Duka Muslim Sri Lanka , Duka kita semua

Oleh : Ratna Kurniawati (Aktivis Remaja)

 

Dunia Islam kembali berduka, ketika kebijakan pemerintah Srilanka melakukan kremasi paksa terhadap jenazah muslim penderita Covid 19 meskipun berbagai pihak termasuk diantarnya PBB menyerukan agar menghargai pemakaman berdasarkan agama masing-masing.

Kementerian Kesehatan Sri Lanka, negara dengan mayoritas penduduk memeluk Buddha, menekankan semua korban Covid-19 harus dikremasi, setelah para pemuka Buddha menyatakan bahwa mengubur mayat korban virus corona dapat mencemari air tanah dan menyebarkan virus. Kebijakan itu sontak menyulut kemarahan warga, karena dianggap bertentangan dengan upacara pemakaman Islam.

Banyak keluarga Muslim mengatakan diintimidasi agar menyetujui kremasi, tetapi ketika mereka berdiri tegak, pihak berwenang melakukan kremasi paksa tanpa partisipasi kerabat mana pun. (republika.co.id, 15/12/2020).

Protes dari OKI Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyatakan keprihatinannya atas perintah kremasi dan menyerukan agar muslim Sri Lanka diizinkan untuk menguburkan anggota keluarga sesuai dengan keyakinan agama mereka.

Permasalahan ini telah menjadi isu internasional , berbagai pihak telah melakukan kecaman terhadap pemerintah Srilanka tetap tidak membuatnya bergeming.

Mahkamah Agung Sri Lanka menolak 12 petisi yang diajukan banyak keluarga Muslim dan Kristen serta masyarakat sipil yang menentang kebijakan kremasi ini. Lembaga ini menolak untuk sekadar mendengarkan kasus mereka dan tidak memberikan alasan penolakannya untuk mengadakan sidang tentang masalah tersebut. Hal ini mencerminkan betapa tidak berdayanya orang-orang yang tertindas di bawah sistem demokrasi sekuler untuk dapat membalikkan ketidakadilan yang menimpa mereka.

Kebijakan ini  menggambarkan selama bertahun-tahun, kaum Muslim di Sri Lanka telah menghadapi diskriminasi, monsterisasi, dan kekerasan karena kebangkitan nasionalisme Buddha ekstremis di negara itu. Termasuk kelompok-kelompok seperti Bodu Bala Sena (BBS, Pasukan Kekuatan Buddha) dan para biksu Buddha garis keras yang terinspirasi dari rekan-rekan mereka di Myanmar yang menganiaya Muslim Rohingya.

Islamophobia dan berbagai bentuk kekejaman telah di terima oleh kaum muslim di Sri Lanka. Para muslimah yang mengenakan hijab dilecehkan dan disuruh melepaskan pakaian Islam mereka ketika memasuki toko-toko tertentu, gedung-gedung pemerintah, sekolah, bahkan ketika hendak mendapatkan perawatan di rumah sakit, pemberlakuan larangan niqab di masyarakat, seruan agar bisnis-bisnis muslim diboikot, penarikan label halal pada berbagai produk.

Kepiluan mendalam saat ini tengah dialami muslim di Sri Lanka karena tidak bisa memberikan penghormatan terakhir kepada orang yang dicintainya. Dunia Islam telah gagal memberikan pertolongan kepada muslim di Sri Lanka. Penindasan dan kezaliman yang terjadi di Sri Lanka membuktikan bahwa kaum muslim seluruh dunia membutuhkan pelindung, perisai dan penjaga mereka yaitu sistem Allah SWT Khilafah yang berdasarkan metode kenabian. Negara yang akan memberikan perlindungan dan penjagaan terhadap hak-hak dan din kaum muslim dimanapun mereka hidup.

 

Wa’alahualam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *