Gaza dibombardir Israel Laknatullah. Yahudi dilindungi Khilafah Islam

Oleh: Abu Mush’ab Al Fatih Bala (Blasteran Timor Alor)

Palestina terluka dan Gaza dianiaya. Bukan sekali saja tapi sudah jutaan kali dizholimi. Ada yang dibunuh, diperkosa dan dihancurkan rumahnya. Padahal apa dosa dan kesalahan mereka terhadap Yahudi zionis Israel.

Apakah ada dendam membara zionis Israel kepada Umat Islam? Apakah kaum Muslimin pernah membantai habis Kaum Yahudi?

Kalau kita belajar Sejarah, Palestina merupakan bagian dari tubuh Khilafah Islam. Dua kali dibebaskan dalam Sejarah Khilafah dan pernah sekali pada masa Yusya bin Nuh. Kemudian dijajah kembali oleh Zionis Israel hingga detik ini.

Khilafah pernah menanungi 2/3 dunia selama 14 abad lamanya. Dan belum pernah melakukan pembantaian massal kepada bangsa Yahudi. Beda dengan gerakan fasisme Nazi di Jerman.

Mari kita menapak tilas hubungan Khilafah dengan Yahudi yang terjadi begitu eratnya. Hubungan antara pelindung dan yang dilindungi.

Ketika Raja Ferdinan dan Ratu Isabella menguasai Andalus (sekarang Spanyol), inkuisisi (pengadilan yang berujung pada pembunuhan) terjadi. Muslim dan Yahudi menjadi korban karena dipaksa berpindah agama. Kaum Yahudi pindah ke Khilafah Islam mencari perlindungan.

Dan Khalifah menjamin keamanan mereka. Warga Yahudi bebas hidup dalam Khilafah Islam berabad-abad lamanya.

Mereka menikmati fasilitas yang serba gratis seperti layanan kesehatan dan pendidikan. Yahudi bersama Non Muslim lainnya dikategorikan sebagai Ahlul Dzimmi. Warga Non Muslim yang mendapatkan perlindungan dan layanan dari Pemerintahan Islam karena ketundukan mereka kepada Hukum Syariah.

Mengenai hal ini T.W. Arnold, seorang pakar Sejarah, memberikan testimoninya

T.W. Arnold, dalam bukunya The Preaching of Islam, menuliskan bagaimana perlakuan yang diterima oleh non-Muslim yang hidup di bawah pemerintahan Daulah Utsmaniyah.

Dia menyatakan, “Sekalipun jumlah orang Yunani lebih banyak dari jumlah orang Turki di berbagai provinsi Khilafah yang ada di bagian Eropa, toleransi keagamaan diberikan pada mereka, dan perlindungan jiwa dan harta yang mereka dapatkan membuat mereka mengakui kepemimpinan Sultan atas seluruh umat Kristen”.

Arnold kemudian menjelaskan; “Perlakuan pada warga Kristen oleh pemerintahan Ottoman -selama kurang lebih dua abad setelah penaklukkan Yunani- telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa. Kaum Kalvinis Hungaria dan Transilvania, serta negara Unitaris (kesatuan) yang kemudian menggantikan kedua negara tersebut juga lebih suka tunduk pada pemerintahan Turki daripada berada di bawah pemerintahan Hapsburg yang fanatik; kaum protestan Silesia pun sangat menghormati pemerintah Turki, dan bersedia membayar kemerdekaan mereka dengan tunduk pada hukum Islam…

kaum Cossack yang merupakan penganut kepercayaan kuno dan selalu ditindas oleh Gereja Rusia, menghirup suasana toleransi dengan kaum Kristen di bawah pemerintahan Sultan.”

Demikian juga dengan Kaum Yahudi. Pada masa Perang Dunia. Jerman berhasrat untuk menghabisi Kaum Yahudi. Dengan izin Khalifah Usmani, Kaum Yahudi dinaungi. Padahal kita tahu Koalisi Jerman Khilafah Usmani telah terjalin.

Demikianlah sekilas kenangan jaminan Khilafah kepada Kaum Yahudi. Tak cukup diulas dalam sekali tulisan.

Hanya keyakinan yang harus dibangun bahwa janji Allah dan Rasul nyata adanya. Bahwa di akhir zaman Khilafah akan mengadili Zionis Israel dengan seadil-adilnya tanpa condong kepada kezhaliman. Dan membangun tatanan dunia dengan toleransi yang sama yang pernah dibangun berabad-abad lamanya dalam naungan sistem Islam []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *