Dunia Sibuk Bantu Ukraina, Kekejaman Israel Makin Merajalela

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Ummu Faiha Hasna (Member Pena Muslimah Cilacap)

 

Perdana Menteri Imran Khan digulingkan pada jabatannya pada Minggu 10 April 2022. Perdana Menteri Pakistan tersebut diberhentikan setelah kalah dalam pernyataan mosi tidak percaya di parlemen. Pejabat ketua Saratar Ayaz Sadiq, menyatakan 175 anggota parlemen telah memberikan suara mendukung mosi tidak percaya. Diketahui sebelumnya, Perdana Menteri Imran Khan mengunjungi Moskow untuk bertemu Presiden Putin, saat Rusia meluncurkan infasi ke Ukraina dan melawan saran Amerika serikat. Karena itu Imran Khan menduga bahwa AS telah bersekongkol dengan militer Pakistan untuk menggulingkannya dalam mosi tidak percaya parlemen. Ribuan pendukung Imran Khan, terutama dari partai Pakistan Tehreek -e Insaf ( PTI) turun ke jalan menggelar unjuk rasa di beberapa di kota pada minggu (20/4) untuk memprotes mantan Perdana Menteri Imran Khan yang digulingkan dari jabatannya ( www.merdeka.com). Dukungan terhadap Imran Khan juga datang dari media sosial twitter tagar# ImranKhan hari treding twitter dunia.

Di sistem manapun, tuntutan perubahan terus meluncur seiring dengan fakta kezaliman rezim. Namun, hal yang penting dipahami adalah bagaimana menata gelora perubahan yang membuncah di tengah umat menjadi sebuah gerakan kuat yang mewujudkan kebangkitan hakiki sebab harus diwaspadai jangan sampai perjuangan umat dibelokkan ke arah lain. Jika perjuangan berhasil dibelokkan , tujuan perjuangan menjadi tidak jelas lagi dan dikalahkan kepentingan politik sesaat atau ambisi pribadi. Bahkan tidak mustahil, justru dimanfaatkan pihak musuh untuk semakin mengukuhkan hegemoninya. Sementara di sisi lain, umat menjadi korban kezaliman. Perubahan seperti inilah yang sedang terjadi di Pakistan, dan masih menjadi sorotan umat Islam di negeri – negeri Muslim hari ini. Umat islam diarahkan energinya untuk mendukung ataupun menjatuhkan rezim – rezim yang mengabdi pada kepentingan penjajah. Bukan terberberdayakan untuk memuliakan Islam dan menegakkannya. Alhasil, perubahan yang yerjadi pun berhenti pada pergantian rezim tanpa pergantian sistem.

Padahal, sangat jelas bahwa sistem kapitalismelah yang menjadi biang segala yang manimpa umat. Karena itu, siapapun pemimpin terpilih selama sistemnya tetap kapitalisme umat akan terus hidup sengsara.

Sesungguhnya umat Islam membutuhkan sistem pemerintahan alternatif yang ideal. Sistem yang memiliki standar baku yang pasti, bebas dari intervensi dsn bersih dari politik kepentingan. Sistem ini adalah sistem khilafah. Umat harus menyadari bahwa ketiadaan khilafah mengakibatkan tidak diterapkannya sebagian besar hukum – hukum Allah. Dan hal ini telah mendatangkan kemudharatan bagi kehidupan umat diantaranya munculnya kezaliman dan merajalelanya kemaksiatan. Dan kemaksiatan terbesar adalah ketika syariat Allah tidak diterapkan. Umst Islam tidak boleh diam menyaksikan kehidupannya diatur sistem yang bukan berasal dari Allah. Karenanya, umat akan bergerak mengganti sistem sesat tersebut dengan aturan kehidupan yang dijamin kebenarannya oleh Al Qur’an. Juga sudah dicontohkan, pelaksanaannya oleh baginda Nabi Saw dan dilanjutkan para Khalifah setelah beliau. Perbuatan yang dilakukan tanpa tujuan akan bergerak tanpa arah. Karenanya perjuangan yang dilakukan umat Islam sudah semestinya diawali dengan penetapan tujuannya semata untuk menegakkan kebenaran Islam. Jadi tujuan yang dihujamkan semata mengganti rezim. Namun, untuk mengenyahkan sistem sesat yang telah melahirkan rezim – rezim dzalim dan menghantarkan pada penderitaan umat.

Oleh karena itu, standar keberhasilannya adalah ketika sistem salah tersebut ditinggalkan diganti dengan sistem Islam yang akan menerapkan syariat Islam secara sempurna dalam seluruh aspek kehidupan. Bukan semata dengan bergantinya orang yang menjabat. Pembatasan perjuangan semata untuk meninggikan risalah Allah Swt telah dijelaskan Rasulullah Saw dalam hadis berikut: _” Rasulullah Saw pernah ditanya mengenai seorang laki – laki yang berperang supaya dikatakan pemberani, berjuang karena membela kesukuan dan berjuang karena ingin dipuji, maka manakah yang disebut berjuang di jalan Allah?” Rasulullah Saw lalu bersabda,” barang siapa yang berjuang untuk menegakkan kalimat Allah setinggi – tingginya, maka itulah yang disebut berjuang di jalan Allah.” ( Hadis Shahih Muslim No. 3525)

Syaikh Taqiyuddin An Nabhani dalam kitab BBM idzamu al Islam menyatakan, kebangkitan yang hakiki harus dimulai dengan perubahan pemikiran secara mendasar dan menyeluruh menyangkut pemikiran tentang kehidupan, alam semesta dan manusia, serta hubungan antara kehidupan dunia dengan sebelum dan sesudahnya. Dengan kata lain, menurut Imam Taqiyuddin,kebangkitan umat terjadi ketika mereka memiliki akidah yang shahih. Keimanan yang benar akan membentuk pemahaman bahwa hidup didunia semata untuk ibadah kepada Allah yang ditunjukkan dengan sikap taat yang sempurna pada seluruh aturan Islam dalam setiap aspek kehidupan. Baik terkait urusan individu dalam masalah keluarga maupun perkara pengaturan masyarakat dan negara. Dengan demikian kebangkitan umat Islam adalah kembalinya pemahaman seluruh ajaran Islam ke dalam diri umat dan terselenggaranya pengaturan kehidupan masyarakat dalam bingkai Khilafah Islamiyah.

Wallahu a’lam bishawab.

 

 

 

 

 

 

 

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.