Generasi Semakin Rusak, Liberalisme Semakin Marak

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Vita Thohiroh

Dunia remaja saat ini masih diselimuti kerusakan, pasalnya remaja yang merupakan generasi masa depan kondisinya sangat memprihatinkan. Belum lama ini media kembali dihebohkan dengan kelakuan remaja para remaja yang tidak sewajarnya dan diluar norma. Sebanyak 37 pasangan anak SMP mengadakan pesta seks di hotel, petugas temukan barang bukti seperti kondom, obat kuat dan miras. (Tribun-Timur.com, 10/07/2020).

Dari fakta diatas, dinilai sangat tidak wajar dan terlihat betapa rusaknya generasi saat ini. Padahal mereka masih SMA anak dibawah umur sudah melakukan pergaulan benas. Anak-anak seusia itu seharusnya mempersiapkan diri untuk menjadi penerus generasi yang akan membawa kebangkita bagi umat. Mereka juga harus di tempa dan menempatkan dengan tsaqofah Islam dan ilmu-ilmu yang bermanfaat sebagai bekal untuk menjadi pemimpin masa depan.

Kerusakan ini terjadi tentu ada penyebabnya. Penyebabnya adalah lemahnya iman dan moral masyarakat terutama para generasi muda, adanya pendidikan sekuler dan kurangnya pendidikan dari orang tua, pergaulan liberal, rusaknya media, dan longgarnya peraturan, sehingga mereka terjebak dengan gaya hidup bebas, serba boleh, tanpa diikat aturan, itu semua berakar dari adanya faham liberalisme. Faham ini sudah mengakar di tengah-tengah masyarakat. Dimana setiap perbuatan yang mereka lakukan senantiasa memisahkan agama dari kehidupan yang dikenal dengan istilah Sekularisme.

Ide ini tidak menjadikan agama sebagai aturan hidupnya dan sangat merusak generasi. Kerusakannya sangat terlihat di depan mata kita, tentu kita semua peduli dengan generasi masa depan ini, untuk itu kita membutuhkan solusi yaitu kembali kepada aturan yang benar.
Sebagai seorang muslim, setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Artinya di dalam kehidupannya wajib terikat dengan aturan Allah.

Aturan Allah (Syariat Islam) merupakan aturan yang paripurna, yang mengatur semua aspek kehidupan, termasuk mengatur sistem pergaulan dalam Islam.

Saatnya umat Islam kembali kepada syariat. Menjadikan agama sebagai landasan kehidupan, agar selamat dunia dan akhirat. Terlebih dengan tunduknya kita pada aturan-Nya merupakan bukti kecintaan dan keimanan kita kepada Allah SWT.

Di dalam Islam, negara benar-benar menyadari bahwa pendidikan adalah sebuah investasi masa depan. Sistem pendidikan Islam telah menggariskan bahwasanya kurikulum pendidikan wajib berlandaskan pada akidah islam.

Mata ajaran serta metodologi penyampaian pelajaran seluruhnya disusun tanpa adanya penyimpangan sedikit pun dari asas tersebut.
Tujuan pendidikan di dalam Islam adalah membentuk manusia yang : (1) Memiliki kepribadian Islam; (2) Handal menguasai pemikiran Islam; (3) Menguasai ilmu-ilmu terapan IPTEK (ilmu, pengetahuan, dan teknologi); dan (4) Memiliki keterampilan yang tepat guna dan berdaya guna.

Pembentukan kepribadian Islam dilakukan pada semua jenjang pendidikan yang sesuai dengan proporsinya melalui berbagai pendekatan. Barulah setelah mencapai usia balig, yaitu SMP, SMU, dan PT, materi yang diberikan bersifat lanjutan (pembentukan, peningkatan, dan pematangan). Hal ini dimaksudkan untuk memelihara sekaligus meningkatkan keimanan serta keterikatannya dengan syariat islam.

Dalam sistem pendidikannya, Islam akan melahirkan output generasi yang berkualitas, baik dari sisi kepribadian maupun dari penguasaan ilmu pengetahuan. Peranannya di tengah-tengah masyarakat akan dirasakan, baik dalam menegakkan kebenaran maupun dalam menerapkan ilmunya.

Dengan demikian, jelas bahwa Sistem Pendidikan Islam akan menghasilkan generasi mulia sekaligus mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dengan sangat pesat, sehingga wajar bila pada abad pertengahan, Islam menjadi pusat peradaban dan rujukan ilmu pengetahuan.

Itulah yang mesti dilakukan agar remaja dan generasi tidak lagi menjadi korban dari penerapan sistem yang keliru. Bila hal itu tidak dilakukan, maka kehancuranlah yang akan terus terjadi baik bagi para remaja, negara, bangsa atau bahkan peradaban.

Lirik saja pada sejarah peradaban Islam, bagaimana saat penerapannya dulu. Daulah Islam mampu menciptakan para ilmuwan, intelektual, cendikiawan, ulama atau pemimpin yang berkualitas. Semuanya itu tidak lepas dari andil orang tua dan sistem Islam yang menaungi mereka. Mereka diajarkan tsaqofah Islam, berbagai ilmu kehidupan, bekal kepemimpinan, dan segala hal yang dirasa perlu untuk menjadi seseorang yang benar-benar bermanfaat bagi peradaban Islam bahkan hingga saat ini.
Wallahu a’lam bishshawab

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

One thought on “Generasi Semakin Rusak, Liberalisme Semakin Marak

  • blank
    18 July 2020 at 19:18
    Permalink

    generasi kapitalis. anak disuruh pinter tp tak beraqidah dan berakhlak Islam. ktn pelajaran agama dimarginalkan.. inilah hasilnya. juga krn jauh nga negara sbg pengayom rakyat.. nauzubillah. kembalilah pada Islam Kaffah..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.