Harga Bahan Pokok Melambung Naik

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Agung Andayani

 

Saat ini dianggap suatu yang wajar. Setiap bulan Ramadhan, harga-harga kebutuhan pokok melambung naik. Wajar karena berulang-ulang terjadi setiap tahun. Hal ini diperkuat oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan bahwa komoditas daging ayam, bawang putih, cabai, gula, minyak goreng, daging sapi, telur dan tepung terigu selalu mengalami kenaikan harga tiap jelang Ramadhan.(Kompas.com, 2 April 2022).

 

Untuk tahun ini ada yang beda. Kenaikan harga kebutuhan pokok diiringi dengan kenaikan gas LPG dan BBM serta kenaikan PPN. Akan menjadi berat beban yang di tanggung rakyat. Selain itu bisa menjadi terjadinya inflasi, ekonomi lesu. Anehnya pemerintah terkesan cuek dengan keadaan ini. Publik tidak melihat adanya kebijakan pemerintah untuk mengatasi problem ini jauh-jauh hari. Penguasa terkesan mengabaikan penderitaan rakyat.

 

Kenaikan harga-harga kebutuhan pokok tidak bisa dianggap remeh. Akan sangat berbahaya bagi stabilitas ekonomi dan politik suatu bangsa. Bahkan dapat menyebabkan kekacauan dan krisis politik yang memakan korban jiwa. Bisa dilihat dilapangan saat ini, kendati di bulan ramadhan umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa. Banyak terjadi aksi demo dimana-mana. Mulai aksi demo di ibu kota sampai didaerah pelosok. Salah satu tuntutannya adalah turunkan harga kebutuhan pokok yang sangat mencekik rakyat.

 

Kenaikan harga ini sangat di pengaruhi oleh sistem yang diterapkan suatu bangsa. Dengan penerapan sistem tersebut dunia dapat melihat. Seberapa hebatnya sistem yang diterapkan bisa mengatasi menyelesaikan segala problematika umat manusia. Mayoritas sekarang hampir dipenjuru dunia menerapkan sistem ekonomi kapitalis. Dan kita dapat menyaksikan, hampir merata kenaikan harga pokok dan aksi demo terjadi di negara yang menerapkan sistem ekonomi kapitalis. Baguskah sistem kapitalis ini?

wallahu a’lam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.