Hanya Islam Yang Mampu Menghilangkan Kezaliman Di Bumi

Oleh : Ade Farkah

Islam adalah agama sekaligus mabda (ideologi) yang diturunkan untuk menyempurnakan tatanan kehidupan manusia. Karenanya, fitrah Islam adalah memerangi kezaliman dengan segala macam ragamnya. Seperti, kezaliman negara terhadap rakyatnya. Misal, negara abai dalam memenuhi hak (kebutuhan) rakyat pada aspek primer (sandang, pangan dan papan). Juga pada aspek yang paling penting dalam kehidupan manusia yaitu aspek spiritual (akidah).

Pada level yang tingkatannya lebih kecil dari negara, yaitu kezaliman dalam kehidupan antar individu. Dapat disaksikan begitu banyak seseorang mengambil harta orang lain dengan cara paksa, seperti perampokan, pembegalan, pencurian dan penipuan dengan berbagai modus operandinya. Tak hanya itu, bahkan ada juga kezaliman yang sampai pada menghilangkan nyawa seseorang (pembunuhan).

Adapun bentuk kezaliman yang dilakukan oleh seseorang terhadap dirinya sendiri adalah kemaksiatan. Baik kemaksiatan yang dengan sengaja dilakukan, seperti memakan harta harta yang haram, tidak menutup aurat, ataupun kemaksiatan yang dilakukan karena kelalaian. Misalnya, membuang waktu untuk urusan yang tidak bermanfaat baik untuk akhirat maupun dunianya.

Kezaliman bisa terjadi lantaran manusia lebih memperturutkan hawa nafsunya dan mengikuti langkah-langkah setan. Padahal sesungguhnya setan itu musuh yang nyata.

Beragam kezaliman akan terus tumbuh dan berkembang, manakala kita tidak berupaya untuk mencegahnya. Karena sesungguhnya Allah Swt. tidak akan merubah keadaan suatu kaum, selama mereka tidak berikhtiyar untuk memperbaikinya.

Oleh karena itu, kita wajib berupaya dengan berbagai cara agar kezaliman di muka bumi ini sirna. Upaya-upaya yang bisa kita lakukan untuk menghentikan kezaliman yang dilakukan oleh negara terhadap rakyatnya adalah dengan cara muhasabah lil hukam yaitu, memberikan kritikan kepada negara (penguasa) untuk berhenti melakukan kezaliman dan memperbaikinya dengan cara berbuat adil dalam segala hal.

Upaya selanjutnya dengan predikat mahkota dari segala kewajiban yaitu dengan menegakkan sistem Islam. Menjadikannya sebagai pondasi (landasan) dalam membentuk negara.

Jika upaya pada level pertama dapat diterapkan dengan sempurna, maka hal itu akan memudahkan kita untuk menghentikan kezaliman pada level-level berikutnya. Seperti pada kezaliman antar individu akan mudah dicegah dengan menerapkan hukuman agar menimbulkan efek jera.

Penerapan hukuman tersebut hanya akan sempurna jika dilakukan dengan kekuasaan. Selanjutnya, dapat dilakukan dengan cara memberikan teguran/nasihat yang hanya akan efektif bila lingkungan sudah dalam keadaan yang terkondisikan oleh perlindungan negara. Dan upaya minimal yang bisa dilakukan adalah dengan mendoakan, mengingkari di dalam hati bahwa kita berlepas diri dari apa yang mereka lakukan.

Dan apabila kita mendapati diri kita sedang melakukan kezaliman (maksiat kepada Allah Swt.), maka segeralah bertaubat memohon ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Lalu mengganti setiap perbuatan buruk dengan amal salih yang diperintahkan Allah dan rasul-Nya.

Tak lupa berdoa, dengan mengharapkan ampunan dari Zat yang Maha Pengampun dan Penyayang. Sebagaimana doa nabi Adam as, “ya Allah sesungguhnya kami menzalimi diri kami, jika tidak Engaku ampuni kami dan rahmati kami, tentulah kami termasuk kedalam orang-orang yang rugi.”

Begitulah fitrahnya Islam, yang mampu menghilangkan kezaliman di muka bumi serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh alam.

Wallâhu a’lam bish-shawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *