FPI Ke Gubernur Anies: Minta Cabut Izin Tempat Hiburan Ajang Kemungkaran dan Kemaksiatan

Jakarta – Front Pembela Islam (FPI) meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mencabut berbagai izin tempat hiburan dan kegiatan hiburan yang nyata-nyata dijadikan sebagai ajang kemunkaran dan kemaksiatan.

FPI juga meminta agar Pemprov DKI menghentikan pemberian penghargaan kepada tempat-tempat seperti diskotek yang tidak ada manfaatnya dalam pencapaian indeks manusia beriman dan bertakwa.

Ketua Umum FPI KH Ahmad Shobri Lubis menyatakan, organisasinya memprotes keras kebijakan Pemprov DKI yang mereka nilai memberikan peluang dan memfasilitasi berbagai kemaksiatan dan pesta pora semata.

Menurut Kyai Shobri, kebijakan itu seolah memberi pesan kepada masyarakat bahwa Pemprov DKI tidak cukup mampu mengubah secara mendasar kebijakan yang awalnya “maksiat friendly” menjadi kebijakan yang berorientasi kepada pembangunan manusia yang beriman dan bertakwa.

“Kami sarankan sebaikanya Bapak Anies Baswedan melakukan review menyeluruh terhadap berbagai kebijakan yang sangat berpotensial membuka celah dan peluang berkembangnya segala bentuk kemunkaran dan kemaksiatan dengan konsultasi kepada ulama,” ungkap Shobri dalam keterangan tertulisnya, Ahad (15/12/2019).

FPI, lanjut Kyai Shobri, juga meminta Anies untuk mengembangkan wisata yang ramah terhadap umat beragama, wisata halal, religi, budaya, wisata sejarah yang sangat tersedia potensinya di Jakarta dan berbagai kegiatan yang bisa membangkitkan keimanan dan ketakwaan manusia.

Pernyataan FPI dikeluarkan terkait beberapa kebijakan Pemprov DKI yang dinilai ramah terhadap perilaku maksiat. Shobri memberi contoh seperti pemberian izin untuk penyelenggaraan ajang musik Djakarta Warehouse Project (DWP) serta pemberian penghargaan terhadap diskotek seperti Adikarya Wisata 2019.

“Sangat disayangkan Pemprov DKI Jakarta justru terus memberi izin dan bahkan memberikan penghargaan terhadap industri yang “maksiat friendly” berkedok pariwisata tersebut,” tulis Kyai Shobri.

Sebelumnya FPI mengingatkan Anies, umat Islam DKI Jakarta memenangkan Anies dalam Pilkada 2017 lalu karena ingin ada perubahan mendasar dalam pembangunan yang sebelumnya berorientasi materi semata menjadi pembangunan yang lebih mengedepankan aspek religius, takut kepada Allah dan nyaman bagi semua umat beragama.

Hingga saat ini, kata FPI, umat Islam DKI masih menaruh kepercayaan kepada Gubernur Anies mampu mewujudkan kehidupan di Jakarta yang menurut sejarah berdirinya adalah kota yang religi dari seorang Fatahilah dan penuh perjuangan dalam melawan kemunkaran seperti riwayat Pitung.

Foto: KH Shobri Lubis

Sumber: suaraislam.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *