saat itu berhasil meruntuhkan hegomoni Persia dan Romawi, dua negara adikuasa saat itu. Dan melebarkan jangkauannya hingga dua pertiga dunia.
Semua penggapaian kejayaan peradaban Islam saat itu tidak lepas dari peran sentral Daulah Islam. Kecemerlangan peradaban Islam saat itu, dikarenakan umat Islam menerapkan sistem Islam, yang saat itu Islam dijadikan ideologi dan syariat Islam sebagai dasar hukum yang mengatur segenap aspek kehidupan manusia.

Persoalannya tinggal berpulang kepada umat Islam sekarang ini. Apakah umat Islam sekarang ini mau kembali kepada Al-Qur’an sebagai sumber hukum dan sumber inspirasi untuk merengkuh kembali kejayaan peradaban Islam di dunia ini secara hakiki.

Wallahu a’lam bishshawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.