Etika Belajar Mengajar Menurut Imam Al-Ghazali

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Pendidikan merupakan sebuah sarana yang tepat untuk membina, memperbaiki dan mengembangkan dimensi etika peserta didik (siswa). Penanaman nilai etika yang dilakukan sejak dini sangat penting guna menghantarkan seseorang pada kehidupan yang berguna bagi nusa, bangsa, negara dan agama. Hal ini sejalan dengan apa yang diajarkan dalam agama Islam dimana Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk memperoleh kesuksesan/ kebaikan di dunia dan akhirat. Oleh sebab itu, ajaran Islam bukan hanya untuk akhirat, namun yang lebih banyak untuk kehidupan dunia.

 

Dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali banyak mencetuskan pemikiran mengenai Adab/Etika Guru dan Murid dalam belajar mengajar. Memang dalam Kitab tersebut tidaklah kata-kata etika yang disebutkan melainkan kata Adab. Secara sepintas antara pengertian Adab dan Etika ini memang sama yakni mengenai peninjauan kelakuan baik dan buruk serta benar dan salah.

 

Adapun Etika Belajar dan Mengajar yang terdapat dalam kitab Ihya Ulumuddin salah

satunya mendahulukan kesucian jiwa, yang difahami untuk meluruskan niat dalam belajar; hanya mengharap ridho Allah, bukan tujuan duniawi,

 

Lurusnya niat dalam belajar dan mengajarkan ilmu sangat penting, karena kualitas amal sangat tergantung kepada niatnya. Dan keberkahan akan ada dengan lurusnya niat.

 

Konsep ini punya relevansi yang sangat kuat dengan konsep pendidikan pada zaman ini.

 

Fikri, Suryani dan Nanda

Unindra 2021

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.