Indahnya Kehamilan Sirna Akibat Abai Pemimpinnya

Oleh: SW. Retnani S.Pd. (Praktisi pendidikan)

Kehamilan merupakan suatu peristiwa indah yang sangat dinanti dan diidam-idamkan oleh pasangan suami istri, sebab kehamilan merupakan rezeki yang tak ternilai dari Allah SWT. Tidak semua wanita bisa merasakan indahnya proses kehamilan. Allah SWT melimpahkan rezeki yang luar biasa ini kepada wanita-wanita pilihan-Nya. Dengan kata lain, wanita tidak akan bisa hamil tanpa izin dari Sang Maha Pencipta, Allah Azza wa Jalla. Hanya Allah SWT yang mengetahui kondisi terbaik untuk hamba-hambanya. Begitu pun hanya Allah SWT yang berhak memberi rezeki sesuai kebutuhan dan kemampuan hamba-hambanya.

Sayangnya, rezeki yang luar biasa indah dari Allah SWT ini tercoreng oleh sistem sekuler- kapitalisme. Sistem kufur ini telah merubah sifat alamiah kehamilan yang nikmat dan indah menjadi sesuatu peristiwa yang mengkhawatirkan, sehingga harus dicegah. Bahkan lebih seramnya lagi di hentikan. Apalagi di tengah masa pandemi wabah covid 19 seperti saat ini. Pemerintah sangat antusias mencegah warga negaranya yang akan merencanakan program kehamilan. Sebagaimana dilansir dari Balebandung.com bahwa Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi Jawa Barat bersama mitra kerjanya komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi program Bangga Kencana di Graha Berkah Sadaya Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Rabu, (10/6/20)

Kegiatan ini bertujuan agar berbagai program KB terutama program pengendalian kehamilan dapat tetap berjalan dengan baik terlebih di tengah pandemi virus Corona yang menganjurkan untuk tetap di rumah. Inilah salah satu fakta kebodohan dan kebobrokan sistem sekuler- kapitalisme.

Proses kehamilan dan kelahiran yang merupakan rezeki serta mukjizat indah dari Allah SWT dianggap sesuatu yang merepotkan dan membahayakan. Hal ini berdampak pada pelarangan menikah usia remaja. Padahal, kenyataannya remaja zaman Milenium sudah terpapar oleh budaya-budaya asing yang menyesatkan, mereka berpakaian minim tidak sesuai dengan hukum-hukum Allah, bangga dengan pacaran, zina, narkoba, miras, tawuran dan kemaksiatan lainnya.

Semua ini terjadi akibat abainya pemimpin pada hak-hak warga negaranya. Pemimpin negeri yang hanya memikirkan dirinya dan golongannya pasti akan mengorbankan rakyatnya demi kesenangan kelompoknya dan keberlangsungan pemerintahannya.

Maka dengan alasan kekhawatiran rentannya kondisi ibu hamil terhadap penularan virus dan adanya fakta yang menunjukkan terjadinya lonjakan kasus ibu hamil selama masa pandemi sebagai akibat dari aktivitas Work From Home (WFH) rezim sibuk kampanye pencegahan kehamilan. Dan lebih kacaunya lagi, rezim tidak menyiapkan antisipasi penyebaran virus. Rezim otoriter bahkan membuka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam semua bidang, mengizinkan ratusan orang asing dan Aseng memasuki Negeri khatulistiwa, memberikan Bansos yang tidak merata sehingga menimbulkan kekacauan di masyarakat, lebih mengutamakan kepentingan para pemodal besar daripada keselamatan rakyat, membuka sekolah pada saat wabah ganas mengintai jiwa-jiwa para generasi bangsa, menambah hutang riba negara, para narapidana dibebaskan dan masih banyak lagi kekacauan atau keresahan akibat dari pemimpin yang abai serta lalai akan tugas juga kewajibannya.

Hal ini sangat jauh berbeda saat suatu Negeri menerapkan sistem Islam. Hukum Islam sangat memuliakan wanita apalagi wanita yang sedang hamil.

Dalam agama Islam, kehamilan merupakan salah satu bentuk kebesaran Allah SWT dan bukti bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Hal ini tercermin dalam firman Allah SWT di surat As Sajadah ayat 7, yang artinya: “Yang memperindah segala sesuatu yang dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah”.
Selain itu kuasa dan kebesaran Allah SWT dalam proses kehamilan juga dituliskan pada kitab suci Alquran surat Al-mukmin ayat 67.

Maka kemuliaan dan keindahan kehamilan dapat kita pahami sebagai suatu kebesaran Allah SWT yang telah sempurna mengaturnya. Allah telah menciptakan wanita dengan struktur dan mekanisme tubuh yang dipersiapkan untuk mampu mengandung dan melahirkan bayi, bukan hanya itu saja Allah juga telah mengatur sedemikian rupa proses kehamilan hingga terbentuk bayi yang sempurna dan siap dilahirkan ke dunia.

Tentu dengan adanya Fitrah seorang wanita untuk bisa mengandung dan melahirkan menjadikan keutamaan yang sangat luar biasa, sehingga siapapun tidak boleh memberikan stigma negatif pada suatu kehamilan yang sesuai dengan syariat Allah SWT. Bahkan pemimpin pun wajib bersukacita melindungi, menjaga dan memenuhi segala kebutuhan ibu hamil. Sebab Rasulullah SAW bangga kepada wanita-wanita yang dapat memiliki banyak keturunan. Sabda Rasulullah SAW:

“Nikahilah wanita yang mempunyai banyak kasih sayang dan banyak melahirkan karena sungguh aku bangga banyaknya kalian di hadapan umat-umat lainnya”. (HR.Abu Daud).

Sungguh, indahnya kehamilan hanya akan terwujud pada negeri yang menerapkan sistem Islam, hak-hak wanita hamil akan dipenuhi oleh pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab. Kini saatnya kita buang sistem kufur, sistem yang hanya memberikan kemudharatan dan kehancuran negeri ini, sistem yang hanya membuat rakyat sengsara dan menderita, sistem jahiliyah pembawa azab Allah. Kita ganti dengan sistem Islam, sistem yang berasal dari Sang Maha Pelindung. Sistem Islam yang dipenuhi rahmat dan berkah Allah SWT, sistem Islam yang sudah terbukti kegemilangannya selama puluhan abad. Mari kita terapkan Syariat Islam secara Kaffah agar kita dapat terhindar dari pemimpin yang abai dan otoriter. Kita sambut kebangkitan dan kejayaan Islam di nusantara. Allahu akbar!
WaAllahu A’lam Bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *