Kopi sak Sruputan; Usaha dan Doa vs Taqdir

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Dalam forum ngopi bareng, ada yang bertanya:
“Jika rejeki telah ditentukan, lalu buat apa berusaha dan berdoa? toh rejeki manusia telah dijatah sekian. kerja keras atau tidak toh pasti dapat rejeki?”

Nah jika ada orang yang berfikiran spt ini, maka dia termasuk golongan fatalisme, alias menyerah pada nasib.

Memang Allah telah menentukan nasib manusia. akan tetapi nasib itu bisa diprediksi berdasarkan amaroh/ tanda-tanda tidak pasti yang sudah ditentukan Allah juga.

Turunnya hujan merupakan sesuatu yang sudah ditentukan Allah. tapi Allah juga menurunkan tanda-tanda akan turun hujan, berupa mendung.

tapi kan pernah gak ada angin gak ada mendung tiba2 turun hujan?
Ya betul. itu menunjukkan Allah berkehendak atas segala sesuatu. tapi berapa prosentasenya??? 99,…% turunnya hujan pasti didahului mendung. hanya nol koma sekian persen turun hujan tanpa mendung.

sama dengan rejeki, walaupun sudah ditentukan, tapi tanda-tandanya juga sudah ditentukan juga. orang yg akan kaya sebelumnya didahului dengan tanda-tanda, dia rajin bekerja, tahajud n doanya mantab, warisannya banyak, dia jenius atau tanda2 normal lain. sementara hanya nol koma sekian persen yg mendadak kaya tanpa tanda2 sebelumnya.

sama dengan orang yg akan masuk surga, sebelumnya dia akan memiliki tanda-tanda rajin sholat, beribadah, rutin mengaji, berbuat baik dll.

kita hanya berusaha berada dalam tanda-tanda kebaikan, agar potensi mendapat terbaik semakin besar.

Dan bahagia pun ada tanda-tandanya, yaitu ketika hari ini anda bisa menyeduh kopi murni dirumah 😀
kalau tidak tersedia kopinya segera japri saya 😀

#YukNgopi bareng GusNur Coffeepreneur

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *