Entah Apa Yang Merasukimu?

Oleh: Abu Mush’ab Al Fatih Bala

Entah apa yang merasukimu sehingga engkau lebih percaya dukun daripada Allah SWT yang menciptakan dunia, galaksi dan makhluk-makhluk hidup termasuk di dukun. Bukannya kamu meminta pada yang Maha Kuasa agar diberikan kemudahan mengatur urusan negeri ini atau tergerak hati mu menerapkan Islam secara sempurna.

Entah apa yang merasukimu sehingga kamu lah yang mengundang yang merasukimu agar pelantikanmu berjalan aman.

Pertanyaan ini harus disampaikan karena berhubungan dengan akidah mu. Sebenarnya yang kerasukan itu bukan saja kamu tapi mereka yang benci dengan dakwah Islam.

Padahal mereka menyembah Allah SWT dan marah jika dikatakan sebagai orang kafir atau ateis komunis.

Entah apa yang merasukimu wahai anggota dewan hingga kalian menganggap hukum buatan akal manusia di atas hukum buatan Allah.

Entah apa yang merasukimu wahai yang mengaku NKRI dan Pancasila harga mati tetapi engkau begitu alergi terhadap bendera tauhid.

Entah apa yang merasukimu? Wahai yang katanya berpura-pura masuk kabinet biar memecah belah persatuan musuh yang telah mencurangimu. Bukankah Islam melarang seorang Muslim mengelabui orang lain.

Rasulullah SAW tak pernah mengelabui musuhnya kecuali dalam peperangan/jihad. Beliau sososk yang dikenal kawan maupun lawan orang yang jujur. Orang yang tak pernah curang terhadap musuhnya, tak pernah dusta, tak pernah ingkar janji dan tak pernah khianat akan amanah

Entah apa yang merasuki kebanyakan masyarakat sehingga mereka melihat kecurangan yang masif, penjualan SDA , korupsi, perzinahan dan riba merajalela mereka diam saja.

Apa pun itu yang merasuki kalian percayalah kami tak akan membiarkan tersesat jauh. Karena menolong kalian adalah kewajiban kami. Yang Allah bebankan di dalam benak, hati, jiwa dan ikhtiar kami.

Kami mungkin belum tentu masuk Surga. Namun menolong kalian adalah berpahala bagi kami. Iblis adalah musuh kita bersama.

Kami akan berusaha untuk menyadarkan kalian. Dan meruqiyah kalian dengan ajaran Islam. Dengan Aqidah dan Ideologi Islam.

Agar setan-setan yang ada di dalam diri kalian keluar. Wahai saudara ku. Kami berada di lantai atas kapal dan tak sudih membiarkan kalian terlena dan melubangi dasar kapal ini. Sehingga kalian, kami dan seluruh umat tenggelam ke dasar samudera.

Sadarlah… kembalilah ke ajaran Islam yang Kaffah agar bahagia di dunia dan di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *