Ide Kalap Bikin Mangap

Oleh: Devi Sukmawati

Jakarta, CNN Indonesia – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana membuka kembali sekolah pada pertengahan Juli 2020. Ide ini menuai Kontra persi dari berbagai kalangan, salah satunya kekhawatiran dari Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan. Ia meragukan koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terlihat tak sinkron dalam penanganan corona.

Federasi Serikat Guru Indonesia mengkhawatirkan siswa dan guru menjadi korban wabah covid-19 atau virus corona jika rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka sekolah pertengahan Juli diputuskan.

Ide Sekolah dibuka ini merupakan upaya Pemerintah untuk menstabilkan Perekonomian yang sedang anjlok dimasa Wabah covid-19. Tetapi, ide tersebut tidak diperkirakan atau dipastikan kembali bahwa Virus tidak lagi menyebar.

Naas sayang seribu sayang untuk memastikan siapa yang positif dan negatif (melalui tes massal dan PCR) belum bisa dilakukan, karena kekurangan alat menjadi alasan utama. Hal ini meunjukkan bahwa Rezim telah gagal mengurusi urusan rakyatnya.
Seperti dalam Hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah). Kutipan Hadist ini menyimpulkan bahwa seseorang yang mengurus urusan rakyat tetapi tidak memakai Hukum Allah SWT, sehingga Rasulullah SAW mengatakan ia sebagai orang bodoh yang kelimpungan bin kebingungan.

Islam bukan sekedar Agama ritual belaka, tetapi Islam Agama yang sempurna dari mulai bangun tidur hingga bangun Negarapun ada aturannya. Salah satu contohnya pada masa Rasulullah SAW terjadi Wabah penyakit kusta yang menular dan mematikan yang dimana belum ada obatnya. Walhasil Rasulullah SAW menerapkan kebijakan isolasi atau karantina, beliau bersabda : “Janganlah kalian terus-menerus melihat orang yang kusta” (HR Bukhari). Metode Karantina ini telah diterapkan sejak Zaman Rasulullah SAW.

Kepemimpinan Rasulullah SAW ini menunjukkan sikap Amanah dalam mengurus rakyat, bijaksana ketika rakyat membutuhkan bantuan Negara, dan penuh kasih sayang antara Pemimpin dan rakyatnya. Karena Rasulullah SAW bersabda : “Imam (Pemimpin) itu Pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus” (HR Bukhari dan Ahmad)

Kepemimpinan yang Amanah ini hanya bisa diaplikaskan dalam Sistem Islam yang tidak memikirkan kepentingan dirinya, tetapi mementingkan kepentingan rakyat yang dia urusnya. Kepemimpinan itu bernama Khilafah’alaminhajinnubuwwah.
Wallahu’alambissawwab[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *