Fasilitas Tak Pantas, Akankah Tujuan Pendidikan Tuntas?

Oleh: Ulul Ilmi

Mendapatkan pendidikan yang layak adalah hak bagi tiap warganegara. Demikianlah salah satu pasal yang ada dalam UUD 1945, yakni pasal yang mengatur masalah pendidikan.

Tepatnya pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatakan bahwa setiap warga Negara berhak mendapat dan mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Sementara itu tujuan pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Untuk merealisasikan tujuan pendidikan tersebut jelas membutuhkan banyak komponen, baik dari aspek gurunya, perangkat pembelajaran berupa kurikulum, perpustakaan, gedung sekolah serta sarana dan prasarana lainnya. Tentu saja kalo menginginkan hasil yang maximal, faktor-faktor tersebut harus di perhatikan dan diutamakan.

Namun fakta yang terjadi, justru banyak fasilitas berupa gedung sekolah yang rusak. Sehingga akhirnya kegiatan belajar mengajar tidak maximal. Sebagaimana diberitakan di laman SURYA.co.id/Magetan- Sejumlah sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Magetan rusak berat.

Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kab. Magetan mencatat hingga kini 18 ruang kelas dalam kondisi rusak berat.

Termasuk di SDN Mangge 2, Desa Mangge kecamatan Barat Kabupaten Magetan yang mengalami kerusakan berat pada atapnya. Runtuh pada malam hari, kalau seandainya runtuh siang pagi atau siang hari saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung mungkin banyak siswa yang jadi korban.

Rusaknya gedung-gedung yang ada memang banyak faktor, ada yang memang bangunan lama yang harus butuh renovasi. Namun ada juga gedung yang baru sekitar 3-5 tahun seperti SDN Mangge 2 di kabupaten Magetan tersebut rusak juga.

Jika gedung sebagai tempat kegiatan belajar mengajar saja banyak yang rusak, bagaimana siswa bisa belajar dengan baik? Lantas, bagaimana tujuan pendidikan Indonesia bisa tercapai?

Suramnya Pendidikan Saat ini
Pendidikan sebagai tonggak kebangkitan bangsa seharusnya diperhatikan secara serius dan dinomorsatukan bukan malah dinomorsekiankan.

Kita bisa melihat pelayanan pendidikan saat ini justru dinomorsekiankan. Hal ini bisa dilihat dari kualitas maupun kuantitas pendidikan baik dari segi bangunan sekolah, fasilitas sekolah, buku, gaji guru dan lain sebagainya.

Apalagi anggaran dana untuk pendidikan sangatlah minim. Baik ditataran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Hal ini jelas menampakkan ketidakseriusan pemerintah untuk meriayah rakyat khususnya disektor pendidikan.

Sementara disisi lain, fakta output (lulusan) dari pendidikan model sekarang belum bisa mencetak generasi sebagimana tujuan pendidikan yang diinginkan. Bisa kita saksikan banyaknya kasus free sex dikalangan pelajar maupun kaum muda, narkoba, pengangguran, perkelahian antar genk, dugem dan banyak fakta lainnya.

Termasuk fenomena gonta ganti kurikulum menjadi hal yang biasa. Ganti menteri ganti kurikulum dan ganti kebijakan. Pada akhirnya membingungkan guru, murid dan juga orang tua. Bagaimana tujuan pendidikan bila bisa tercapai bila keadaannya demikian.

Satu hal lagi, kebanyakan masyarakat berorientasi pada materi, sehingga menuntut sekolah harus memenuhi. Berharap dengan meraih pendidikan tinggi akan memperbaiki kondisi ekonomi. Lulus sekolah dapat pekerjaan dengan gaji tinggi. Lulus kuliah dapat gelar, kejar pekerjaan mapan, utamakan jabatan yang merupakan ‘lahan basah’ untuk dapat uang banyak dengan mudah dan cepat. Lalu menjamurlah aktifitas korupsi di semua lini, tak terkecuali disektor pendidikan ini.

Kapitalisme, Sekulerisme Sumber Buruknya Pendidikan
Sekulerisme adalah pemisahan agama dari kehidupan. Agama hanya diakui dalam hal ibadah ritual saja, sementara kehidupan umum (pendidikan, ekonomi, pemerintahan, hukum, sosial dll) agama tidak mengatur. Inilah inti dari sekulerisme. Sangat berbahaya!

Sekulerisme merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini. Termasuk dalam hal Pendidikan. Kita bisa menyaksikan nilai-nilai agama benar-benar tidak nampak. Sehingga sekolah-sekolah yang ada sekarang ini belum bisa mencetak generasi yang sholih sholihah. Yang adalah mencetak generasi yang materialistik.

Bahkan dalam sistem Kapitalisme saat ini, justru pendidikan menjadi salah satu ‘barang mahal’ yang sulit didapatkan dari sisi kualitasnya dan juga kuantitasnya. Kalau mau pendidikan murah atau gratis terimalah apa adanya. Kalau mau yang berkualitas bagus harus bayar mahal. Sama halnya dibidang kesehatan juga demikian, kalau mau kualitas bagus ya harus bayar mahal. Kalau pengen yang murah atau gratis ya terimalah pelayanan ala kadarnya. Inilah fakta yang terjadi. Menunjukkan buruknya wajah sistem kapitalisme saat ini.

Imbas lainnya adalah kita bisa menyaksikan banyaknya gedung sekolah yang rusak di Magetan dan masih banyak sekolah di daerah lain yang kondisinya hampir sama. Rusak bahkan sampe rusak berat, sehingga keadaan ini mengganggu kegiatan belajar.

Yang penyebabnya adalah karena pemerintah kurang serius dalam menangani terpenuhinya sarana pembelajaran berupa gedung sekolah. Bahkan terkadang pembangunan kurang berkualitas, sehingga wajar kadang baru 3 atau 4 tahun sudah rusak lagi. Seperti yang terjadi di Magetan dan mungkin juga terjadi di daerah-daerah lainnya.

Sistem Pendidikan Islam Pencetak Generasi Unggul
Berbeda halnya dengan Islam. Islam sebagai aturan hidup (way of life) memiliki aturan yang lengkap, mengatur semua aspek kehidupan mencakup Aqidah, ibadah, politik, ekonomi, sosial, pendidikan, hukum, pemerintahan dan lain sebagainya.

Karena memang Islam adalah agama paripurna dan sempurna. Sebagaimana firman Allah swt dalam Al Qur’an surat al Maidah ayat 3 yang artinya:” …Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmatKu bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu…”.

Dalam hal pendidikan Islam sangat memperhatikan. Bahkan pendidikan merupakan kebutuhan primer yang wajib dipenuhi oleh negara dan menjadi hak bagi semua warganegara yang harus didapatkan dengan kualitas dan kuantitas yang bagus. Tanpa memandang kedudukan maupun jabatan, kaya ataupun miskin. Semua mendapatkan pelayanan yang sama.

Semua fasilitas yang mendukung terlaksananya pendidikan harus dipenuhi. Baik terkait dengan keberadaan guru, gaji guru, gedung, perpustakaan, laboratorium, lapangan olah raga, rumah tempat tinggal siswa yang rumahnya jauh, dan hal-hal lain yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan dalam Islam.

Sistem pendidikan Islam, bertujuan untuk mencetak generasi yang sholih sholihah, yang beriman dan berilmu. Mencetak generasi yang taat dan takut hanya pada Allah swt Rabb semesta alam, tempat semua manusia kelak kembali kepadaNya. Mencetak generasi yang memahami bahwa dirinya hanyalah hamba Allah swt yang wajib tunduk pada aturanNya.

Islam juga mencetak generasi yang mumpuni dalam bidang keilmuannya. Mencetak generasi yang memahami bahwa ilmu yang dimiliki adalah amanah dari Allah swt yang harus digunakan untuk kemaslahatan umat manusia, bukan sekedar untuk mengumpulkan pundi-pundi materi untuk kebahagiaan diri sendiri.

Kita bisa menyaksikan ketika dahulu Islam diterapkan ditengah-tengah kehidupan. Melahirkan sosok ilmuwan yang unggul dan tangguh seperti Ibnu Sina, al khawarizmi, Al Biruni, Ibnu Haitsam dan masih banyak yang lainnya.

Keimanan kepada Allah swt akan senantiasa melekat dalam diri pelajar, karena sistem pendidikan yang diterapkan berlandaskan aqidah Islam. Semua jenis mata pelajaran akan dikaitkan dengan aqidah Islam. Sehingga betul-betul keimanan tertancap kuat dalam diri para pelajar. Dengan sendirinya ketakutan untuk bermaksiat pada Allah swt akan menghinggapi jiwa. Dimana pun dia berada akan merasa di awasi olehNya, dan tidak ada tempat untuk bersembunyi dari pengawasanNya.

Memang benar, sistem Pendidikan Islam melahirkan generasi-generasi yang unggul. Tidak hanya dibidang keilmuannya saja namun juga keimanannya yang luar biasa. Pendidikan Islam akan menjadi mercusuar dunia, sebagaimana dulu ketika Islam jaya. Bahkan Islam kala itu menjadi pusat peradaban dunia yang tidak terkalahkan.

Sudah saatnya umat Islam bangkit dari keterpurukan, penjajahan dan kezaliman kaum kafir penjajah. Sudah tiba waktunya umat Islam untuk segera mengembalikan kemuliaan dan kegemilangan Islam dengan tegaknya khilafah ‘ala minhajinnubuwah.
Wallahu’alam bishowab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *