Hilangnya Generasi Harapan Bangsa

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Rina Tresna Sari, S.Pd.I (Praktisi pendidikan dan Member AMK)

Sebanyak 37 remaja di bawah umur kepergok oleh petugas melakukan pesta seks disebuah kamar hotel di Jambi. Banyak alat kontrasepsi hingga obat kuat berserakan (TribunNews.com,11/07/2020).

Kian merebaknya pergaulan bebas di negara ini, merupakan produk hasil penerapan sistem pendidikan demokrasi sekuler yang mengesampingkan peran agama, juga berlindung dibalik slogan HAM dan demokrasi. HAM dengan dalih setiap individu bebas berekspresi. Demokrasi turunan dari ideologi kapitalisme menjadikan aqidah sekularisme sebagai patokan hidup.

Demokrasi sekuler mengatur kehidupan ini sesuai dengan kehendak manusia, tanpa mau diatur oleh norma agama. Dalam artian, boleh beragama, tapi tidak boleh bawa aturan agama untuk mengatur interaksi yang terjadi di tengah masyarakat. Itulah sekularisme, memisahkan agama dari kehidupan.

Sistem pendidikan sekuler mencetak generasi yang jauh dari pemahaman agama, sehingga terbentuk generasi sekuler yang tak mengenal haram dan halal.

Saatnya menggantinya dengan sistem pendidikan Islam yang terbukti mampu memanusiakan manusia. sistem pendidikan Islam dalam naungan institusi Khilafah Islamiyah. Sistem inilah yang telah diwariskan oleh Nabi yang terbukti melahirkan generasi terbaik umat ini. Kurikulum dibuat berdasarka akidah Islam. Begitupun pemikiran umat akan dibina dengan aqidah Islam. Standar perbuatannya adalah hukum syara.

Masih percayakah pada sistem pendidikan sekuler?

Wallahu’alam.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.