Immawan Randi, Kader IMM Tewas Tertembak saat Aksi di Kendari

Kendari– Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang juga Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Immawan Randi (21), tewas setelah tertembak peluru sepanjang empat senti saat mengikuti demonstrasi menolak sejumlah RUU yang akan digodok oleh pemerintah.

Najih Prastyo selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM membenarkan adanya penembakan tersebut yang mengenai rekannya saat menggelar aksi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kendari, Kamis (26/9).

“Randi tertembak saat aksi menolak RUU bermasalah. Ketika aksi akan berakhir ada sedikit kericuhan dan aksi represif dari aparat keamanan.” Terang Najih

Kericuhan tidak bisa dihindari saat massa mulai lempar batu dan akhirnya aparat melepaskan tembakan, Randi pun tertembak pada bagian dada sebelah kanan.

Tim Medis RS Ismoyo, Sersan Mayor Salam SR, mengatakan sekitar pukul 15.00 WITA, Randi dibawa oleh beberapa rekannya ke Unit Gawat Darurat RS Dokter Ismoyo dalam keadaan kritis. Sayangnya, nyawa Randi tidak tertolong sesaat tim medis melakukan pemeriksaan terhadapnya.

Sekjen DPP IMM, M. Robby Karman mengecam dan menyesalkan tindakan represif Aparat keamanan.

“Kami dari DPP IMM mengecam dan menyesalkan tindakan represif dari aparat, bagaimanapun unjuk rasa ini adalah hak warga negara, penanganannya tentu harus sesuai dengan SOP atau prosedur berlaku. Tidak bolek sampai ada hal-hal seperti ini, tidak boleh sampai ada peluru ditembak,” Terang M Robby.

Randi ikut bergabung IMM pada 2017 setelah mengikuti pelatihan Darul Arqam, dia juga aktif dalam kepanitiaan di IMM. [] Gsg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *